Tanda-tanda Akhir Zaman
Hari kiamat itu mempunyai tanda, bermulanya dengan tidak laris jualan di pasar, sedikit saja hujan dan begitu juga dengan tumbuh-tumbuhan. Ghibah menjadi-jadi dan merata-rata, memakan riba, banyaknya anak-anak zina, orang kaya diagung-agungkan, orang-orang fasik akan bersuara lantang di masjid, para ahli mungkar lebih banyak menonjol dari ahli haq.Wallahu'alam Bish-shawab
Jumat, 05 September 2014
Kisah Danau Thabariyyah Yang Terus Menyusut (II)
tiberias, yajuj majuj
Posisinya sedikit lebih tinggi dibanding Laut Mati. Laut Mati —yang dalam al-Qur’an diistilahkan sebagai tempat terendah di bumi, tempat pasukan Persia dikalahkan Romawi Byzantium— yang berada 427 meter di bawah permukaan laut. Tak seperti Laut Mati yang berair asin, Danau Thabariyyah berair tawar. Tak pelak, danau ini menjadi sumber air utama di Israel. Air danau tersebut, sejak tahun 1964 silam, dikuras secara ambisius oleh perusahaan nasional Israel, HaMovil HaArtzi, dan dialirkan ke berbagai penjuru Israel, lewat pipa raksasa, kanal, terowongan, hingga waduk buatan dan stasiun-stasiun pemompaan berskala besar.
Kini, setiap hari, rata-rata 1,7 juta meter kubik air dikuras dari Danau Thabariyyah, atau sekitar 400 juta meter kubik per tahun. Akibatnya, debit airnya terus menurun. Dan, penurunan diperkirakan bakal terus terjadi karena konsumsi air terus naik akibat peningkatan populasi, baik karena kelahiran, migrasi orang orang Yahudi dari berbagai penjuru dunia menuju Israel, maupun kebutuhan in dustri dan pertanian.
Sesekali memang terjadi peningkatan debit air di danau tersebut jika iklim dan cuaca mendukung, seperti curah hujan yang tinggi dan musim dingin. Namun, hingga kini kondisi permukaanya masih bertengger di garis merah.
Harian terkemuka Israel, Haaretz, melaporkan bahwa dalam empat tahun terakhir, terjadi kekurangan air yang parah di Israel, yang penurunannya mencapai 90 persen. Sebuah persoalan serius bagi negara Zionis tersebut.
Masih untung, curah hujan cukup tinggi dalam dua tahun terakhir, sehingga debit air Danau Thabariyyah masih mengalami peningkatan. Pada akhir 2013 lalu, permukaan Danau Thabariyyah naik setinggi 1,22 meter dibanding tahun sebelumnya, demikian laporan Haaretz. Tapi, kondisi tersebut masih tetap mengkhawatirkan. Maka, agar penurunan debit air Danau Thabariyyah ke level yang berbahaya tidak terus terjadi, banyak kalangan di Israel menyerukan untuk mengurangi pemompaan air dari sumber sumber natural seperti Danau Thabariyyah dan air bawah tanah, dan mulai beralih ke penyulingan air laut. Apalagi, air Danau Thabariyyah juga berada dalam risiko menjadi asin oleh semburan mata air asin di bawah danau.
Selain dari mata air bawah tanah, sumber air utama yang masuk ke Danau Thabariyyah berasal dari Sungai Yordan yang mengalir dari utara ke selatan. Pada 1964 silam, ketika Israel mulai menguras Danau Thabariyyah dalam skala besar, negara-negara Arab yang marah oleh pendudukan Palestina, juga membuat rencana terhadap danau itu.
Suriah –yang menjalankan rencana Liga Arab— membangun perusahaan yang bertugas mengalihkan aliran air ke Danau Thabariyyah. Yaitu dengan membelokkan aliran Sungai Hasbani dan Sungai Banis, ke arah Yarmuk. Sehingga, air dari kedua sungai tersebut tak masuk ke Sungai Yordan, yang bakal berlanjut ke Danau Thabariyyah.
Langkah Suriah tersebut, juga berbagai peristiwa lain, menjadi salah satu pemicu Perang Enam Hari antara negaranegara Arab dengan Israel, pada 1967 silam. Maka, untuk mengamankan sumber air tersebut, pada 1967 silam, Israel merebut Dataran Tinggi Golan.
Artikel Lainnya:
Ada Kabar Apa?
Catatan Haji Eramuslim 1428H: Menanti Imam Mahdi di Makkah (Tamat)
Berbagai hadits shahih menyatakan bahwa Imam Mahdi akan hadir
di Makkah dan dibaiat para pemuda yang berjumlah 313 orang, suatu jumlah
yang sama dengan jumlah pasukan kaum Muslimin dalam Perang Badr.
Hadirnya Imam Mahdi di Makkah diduga kuat di saat pelaksanaan musim
haji, karena di musim haji inilah umat Islam dari segala penjuru dunia
berkumpul di Baitullah untuk merapatkan shaft, menyatukan niat, dan
semata-mata beribadah guna meninggikan keimanan dan menegakkan
kalimatullah.
Ibadah haji bukan semata ibadah ruhiyah, namun juga memiliki nilai
strategis politis dalam perjuangan umat Islam sedunia menuju Pan Islam
(Persatuan Islam). Saat berkumpul di sekitar Baitullah, tidak ada lagi
yang namanya umat Islam Indonesia, umat Islam Turki, umat Islam Inggris,
umat Islam Afrika, umat Islam Cina, dan sebagainya. Semuanya adalah
umat Islam. Titik.
Dalam perjuangan negara-negara Selatan menghadapi penjajahan dan
imperialisme negara-negara Utara di masa awal dan pertengahan abad ke-20
Masehi, pelaksanaan ibadah haji kerap digunakan sebagai sebuah momen
akbar pertemuan para tokoh perjuangan Dunia Islam untuk menyatukan niat
dan hati, menyatukan langkah, mengatur strategi perjuangan, untuk
bersama-sama bisa berjuang membebaskan negeri Muslim dan mengusir para
“penjajah kafir”. Tokoh-tokoh perjuangan Indonesia seperti Agus Salim
dan M. Natsir mengalami fase-fase ini.
Di saat umat Islam sedunia bertemu di Makkah, di saat umat Islam
sedunia menanggalkan chauvinisme dan keashobiyahan duniawinya, di saat
seperti itulah Imam Mahdi akan muncul dan dibaiat di depan Baitullah.
Pembai’atan ini tentu tidak disukai penguasa Semenanjung Arab yang
langsung mengirim pasukannya untuk menangkap para pemuda itu. Namun
Allah SWT akan membenamkan ke dalam bumi pasukan tersebut dan hanya
menyisakan dua orang yang nantinya akan menceritakan kepada warga dunia
bahwa teman-teman mereka telah tenggelam ke dalam bumi. Begitu kabar ini
tersiar, semua orang akan gempar. Namun bagi kaum Muslimin yang paham
tentang hadits-hadits shahih tentang munculnya Imam Mahdi, mereka akan
sadar bahwa Imam Mahdi telah muncul. Dengan sesegera mungkin mereka akan
berangkat memenuhi Baitullah untuk membai’atnya.
Kedatangan Imam Mahdi tentu ada syarat-syarat atau tanda-tandanya. Di
antaranya adalah mengeringnya sungai Eufrat yang melintasi Irak dan
ditemukannya gunung emas di bawah sungai itu. Nanti akan berduyun-duyun
pasukan dari berbagai bangsa memperebutkan emas tersebut. Tiap seratus
manusia datang, 99 di antaranya menemu kematian akibat berebut emas.
Rasulullah Saw melarang umat-Nya ikut-ikutan dalam keserakahan itu.
Dajjal sendiri sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW. Sebuah hadits
shahih yang panjang, diriwayatkan oleh Muslim dari Fathimah binti Qais,
menyatakan bahwa ada seorang pengembara Nasrani (bukan Kristen) yang
terdampar di sebuah pantai, ia turun dari kapalnya kemudian bertemu
dengan binatang aneh. Binatang itu mengantarkannya ke sebuah biara.
Di biara ada seorang lelaki yang terpasung yang langsung bertanya,
“Apakah sungai Tiberias sudah mengering? Apakah sudah muncul seorang
lelaki yang bernama Muhammad yang disebut sebagai Nabi akhir zaman?
Apakah lelaki itu sudah diusir oleh penduduk di negerinya sendiri?”
Pengembara Nasrani itu penasaran, kemudian dia menelusuri Jazirah Arab
untuk mencari lelaki yang dimaksud. Dia pun bertemu Muhammad SAW. Dia
bertanya kepada Nabi, “Siapa orang yang dipasung itu?”
“Dialah Dajjal, ” ujar Nabi SAW. Namun Nabi SAW mengingatkan bahwa Dajjal tidak akan muncul sebelum Imam Mahdi keluar.
Tanda-tanda lainnya tentang saat kedatangan Imam Mahdi adalah
terbunuhnya seorang khalifah. Namun kekhalifahan kini sudah tidak ada.
Bisa jadi itu sebutan lain bagi seorang pemimpin negeri Muslim yang
sangat nyata.
Empat Peperangan Besar
Ketika Imam Mahdi sudah dibai’at maka dia akan memimpin pasukan Islam
dalam empat perang besar yang tidak lama waktunya. Pertama, perang
melawan penguasa semenanjung Arab. Kedua, perang melawan penguasa zhalim
Persia. Ketiga, perang melawan Rum atau Eropa. Dan terakhir perang
melawan Dajjal dan 70 ribu tentara Yahudi. Semuanya dimenangkan pasukan
Islam dengan gemilang.
Ketika Imam Mahdi sedang berkonsolidasi di Damaskus (Suriah), waktu
shalat Shubuh tiba. Iqamat dikumandangkan, lalu Imam Mahdi hendak maju
menjadi imam. Muncul tanda besar kedua akan terjadinya hari kiamat,
yaitu Isa ‘Alaihissallam (As) turun di Menara Putih, masjid sebelah
timur Damaskus.
Imam Mahdi memohon agar Isa yang menjadi imam shalat. Namun Isa As
menolak, “Demi Allah, inilah kelebihan ummat Muhammad, sebagian engkau
menjadi pemimpin sebagian ummat lainnya. Engkau pemimpin ummat ini, Imam
Mahdi, Engkau yang memimpin shalat. Aku menjadi ma’mum. “
Sesudah shalat, mereka bertolak menuju hari bertemunya dua pasukan.
Yaitu pasukan kaum Muslimin yang dipimpin Imam Mahdi dan Nabi Isa As,
melawan pasukan Yahudi yang dipimpin Dajjal. Perang ini akan berlangsung
di dekat Masjidil Aqsha atau Baitul Maqdis, di sekitar bukit Armagido,
dan sebab itu peperangan akhir zaman tersebut juga akrab disebut sebagai
Perang Armageddon.
Dajjal akan tewas ditusuk tombak oleh Nabi Isa As di pintu Lod, salah
satu gerbang Baitul Maqdis. Nabi Isa As lalu mengangkat tinggi-tinggi
tombak itu, agar orang-orang yang selama ini percaya pada Dajjal dan
menganggapnya sebagai Tuhan, menyadari kesalahannya. Kekhalifahan Islam
pun berdiri untuk terakhir kalinya. Kemakmuran akan terjadi di
mana-mana. Pada masa itu tetap ada orang kafir, sampai pada masa
tertentu Allah SWT mendatangkan tanda akhir zaman, yaitu hembusan angin
sepoi-sepoi dari arah Yaman (selatan).
Hal ini terjadi setelah wafatnya Isa As. Semua orang Islam, walau
yang hanya punya keimanan sebiji zarah, akan menghirup udara itu dan
meninggal dengan penuh damai. Itulah akhir dari umur umat Islam.
Kiamat
Setelah umat Islam habis di dunia fana, maka tinggalah kini dunia
dihuni oleh orang kafir. Kemaksiatan dan kekacauan terjadi di mana-mana,
karena tidak ada lagi yang mengerjakan amar ma’ruf nahiy munkar.
Rasulullah SAW menggambarkan, saat itu manusia tak akan malu-malu
bersenggama seperti keledai di jalanan. Makkah dan Madinah dihancurkan,
sehingga datanglah kiamat yang sangat mengerikan. Berakhirlah segala
kehidupan di dunia fana ini.
Sudahkah kita mempunyai bekal yang cukup guna menghadapi satu di hari
yang pasti terjadi, yang tidak ada seorang pun mengetahui kapan itu
terjadi, yang mungkin saja terjadi esok atau beberapa jam setelah Anda
membaca tulisan ini. Marilah kita membersihkan niat ibadah kita,
semata-mata hanya untuk Islam dan Allah SWT, bukan untuk perkara-perkara
yang amat sangat murah dan sepele seperti halnya kursi kekuasaan yang
hanya akan membuat kita lalai dalam mengingat Allah SWt dan umat-Nya.
Wallahu’alam bishawab.(m/tamat) < 1 2 >
Danau Tiberias Sudah Mulai Mengering !!!
Inilah KUNCI yang di izinkan oleh Allah SWT agar DAJJAL segera Lepas dari RANTAI yg selama ini Mengikatnya.
sekarang ini pemerintah Israel sangat khawatir karena keberadaan air Danau Tiberias sudah kian menepis dan hanya bisa bertahan kurang-lebih 10 tahun dari sekarang 2012.
Jika kita click http://www.savethekinneret.com/
kita akan temukan peringatan dari pemerintah Israel kepada segenap warganya sebagai berikut :
Tapi bagi setiap muslim-mukmin yang peduli dengan tanda-tanda Akhir Zaman informasi ini sangat berharga dan sangat serius.
Mengapa?
Karena dalam sebuah hadits panjang yang diriwayatkan oleh Imam Muslim terdapat kata “Danau Tiberias”.
Dan hadits tersebut berkaitan erat dengan bakal keluarnya fitnah paling dahsyat sepanjang zaman, yaitu Fitnah al-Masih Ad-Dajjal…!!!
Hadits tersebut sangat panjang.
Telah disampaikan kepada kami lbn Buraidah dan Amir bin Syurahbil asy-Sya’bi, kabilah Hamdan bahawa dia pernah bertanya kepada Fathimah binti Qais, saudara perempuan adh-Dhahhak bin Qais dan termasuk kelompok perempuan pada hijrah pertama.
Setelah selesai solat, Rasulullah saw, duduk di mimbar. Sambil tersenyum beliau bersabda. “Hendaklah setiap orang tinggal di tempat salatnya. ’Selanjutnya beliau bersabda,’ Apakah kamu semua mengetahui sebab aku mengumpulkan kamu? Mereka menjawab, “Hanya Allah dan RasulNya yang lebih mengetahui. ’Beliau bersabda, ’Sesungguhnya aku, demi Allah tidak mengumpulkan kamu semua bukan kerana ada pengharapan ataupun ketakutan. Melainkan aku mengumpulkan kamu adalah kerana Tamim ad-Dari, yang dahulunya seorang Nasrani, datang untuk berbai’at masuk Islam. Dia menceritakan kepadaku seperti apa yang telah aku sampaikan kepada kamu semua tentang Dajjal.
Dia menceritakan kepadaku bahawa dia mengemudi sebuah perahu bersama 30 orang dari Lakhm dan Judzam. Mereka dipermainkan ombak selama sebulan di laut. Lalu mereka berlabuh menuju suatu pulau di laut itu sampai terbenam matahari. Mereka dudukduduk di pantai dekat perahu. LaIu mereka naik ke pulau itu. Maka mereka didatangi seekor binatang yang banyak bulunya yang mereka tidak dapat membezakan mana bahagian depan dan mana bahagian belakangnya.
Mereka berkata,
“Celaka kau, apakah kamu ini ?
Binatang itu menjawab.
‘Aku adalah mata-mata.’
Mereka bertanya,
‘Mata-mata apa?”
Dia menjawab,
‘Wahai kaum, pergilah kepada orang yang berada di dalam gua, kenana dia merindukan berita dan kamu’
Tamim ad-Dari berkata, Ketika binatang itu menyebutkan kepada kami seseorang, kami meninggalkannya kerana mungkin dia adalah syaitan perempuan. Selanjutnya dia berkala, lalu kami berangkat segera hingga memasuki gua.
Tiba-tiba di dalamnya ada seorang manusia yang paling besar badannya dan diikat dengan rantai yang kuat. Kedua tangan dan lehernya disatukan dan diikat dengan besi di antara hingga kedua mata kakinya. Kami katakan, “Celaka kamu, makhluk apakah kamu ini? Dia menjawab, ”kamu telah mengetahui perihalku, kini beritahukan kepadaku, siapakah kamu ini ?
Mereka menjawab,”Kami adalah manusia dari Arab. Kami menaiki perahu lalu dihentam gelombang laut besar dan ombak mempermainkan kami selama sebulan. Kemudian kami berlabuh di pulaumu ini. Kami didatangi seekor binatang yang berbulu lebat sehingga tidak diketahui mana bahagian muka dan mana bahagian belakangnya.
> ia berkata: Beritahukan padaku tentang kurma Baisan.
> Kami bertanya: Tentang apanya yang kau tanyakan?
> Ia berkata : Aku bertanya pada kalian tentang kurmanya, apakah sudah berbuah?
> Kami menjawab: Ya. Ia berkata: Ingat, ia hampir tidak membuahkan lagi.
> Ia berkata: Beritahukan padaku tentang danau Thabari (Tiberias).
> Kami bertanya: Tentang apanya yang kau tanyakan?
> Ia menjawab: Apakah ada airnya? Mereka menjawab: Airnya banyak.
> Ia berkata: Ingat, airnya hampir akan habis.
> Ia berkata: Beritahukan padaku tentang mata air Zughar.
> Mereka bertanya: Tentang apanya yang kau tanyakan?
> Ia berkata: Apakah disana ada airnya dan apakah penduduknya bercocok tanam dengan air itu?
> Kami menjawab: Ya, airnya banyak dan penduduknya bercocok tanam dengan air itu.
> Ia berkata: Beritahukan padaku tentang Nabi orang-orang buta huruf, bagaimana keadaannya?
> Mereka menjawab: Ia telah muncul dari Makkah dan tinggal di Yatsrib.
> Ia bertanya: Apakah orang-orang arab memeranginya? Kami menjawab: Ya.
> Ia bertanya: Apa yang mereka lakukan terhadapnya? Lalu kami memberitahunya bahwa beliau menang atas bangsa arab di sebelahnya dan mereka menaatinya.
> Ia bertanya pada mereka: Itu sudah terjadi? Kami menjawab: Ya.
Ia berkata: INGAT, sesungguhnya itu baik bagi mereka untuk menaatinya. Aku akan beritahukan pada kalian siapa aku.
Aku akan memberitahukan kepada kamu mengenai diriku. Aku ini adalah aI-Masih ad DAJJAL. Aku hampir akan diizinkan keluar, maka aku akan keluar. Lalu aku akan berjalan di muka bumi. Aku tidak melalui sesuatu kampung melainkan aku tinggal selama 40 malam kecuali kola Mekah dan Thaibah (Madinah). Kedua kota itu diharamkan atasku. Setiap aku akan memasuki salah satu kota itu, aku dihadang oleh malaikat yang memegang pedang untuk memenggalku. Di setiap celah kedua kota itu dijaga oleh para malaikat.”
Fathimah berkata, “Sambil memukulkan tongkatnya pada mimbar, Rasulullah saw bersabda.”lni adalah Thaibah, yakni kota Madinah. lngatlah, apakah hal itu telah aku sampaikan kepada kamu?”
o r a n g r a m a i menjawab :”Benar.”
Nabi Muhammad saw bersabda,”Sungguh cerita Tamim itu sesuai dengan apa yang telah aku sampaikan kepada kamu, juga mengenai kota Mekah dan Madinah. Ketahuilah sesungguhnya Dajjal itu berada di Laut Syam atau di Laut Yaman, bukan dari arah timur, dari arah timur, dari arah timur.” Baginda mengisyaratkan dengan tangannya ke arah timur.”Selanjutnya Fathimah berkata, ”Maka aku menghafalkan hadis ini dari Rasulullah.” Hadis riwayat Muslim.
Kemudian Tamim ad-Dari pergi bersama kawan-kawannya dan tidak kembali lagi ke pulau itu. Kalaupun mereka berflkir untuk kembali ke pulau itu, mereka tidak akan dapat sampai ke pulau itu, walaupun mereka mempunyai pengalaman belayar. Sebab setelah peristiwa ini pulau tersebut menjadi jauh untuk sampai ke situ. Ombak-ombaknya digerakkan dengan kekuasaan Allah swt. Seakan-akan ombak itu sendiri adalah perahu yang bergerak di lautan. Allah menetapkan bahawa tidak ada seorang pun yang datang ke pulau itu setelah Dajjal ada di dalamnya.
Berdasarkan hadits shahih di atas berarti Ad-Dajjal telah mengungkap kunci-kunci kejadian yang menjadi indikator kapan ia bakal diizinkan untuk keluar dan menebar fitnah-fitnahnya.
Dan salah satu indikator sudah dekatnya saat Ad-Dajjal keluar ialah bilamana air Danau Tiberias telah mengering
Sedangkan saat ini jelas kondisi tersebut sudah hampir menjadi kenyataan….!
Silahkan dilihat grafik level air Danau Tiberias yang kian menyurut sejak tahun 2007 hingga 2012 (Kinneret Water Levels 2007-2012).
Laut Galilea, juga Kinneret, Danau Genesaret, atau Danau Tiberias (Ibrani:יָם כִּנֶּרֶתYahudi-Aramic:יַמּא דטבריא, Arab:بحيرة طبرية),adalah danau air tawar terbesar diIsrael, dan ia adalah sekitar 53km (33mil)l ingkar,sekitar 21km(13mil) panjang, dan 13 km (8,1mil) lebar. Danau ini memilikiluas wilayah 166km2(64sq mi), dan kedalaman maksimumsekitar 43m(141kaki).Air dari Danau Tiberias merupakan sumber utama air bersih bagi bangsa Yahudi dan pemerintah Zionis Israel.
sekarang ini pemerintah Israel sangat khawatir karena keberadaan air Danau Tiberias sudah kian menepis dan hanya bisa bertahan kurang-lebih 10 tahun dari sekarang 2012.
Jika kita click http://www.savethekinneret.com/
kita akan temukan peringatan dari pemerintah Israel kepada segenap warganya sebagai berikut :
Danau Kinneret, waduk utama air bersih Israel kian mengering ! Bertahun-tahun curah hujan di bawah rata-rata telah menyebabkan level airberada di “garis hitam,” dimana air tidak bakal dapat dipompa lagi tanpa menyebabkan kerusakan parah pada pasokan air secara keseluruhan. Meskipun ada rencana untuk membangun pabrik desalinasi, ia tidak akan beroperasi selama beberapa tahun,sehingga menjadi tugas kita bersama untuk menghemat air !Mungkin bagi sebagian orang informasi ini dianggap tidak penting bahkan tidak menjadi urusannya.
Tapi bagi setiap muslim-mukmin yang peduli dengan tanda-tanda Akhir Zaman informasi ini sangat berharga dan sangat serius.
Mengapa?
Karena dalam sebuah hadits panjang yang diriwayatkan oleh Imam Muslim terdapat kata “Danau Tiberias”.
Dan hadits tersebut berkaitan erat dengan bakal keluarnya fitnah paling dahsyat sepanjang zaman, yaitu Fitnah al-Masih Ad-Dajjal…!!!
Hadits tersebut sangat panjang.
Telah disampaikan kepada kami lbn Buraidah dan Amir bin Syurahbil asy-Sya’bi, kabilah Hamdan bahawa dia pernah bertanya kepada Fathimah binti Qais, saudara perempuan adh-Dhahhak bin Qais dan termasuk kelompok perempuan pada hijrah pertama.
Setelah selesai solat, Rasulullah saw, duduk di mimbar. Sambil tersenyum beliau bersabda. “Hendaklah setiap orang tinggal di tempat salatnya. ’Selanjutnya beliau bersabda,’ Apakah kamu semua mengetahui sebab aku mengumpulkan kamu? Mereka menjawab, “Hanya Allah dan RasulNya yang lebih mengetahui. ’Beliau bersabda, ’Sesungguhnya aku, demi Allah tidak mengumpulkan kamu semua bukan kerana ada pengharapan ataupun ketakutan. Melainkan aku mengumpulkan kamu adalah kerana Tamim ad-Dari, yang dahulunya seorang Nasrani, datang untuk berbai’at masuk Islam. Dia menceritakan kepadaku seperti apa yang telah aku sampaikan kepada kamu semua tentang Dajjal.
Dia menceritakan kepadaku bahawa dia mengemudi sebuah perahu bersama 30 orang dari Lakhm dan Judzam. Mereka dipermainkan ombak selama sebulan di laut. Lalu mereka berlabuh menuju suatu pulau di laut itu sampai terbenam matahari. Mereka dudukduduk di pantai dekat perahu. LaIu mereka naik ke pulau itu. Maka mereka didatangi seekor binatang yang banyak bulunya yang mereka tidak dapat membezakan mana bahagian depan dan mana bahagian belakangnya.
Mereka berkata,
“Celaka kau, apakah kamu ini ?
Binatang itu menjawab.
‘Aku adalah mata-mata.’
Mereka bertanya,
‘Mata-mata apa?”
Dia menjawab,
‘Wahai kaum, pergilah kepada orang yang berada di dalam gua, kenana dia merindukan berita dan kamu’
Tamim ad-Dari berkata, Ketika binatang itu menyebutkan kepada kami seseorang, kami meninggalkannya kerana mungkin dia adalah syaitan perempuan. Selanjutnya dia berkala, lalu kami berangkat segera hingga memasuki gua.
Tiba-tiba di dalamnya ada seorang manusia yang paling besar badannya dan diikat dengan rantai yang kuat. Kedua tangan dan lehernya disatukan dan diikat dengan besi di antara hingga kedua mata kakinya. Kami katakan, “Celaka kamu, makhluk apakah kamu ini? Dia menjawab, ”kamu telah mengetahui perihalku, kini beritahukan kepadaku, siapakah kamu ini ?
Mereka menjawab,”Kami adalah manusia dari Arab. Kami menaiki perahu lalu dihentam gelombang laut besar dan ombak mempermainkan kami selama sebulan. Kemudian kami berlabuh di pulaumu ini. Kami didatangi seekor binatang yang berbulu lebat sehingga tidak diketahui mana bahagian muka dan mana bahagian belakangnya.
> ia berkata: Beritahukan padaku tentang kurma Baisan.
> Kami bertanya: Tentang apanya yang kau tanyakan?
> Ia berkata : Aku bertanya pada kalian tentang kurmanya, apakah sudah berbuah?
> Kami menjawab: Ya. Ia berkata: Ingat, ia hampir tidak membuahkan lagi.
> Ia berkata: Beritahukan padaku tentang danau Thabari (Tiberias).
> Kami bertanya: Tentang apanya yang kau tanyakan?
> Ia menjawab: Apakah ada airnya? Mereka menjawab: Airnya banyak.
> Ia berkata: Ingat, airnya hampir akan habis.
> Ia berkata: Beritahukan padaku tentang mata air Zughar.
> Mereka bertanya: Tentang apanya yang kau tanyakan?
> Ia berkata: Apakah disana ada airnya dan apakah penduduknya bercocok tanam dengan air itu?
> Kami menjawab: Ya, airnya banyak dan penduduknya bercocok tanam dengan air itu.
> Ia berkata: Beritahukan padaku tentang Nabi orang-orang buta huruf, bagaimana keadaannya?
> Mereka menjawab: Ia telah muncul dari Makkah dan tinggal di Yatsrib.
> Ia bertanya: Apakah orang-orang arab memeranginya? Kami menjawab: Ya.
> Ia bertanya: Apa yang mereka lakukan terhadapnya? Lalu kami memberitahunya bahwa beliau menang atas bangsa arab di sebelahnya dan mereka menaatinya.
> Ia bertanya pada mereka: Itu sudah terjadi? Kami menjawab: Ya.
Ia berkata: INGAT, sesungguhnya itu baik bagi mereka untuk menaatinya. Aku akan beritahukan pada kalian siapa aku.
Aku akan memberitahukan kepada kamu mengenai diriku. Aku ini adalah aI-Masih ad DAJJAL. Aku hampir akan diizinkan keluar, maka aku akan keluar. Lalu aku akan berjalan di muka bumi. Aku tidak melalui sesuatu kampung melainkan aku tinggal selama 40 malam kecuali kola Mekah dan Thaibah (Madinah). Kedua kota itu diharamkan atasku. Setiap aku akan memasuki salah satu kota itu, aku dihadang oleh malaikat yang memegang pedang untuk memenggalku. Di setiap celah kedua kota itu dijaga oleh para malaikat.”
Fathimah berkata, “Sambil memukulkan tongkatnya pada mimbar, Rasulullah saw bersabda.”lni adalah Thaibah, yakni kota Madinah. lngatlah, apakah hal itu telah aku sampaikan kepada kamu?”
o r a n g r a m a i menjawab :”Benar.”
Nabi Muhammad saw bersabda,”Sungguh cerita Tamim itu sesuai dengan apa yang telah aku sampaikan kepada kamu, juga mengenai kota Mekah dan Madinah. Ketahuilah sesungguhnya Dajjal itu berada di Laut Syam atau di Laut Yaman, bukan dari arah timur, dari arah timur, dari arah timur.” Baginda mengisyaratkan dengan tangannya ke arah timur.”Selanjutnya Fathimah berkata, ”Maka aku menghafalkan hadis ini dari Rasulullah.” Hadis riwayat Muslim.
Kemudian Tamim ad-Dari pergi bersama kawan-kawannya dan tidak kembali lagi ke pulau itu. Kalaupun mereka berflkir untuk kembali ke pulau itu, mereka tidak akan dapat sampai ke pulau itu, walaupun mereka mempunyai pengalaman belayar. Sebab setelah peristiwa ini pulau tersebut menjadi jauh untuk sampai ke situ. Ombak-ombaknya digerakkan dengan kekuasaan Allah swt. Seakan-akan ombak itu sendiri adalah perahu yang bergerak di lautan. Allah menetapkan bahawa tidak ada seorang pun yang datang ke pulau itu setelah Dajjal ada di dalamnya.
Berdasarkan hadits shahih di atas berarti Ad-Dajjal telah mengungkap kunci-kunci kejadian yang menjadi indikator kapan ia bakal diizinkan untuk keluar dan menebar fitnah-fitnahnya.
Dan salah satu indikator sudah dekatnya saat Ad-Dajjal keluar ialah bilamana air Danau Tiberias telah mengering
Sedangkan saat ini jelas kondisi tersebut sudah hampir menjadi kenyataan….!
Silahkan dilihat grafik level air Danau Tiberias yang kian menyurut sejak tahun 2007 hingga 2012 (Kinneret Water Levels 2007-2012).

Dan kurang-lebih 10 Tahun ke depan (2012-2022) air Danau Tiberias akan Habis…!!!
Jadi, 10 tahun mulai dari sekarang air tesebut akan digunakan untuk apa ??
Wallahu’alam bissawab…
Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda, “Siapa yang mendengar (kedatangan) Dajjal hendaklah menjauhinya. Demi Allah, seorang laki-laki benar-benar akan mendatangi Dajjal dan mengira bahwa ia adalah seorang mukmin, lalu ia akan mengikuti setiap syubhat yang ditebarkannya.” (Hadits Shahih RiwayatAbu Daud No. 3762)
Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda, “Jika salah seorang di antara kalian selesai dari tasyahhud akhir, maka mintalah perlindungan kepada Allah dari empat perkara, yaitu; siksa jahannam, siksa kubur, fitnah kehidupan dan kematian, dan keburukan Al Masih Ad Dajjal.” (Hadits Shahih RiwayatMuslim No. 926)
Bunyi doanya ialah:
اللهم إني أعوذبك بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ
الْقَبْرِوَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ
الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ
“Ya Allah, aku berlindung kpd-Mu dari azab jahannam, dan azab
kubur, dan fitnah kehidupan dan kematian dan dari jahatnya fitnah
Al-Masih Ad-Dajjal.” (Hadits Shahih Riwayat Muslim No. 923)
مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِسُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنْ الدَّجَّا
Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda, “Siapa yang menghafal sepuluh
ayat dari awal surat Al- Kahfi, maka ia akan terpelihara dari
(kejahatan) Ad-Dajjal.” (Hadits Shahih RiwayatMuslim No. 1342)
jadikanlah ini sebagai peringatan bahwa sudah jelas nabi muhammad saw menjelaskan bahwa abad kita sudah ada di akhir zaman, dan tanda kiamat pun sudah ada terlihat di zaman nabi dahulu kala, bukan berarti tanda2 kiamat baru ada di abad 18 atau baru baru ini. bahwa sesungguhnya dajjal itu sudah hidup dibumi ini sejak jaman nabi, dan dia diberi keistimewaan akan hidup terus smpai akhir dunia, dajjal yg dikurung di suatu pulau yang hanya allah swt yang tahu dan bangsa yajuj & majuj yang dikurung ditembok besi antara 2 gunung pun sudah menunggu akan dibebaskan nya mereka di hari yg dijanjikan allah swt.
semoga kita adalah hamba hamba yang selalu dilindungi allah swt dari siksa neraka, azab kubur, dan kejamnya fitnah al-masihi ad-dajjal. amin yarobbalallamin :)
assalamuallaikum wrwb
jadikanlah ini sebagai peringatan bahwa sudah jelas nabi muhammad saw menjelaskan bahwa abad kita sudah ada di akhir zaman, dan tanda kiamat pun sudah ada terlihat di zaman nabi dahulu kala, bukan berarti tanda2 kiamat baru ada di abad 18 atau baru baru ini. bahwa sesungguhnya dajjal itu sudah hidup dibumi ini sejak jaman nabi, dan dia diberi keistimewaan akan hidup terus smpai akhir dunia, dajjal yg dikurung di suatu pulau yang hanya allah swt yang tahu dan bangsa yajuj & majuj yang dikurung ditembok besi antara 2 gunung pun sudah menunggu akan dibebaskan nya mereka di hari yg dijanjikan allah swt.
semoga kita adalah hamba hamba yang selalu dilindungi allah swt dari siksa neraka, azab kubur, dan kejamnya fitnah al-masihi ad-dajjal. amin yarobbalallamin :)
assalamuallaikum wrwb
Sungai Tiberias(Galilee) Mengering Petanda Kiamat Semakin Hampir
Assalamualaikum w.b
artikel ini Rojulullah jumpa dalam Group Stam SAMTKKB '10 oleh sahabat Rojulullah
mari sama-sama kita baca...SANGAT MENGGEMPARKAN!!!
artikel ini Rojulullah jumpa dalam Group Stam SAMTKKB '10 oleh sahabat Rojulullah
mari sama-sama kita baca...SANGAT MENGGEMPARKAN!!!
Tulisan asal artikel ini adalah dari zameer fisabilillah…but I don’t know what is his link
so that’s why tak dapat nak link kan nama dia di sini.
so that’s why tak dapat nak link kan nama dia di sini.
Kenapa
kita perlu meninjau kepada paras air di Tasik Galilee? Apa istimewanya
Laut ini kepada kita orang Islam? Saya cuba mendapatkan beberapa
pandangan dari beberapa sumber yang saya kira boleh dikongsi untuk
kebaikan kita semua. Yang baik itu datangnya dari Allah dan yang buruk
itu dari kelemahan penulis ini sendiri. Insya Allah...
Assalamualaikum
semua wahai hamba Allah s.w.t. yang sedang membaca berita bermanfaat
ini menerusi alam maya. Salam peringatan dari saya kepada semua sahabat
dunia dan akhirat.
Hari
ini saya akan dedahkan secara terbuka kepada semua pembaca mengenai
Tasik Galilee, sebuah tasik yang dikelilingi darat sedang pun mengering
dengan derasnya ketika ini. Nama lain bagi tasik ini ialah
- Lake of Gennesaret
- Lake Kinneret
- Sea of Tiberias
Ada satu hadis sahih yang saya sengaja tidak tunjukkan di sini, hadis
itu memberitahu saya dan anda semua, bahawa apabila keringnya tasik ini
maka tunggulah kamu akan turunnya Al-Masih Isa, itulah saatnya dan
perhatikanlah tasik ini sebagai antara sempadan begitu hampirnya
tanda-tanda besar. Carilah hadis sahih ini sampai dapat, dan bila anda
tahu dan menjumpai hadis ini, pada ketika anda tahu itu, anda pasti
dalam ketakutan yang amat sangat. Apa yang menjadi kerisauan saya
sekarang ialah tasik ini sudah pun kering dengan derasnya setiap hari
turun beberapa milimeter sejak tahun 2000 masihi lagi dan 10 tahun telah
pun berlalu...
Saudara serumpunku, anda semua harus beringat, bila tasik ini kering,
maka itulah saat di mana Nabi Isa akan turun ke planet bumi untuk
membantu Imam Mahadi, memburu dajjal ke seluruh pelusuk bumi.
Saya ingatkan lagi, hadis ini amatlah sahih, sedangkan tiada satu pun
ulamak di Tanah Melayu berani membongkar hadis sahih ini, dengan kata
lain, mereka tahu tapi mereka kurang keberanian kerana hakikat itu
jelas, Tasik Galilee sedang kering dengan lajunya, dan mengikut kajian
sains, tasik ini akan kering dalam tempoh masa 50 tahun sahaja dan
menemui dasar permukaan bawahnya, dan ketika itulah Nabi Isa turun.
Dan anda semua perlu faham, sebelum Nabi Isa turun dalam tempoh 50 tahun
akan datang (plus-minus), sudah pastilah proses-proses untuk menjadi
asbab perlunya baginda turun, asbab itu mestilah terjadi, Ini bermakna
wahai saudaraku sekalian, proses ini "sepatutnya" sudah berlaku…
- Tasik Galilee sedang mengering dengan derasnya setiap hari...
- ini bermakna sistem dajjal akan mencapai kemuncaknya (yang membolehkan dajjal muncul dengan sempurna)
-
bila dajjal akan keluar itu kita tak pasti, namun semua tanda kecil
& fitnah yang membolehkan dia keluar itu sudah pun wujud di
sekeliling kita, benarkan???
-
anda kena faham, banyak hadis sahih mengatakan pemuda dari timur yang
dilantik menjadi Imam Mahadi adalah dalam sekitar umurnya mencecah 40
tahun...
-
dan ini bermakna saya amat yakin, bahawa Imam Mahadi dari timur itu
sudah pun berada di kalangan kita, samada baginda di saat ini baru
dilahirkan? atau masih kanak-kanak? atau sedang belajar di sekolah
menengah, atau pun sedang dalam alam remaja, kita tak pasti...
-Ingatlah,
saya menyampaikan mesej ini di dalam alam maya tidak lain tidak bukan,
ingin mengajak anda semua melangsaikan hutang secepat mungkin sebelum
nibiru melintasi orbit kita, kerana atas sebab lintasan itulah, maka
gerhana matahari & gerhana bulan akan berlaku serentak, dan kamu
wahai orang muslim, tentu di saat itu sedar, bahawa di masa 2-3 tahun
lepas, ada manusia pernah memberitahu anda tentang hal ini, namun anda
mungkin terlambat dan mengabaikannya di saat itu...
-dan
kerana itulah saya hadir untuk menyedarkan ramai saudara-saudaraku,
rakan-rakan, semua hamba Allah dan ramai dari mereka sebelum saat itu
tiba, menjelma tanpa kita duga...
![]() |
| Tasik yang semakin mengering |
Ketahuilah mereka bertiga ialah:
- Al Masih Imam Mahadi
- Al Masih Dajjal
- Al Masih Isa
Ingatlah kawan-kawan...sekiranya umur anda adalah sekitar 20-an 30-an
(pada hari ini), percayalah, dalam tempoh 50 tahun ini sahaja, semua
tanda-tanda untuk munculnya tanda-tanda besar, pasti 100% muncul di
zaman anda, samada anda ditakdirkan untuk mati sebelum peristiwa itu
muncul, atau anak-anak anda yang bakal berhadapan dengan ujian itu.
Ketahuilah, Tasik Galilee sudah pun mulai mengering sejak tahun 2000
masihi lagi, dan proses pengeringan ini amat dahsyat sehingga yahudi di
Israel meminta bantuan dunia untuk menaikkan kembali aras Tasik Galilee
ini dan 10 tahun sudah pun berlalu, ada baki lagi 40 tahun (plus-minus)
sebelum turunnya Nabi Isa ke planet bumi, dan anda harus ingat!!!
Sekali lagi saya ingatkan anda, bila Nibiru melalui nanti (diteorikan), 2
gerhana planet akan berlaku (diselidiki), iaitu bulan dan matahari
(dari pandangan mata di permukaan bumi), dan teori 2 gerhana pada tahun
80-an "akan bergabung" teori gerhana tahun 2012, dan sekiranya teori ini
benar-benar berlaku, maka sahlah dan lengkaplah semua tanda-tanda
kecil, dan kehadiran tanda-tanda besar pasti berlaku tanpa anda jangka.
Planet Nibiru (Planet-X) adalah planet yang dimaksudkan oleh Rasulullah
sebagai dua gerhana berlaku serentak yang memancarkan cahaya merah ke
bumi. Planet Nibiru ini tidak menghentam bumi tetapi tarikan gravitinya
yang sangat kuat akan menjahanamkan semua PANCARAN API yang terdapat
pada bumi. TANDA-TANDA BESAR KIAMAT? OBJEK MERAH KELIHATAN DI LANGIT.
Planet ini hanya akan lalu di antara bumi dan matahari dimana
kecerahannya berwarna kemerah-merahan seakan-akan anak matahari.
Sekiranya kehadiran planet besar ini melintas di antara orbit bumi &
matahari, gelombang-gelombang pancaran akan keluar, dan menjahanamkan
semua sistem-sistem dunia yang menggunakan elektronik atau pancaran api.
Ini bermakna, apa sahaja jentera langit dan bumi, asalkan yang
mempunyai saluran elektrik, akan dengan sendirinya tidak berfungsi,
satelit, jet pejuang, kapal laut enjin fuel system, kereta api,
motorsikal, kereta kebal, laptop, tenaga elektrik, handphone,
playstation tidak akan berfungsi lagi, dan anda akan kembali ke zaman
sebelum tibanya elektrik. Itu pun sekiranya anda masih hidup hasil dari
peristiwa ini, kerana dianggarkan 2/3 penduduk bumi akan lenyap pada
2012 hasil dari tindak balas berbahaya antara bumi dan Planet-X.
Ketahuilah,
kita ada tak sampai 40 tahun sahaja lagi sebelum Tasik Galilee kering
sepenuhnya, kita ada hanya purata 40 tahun sahaja lagi sebelum turunnya
Nabi Isa ke planet Bumi ini, dan anda kena faham lagi sekali, sebelum
Nabi Isa itu turun, sudah pastilah Imam Mahdi itu sudah pun ada di
keliling kita, dan sudah pastilah peperangan besar pasti terjadi, dan
sudah semestinya lah akibat perang itu, dengan sebab sistem yang lengkap
di sekeliling kita menyebabkan Dajjal itu pasti juga akan keluar, ya
kawan-kawan...dajjal akan muncul dulu sebelum turunnya Nabi Isa, dan
Imam Mahdi akan muncul dulu sebelum Dajjal keluar dari Khurasan, sekali
lagi saya ingatkan,anda hanya ada 40 tahun lebih sahaja sebelum 1 tanda
besar pertama keluar, bila satu tanda besar keluar, perhatikan
sekeliling anda, semua tanda-tanda kecil sudah lengkap kan? Bila satu
tanda besar keluar, akan datang tanda-tanda besar seterusnya tanpa
ragu-ragu...
Dan
ingatlah wahai Muslimin, doa Nabi Ibrahim makbul sehingga akhir zaman,
dari susur galur bagindalah berakhirnya Rasul terakhir Nabi Muhammad,
dari susur galur Nabi Muhammad lah, akan munculnya pemuda bernama
Muhammad Bin Abdullah (di zaman kita "mungkin"), yang mana dia sendiri
tak tahu dia adalah bakal Imam Mahdi, percayalah bahawa di dalam
darahnya ada kombinasi DNA Nabi Ibrahim & DNA Nabi Muhammad, kerana
mereka berdua dari keturunan yang sama, sedangkan Mahadi adalah waris
dari keturunan yang tak pernah meninggalkan Solat, carilah balik doa
Nabi Ibrahim itu, (ada dalam Al-quran) dan kerana itulah, Solat 5 Waktu
di tahiyat akhir, kita akan selalu bacakan nama 2 Nabi itu.
Benarlah kata-kata RASULULLAH s.a.w bahawa satu hari nanti bumi akan
hancur dan satu zaman dipanggil back to ancient berlaku di mana segala
teknologi pupus dan manusia akan kembali seperti zaman purba, berperang
dengan pedang cara kuno, menunggang kuda sebagai satu medium
pengangkutan...bersedialah kita umat islam...ALLAHHUAKBAR!
KAJIAN SAINS: Setelah saya membuat kajian, sekiranya kehadiran planet
besar ini dan melintas di antara orbit bumi & matahari,
gelombang-gelombang pancaran akan keluar, dan menjahanamkan semua
sistem-sistem dunia yang menggunakan elektronik atau pancaran api. Anda
akan kembali ke zaman sebelum tibanya elektrik. Ini pesanan saya lagi...
Tiada satu hadis pun menerangkan yang manusia akhir zaman berperang
dengan alat-alat yang selain pernah nabi sendiri gunakan. Sekiranya
kajian saya di atas berpandukan hadis, maka sudah tentulah bahawa apa
sahaja teknologi moden hari ini, persenjataan tercanggih, akan menjadi
tidak aktif dan hancur dari dunia ini...Maka hidup anda selepas
peristiwa besar ini berlaku, adalah satu kehidupan di mana anda bakal
hidup di zaman sebelum hadirnya elektrik, manusia akan kembali kepada
fitrah semula, dan mana-mana manusia yang tinggal di bandar, adalah
manusia yang paling rugi di kala itu kerana bandar yang duduki itu
sedang tenggelam, kerana itulah kita kena bina perkampungan Muslim
seperti banyak yang ada di Tanah Melayu...
Saya berpesan kepada anda sekali lagi, gunakan duit anda untuk:
Saya berpesan kepada anda sekali lagi, gunakan duit anda untuk:
-melangsaikan hutang dunia
-membeli tanah di kawasan pedalaman
-menguasai sungai-sungai dan pinggiran gunung
-membeli kuda seorang dua ekor
-mengasah pedang dan mencanai keris
-menguasai kembali teknik MEMANAH
-dan kembali mengajar anak-anak anda semua berenang
![]() |
| Tasik yang di maksudkan oleh Rasulullah |
![]() |
| Gambar Hiasan |
![]() |
| Gambar Hiasan |
![]() |
| Gambar Hiasan |
Pesanan
terakhir, langsaikan hutang secepat mungkin, tinggalkan bandar kalau
anda sudah ada tanah baru di pedalaman, kumpulkan kain-kain yang tahan
lama, ternak dan gembala kambing, ajar anak-anak menunggang kuda, simpan
cermin mata anda sebaik mungkin, banyakkan mencetak sebelum tibanya
hari tiada elektrik, banyakkan menulis dan berpesan pada jiran sebelah,
latihkan anak-anak Melayu kita dengan kemahiran memanah, banyakkan
berenang di waktu petang, minta maaf pada saudara-saudara terdekat dan
saudara-saudara jauh, kita kena cepat minta maaf (kerana apa pun boleh
jadi bila Dajjal menguasai hari ini)
Jadi mari kita renung-renungkan...
Sekian wassalam.
Sekian wassalam.
EMPAT NAMA UNTUK DANAU GALILEA
Alkitab banyak sekali menceritakan Danau Galilea berkaitan dengan
pelayanan Yesus bersama murid-murid-Nya, khususnya di beberapa kota
seperti
Galilea,
Kapernaum, Betsaida, Tabgha, Genesaret, dan lain-lain. Dengan luas
kira-kira 252 km2, danau itu menampung aliran air dari Sungai Yordan
yang berhulu di Gunung Hermon. Karena sumber airnya dari Sungai Yordan
itulah maka danau yang terletak 211 m di bawah permukaan laut itu airnya
tetap tawar, tidak seperti Laut Mati yang sangat asin. Danau Galilea
hingga kini menjadi sumber air utama bagi penduduk Israel dan
pertaniannya.
Dalam Alkitab disebutkan tiga nama lain dari Danau Galilea, yaitu Danau Tiberias, Danau Genesaret dan Danau Kinneret. Nama-nama yang berbeda dalam Alkitab itu bisa saja membingungkan orang awam ketika membaca Alkitab atau mendengar kisah dalam Alkitab, lalu membayangkan Yesus bersama murid-Nya berada di empat danau yang berbeda. Mungkin tak semua orang tahu bahwa keempat nama danau itu sebenarnya membicarakan danau yang sama.
Penamaan yang berbeda itu tentu saja ada ceritanya. Nama Danau Tiberias digunakan oleh masyarakat setempat sejak tahun 18 M, khususnya setelah di tepi barat Danau Galilea didirikan Kota Tiberias oleh Raja Herodes Antipas. Kota Tiberias adalah pelabuhan utama di Danau Galilea. Gedung-gedung yang indah dibangun sebagai ibukota Herodes, tetapi karena sebagian dibangun di atas tanah kuburan maka orang-orang Yahudi menganggapnya
najis
dan tidak mau mengunjungi kota itu. Dalam Alkitab Yesus pun tidak
pernah diceritakan mengunjungi kota itu. Nama Tiberias hanya disebut
tiga kali dalam Alkitab yaitu dalam Injil Yohanes.
Namun setelah runtuhnya Kota Yerusalem, Tiberias justru menjadi pusat pengajaran orang Yahudi. Benarkah kota itu pernah ada? Sisa bangunan Kota Tiberias kini masih dapat dilihat tak jauh dari pelabuhan Danau Galilea. Bangunan yang tersisa menyatu dalam taman-taman kota yang diatur dengan rapi. Tiberias adalah satu-satunya kota di tepi Danau Galilea yang masih ada hingga sekarang, kota lainnya sudah tak jelas sisanya.
Nama berikutnya ialah Danau Genesaret. Tidak terlalu sulit menelusuri asal nama itu karena di barat Kota Tiberias terdapat sebuah desa bernama Genesaret. Desa tersebut juga berada di tepi Danau Galilea, banyak nelayan Genesaret yang mendapatkan nafkahnya dari Danau Galilea.
Nama Kinneret hanya muncul dalam Kitab Perjanjian Lama yaitu di kitab Bilangan 34 dan Kinerot di kitab Yosua 12. Kinneret dalam bahasa Ibrani berarti alat musik ‘kecapi’. Mengenai asal kata kecapi ini ada dua versi cerita. Pertama, kata ‘kinneret’ dikaitkan dengan sejarah daerah Galilea yang pada masa lalu pernah sangat terkenal memiliki pemain-pemain kecapi yang hebat dan terkenal hingga ke kota-kota lainnya. Mereka sering diundang ke daerah lain untuk memainkan kecapinya. Karena begitu terkenalnya permainan kecapi itu maka orang kemudian menyebut danau yang terletak di Galilea itu dengan nama Danau Kinneret.
Versi kedua kata ‘kinneret’ berasal dari bentuk danaunya yang terlihat dari atas seperti bentuk alat musik kecapi. Memang jika dilihat dari udara, danau itu berbentuk seperti kecapi. Bentuk kecapi itulah yang membuat orang menyebutnya kinneret. Mana cerita yang benar tak perlu diperdebatkan, yang jelas kedua cerita tersebut berhubungan dengan alat musik kecapi.
Selain terkenal dalam bidang perikanan, Galilea terkenal maju dalam bidang pertaniannya. Petani umumnya para petani menguasai teknologi pertanian dan secara operasional mereka dipantau oleh sebuah organisasi semacam koperasi yang mengkoordinasi sistem pertanian hingga penjualan hasilnya. Organisasi itu berperan besar dalam pengembangan pertanian mereka. Hasil pertanian terbesar dari daerah itu ialah minyak zaitun murni (virgin olive oil). Minyak zaitun murni ialah minyak yang tidak mengandung kolesterol karena dihasilkan dari perasan minyak pertama yang keluar dari buah zaitun. Dapat kita bayangkan betapa luasnya perkebunan zaitun mereka, karena sebuah zaitun matang hanya mengandung 15% minyak dan sisanya 80% air, 5% protein, karbohidrat dan serat. Pohon zaitun baru bisa menghasilkan buah setelah berusia 4-5 tahun. Selain diambil buahnya, kayu zaitun menjadi bahan mentah untuk membuat berbagai barang kerajinan yang bernilai seni. Kerajinan kayu zaitun adalah salah satu souvenir khas Israel yang bisa diperoleh hampir di semua toko souvenir.
Kondisi Danau Galilea sekarang ini setiap hari sangat ramai dikunjungi turis. Sebuah rumah makan besar yang menghadap ke danau bisa menampung ratusan pengunjung. Rumah makannya biasa saja, tapi hebatnya bisa membuat turis bersemangat datang ke danau. Apa kehebatannya? Mereka menawarkan menu makan siang ‘ikan Petrus’. Nah, siapa yang tak tertarik makan ikan Petrus?
Semua orang sudah menunggu hidangan ikan Petrus goreng tepat di saat perut sudah bernyanyi. Semua pelayan rumah makan itu bekerja dengan sigap mirip suasana di rumah makan Padang. Tak perlu menunggu lama makanan pun segera tiba. Seperti apa sih ikannya? Ternyata ikan yang membuat penasaran itu sebenarnya hanyalah ikan mujair biasa yang digoreng agak kering. Ikan itu menjadi populer karena masuk dalam kisah mujizat yang dialami Petrus bersama Yesus di danau itu. Tiap pemesan bisa menikmati seekor ikan mujair goreng yang besar dan gurih, sambil memanjakan mata melihat keindahan pemandang-an Danau Galilea. Memang sensasinya lain.
Sambil bersantap siang kita bisa menikmati sebuah atraksi unik. Dengan melemparkan sedikit sisa makanan ke danau maka akan bermunculan ikan-ikan lele super besar berlompatan dan berebutan makanan. Jangan membayangkan ikan lele di sana sebesar ikan lele di Indonesia, karena pasti tidak cocok. Ikan lele adalah ikan yang haram bagi orang Yahudi karena tak bersisik, karena itu bisa tumbuh besar hingga seberat 10 kg. Wah, andai saja ikan sebesar itu ada di Indonesia bisa-bisa dianggap ikan keramat.
Di sisi kanan rumah makan bersebelahan dengan taman kota terdapat sebuah dermaga kayu yang cukup besar. Beberapa perahu motor kecil bersandar di tepi dermaga bersama kapal-kapal besar yang masing-masing bisa memuat 50-an penumpang. Kapal-kapal besar itu disewakan untuk turis. Dilengkapi dengan sound system untuk beribadah sambil berlayar mengitari danau. Perahu-perahu nelayan umumnya tidak melaut dari dermaga Kota Tiberias, tetapi dari desa lain seperti Kapernaum, Tabgha dan Genesaret.
Danau Galilea yang terletak di lembah Yordan dan dikelilingi bukit-bukit kecil membuat angin danau sepanjang hari bertiup kuat, makin membesar di sore dan malam hari. Tempat itu memiliki kemungkinan terjadinya angin besar setiap saat. Kalau bisa bertahan hingga melewati senja di atas danau, akan tampak keindahan Galilea di waktu malam dengan gemerlap lampu-lampu di perbukitannya. Setelah meninggalkan danau ada pasar malam yang bisa dikunjungi dengan aneka barang yang dijajakan seperti pakaian, perhiasan, mainan, asesoris, dan makanan. Tenda-tenda pedagang di pasar malam itu berderet hingga ke tepian danau. Bagi yang tak hobi berbelanja bisa beristirahat di taman kota sambil mendengar debur air danau yang syahdu.(ryw)
Dalam Alkitab disebutkan tiga nama lain dari Danau Galilea, yaitu Danau Tiberias, Danau Genesaret dan Danau Kinneret. Nama-nama yang berbeda dalam Alkitab itu bisa saja membingungkan orang awam ketika membaca Alkitab atau mendengar kisah dalam Alkitab, lalu membayangkan Yesus bersama murid-Nya berada di empat danau yang berbeda. Mungkin tak semua orang tahu bahwa keempat nama danau itu sebenarnya membicarakan danau yang sama.
Penamaan yang berbeda itu tentu saja ada ceritanya. Nama Danau Tiberias digunakan oleh masyarakat setempat sejak tahun 18 M, khususnya setelah di tepi barat Danau Galilea didirikan Kota Tiberias oleh Raja Herodes Antipas. Kota Tiberias adalah pelabuhan utama di Danau Galilea. Gedung-gedung yang indah dibangun sebagai ibukota Herodes, tetapi karena sebagian dibangun di atas tanah kuburan maka orang-orang Yahudi menganggapnya
Namun setelah runtuhnya Kota Yerusalem, Tiberias justru menjadi pusat pengajaran orang Yahudi. Benarkah kota itu pernah ada? Sisa bangunan Kota Tiberias kini masih dapat dilihat tak jauh dari pelabuhan Danau Galilea. Bangunan yang tersisa menyatu dalam taman-taman kota yang diatur dengan rapi. Tiberias adalah satu-satunya kota di tepi Danau Galilea yang masih ada hingga sekarang, kota lainnya sudah tak jelas sisanya.
Nama berikutnya ialah Danau Genesaret. Tidak terlalu sulit menelusuri asal nama itu karena di barat Kota Tiberias terdapat sebuah desa bernama Genesaret. Desa tersebut juga berada di tepi Danau Galilea, banyak nelayan Genesaret yang mendapatkan nafkahnya dari Danau Galilea.
Nama Kinneret hanya muncul dalam Kitab Perjanjian Lama yaitu di kitab Bilangan 34 dan Kinerot di kitab Yosua 12. Kinneret dalam bahasa Ibrani berarti alat musik ‘kecapi’. Mengenai asal kata kecapi ini ada dua versi cerita. Pertama, kata ‘kinneret’ dikaitkan dengan sejarah daerah Galilea yang pada masa lalu pernah sangat terkenal memiliki pemain-pemain kecapi yang hebat dan terkenal hingga ke kota-kota lainnya. Mereka sering diundang ke daerah lain untuk memainkan kecapinya. Karena begitu terkenalnya permainan kecapi itu maka orang kemudian menyebut danau yang terletak di Galilea itu dengan nama Danau Kinneret.
Versi kedua kata ‘kinneret’ berasal dari bentuk danaunya yang terlihat dari atas seperti bentuk alat musik kecapi. Memang jika dilihat dari udara, danau itu berbentuk seperti kecapi. Bentuk kecapi itulah yang membuat orang menyebutnya kinneret. Mana cerita yang benar tak perlu diperdebatkan, yang jelas kedua cerita tersebut berhubungan dengan alat musik kecapi.
Selain terkenal dalam bidang perikanan, Galilea terkenal maju dalam bidang pertaniannya. Petani umumnya para petani menguasai teknologi pertanian dan secara operasional mereka dipantau oleh sebuah organisasi semacam koperasi yang mengkoordinasi sistem pertanian hingga penjualan hasilnya. Organisasi itu berperan besar dalam pengembangan pertanian mereka. Hasil pertanian terbesar dari daerah itu ialah minyak zaitun murni (virgin olive oil). Minyak zaitun murni ialah minyak yang tidak mengandung kolesterol karena dihasilkan dari perasan minyak pertama yang keluar dari buah zaitun. Dapat kita bayangkan betapa luasnya perkebunan zaitun mereka, karena sebuah zaitun matang hanya mengandung 15% minyak dan sisanya 80% air, 5% protein, karbohidrat dan serat. Pohon zaitun baru bisa menghasilkan buah setelah berusia 4-5 tahun. Selain diambil buahnya, kayu zaitun menjadi bahan mentah untuk membuat berbagai barang kerajinan yang bernilai seni. Kerajinan kayu zaitun adalah salah satu souvenir khas Israel yang bisa diperoleh hampir di semua toko souvenir.
Kondisi Danau Galilea sekarang ini setiap hari sangat ramai dikunjungi turis. Sebuah rumah makan besar yang menghadap ke danau bisa menampung ratusan pengunjung. Rumah makannya biasa saja, tapi hebatnya bisa membuat turis bersemangat datang ke danau. Apa kehebatannya? Mereka menawarkan menu makan siang ‘ikan Petrus’. Nah, siapa yang tak tertarik makan ikan Petrus?
Semua orang sudah menunggu hidangan ikan Petrus goreng tepat di saat perut sudah bernyanyi. Semua pelayan rumah makan itu bekerja dengan sigap mirip suasana di rumah makan Padang. Tak perlu menunggu lama makanan pun segera tiba. Seperti apa sih ikannya? Ternyata ikan yang membuat penasaran itu sebenarnya hanyalah ikan mujair biasa yang digoreng agak kering. Ikan itu menjadi populer karena masuk dalam kisah mujizat yang dialami Petrus bersama Yesus di danau itu. Tiap pemesan bisa menikmati seekor ikan mujair goreng yang besar dan gurih, sambil memanjakan mata melihat keindahan pemandang-an Danau Galilea. Memang sensasinya lain.
Sambil bersantap siang kita bisa menikmati sebuah atraksi unik. Dengan melemparkan sedikit sisa makanan ke danau maka akan bermunculan ikan-ikan lele super besar berlompatan dan berebutan makanan. Jangan membayangkan ikan lele di sana sebesar ikan lele di Indonesia, karena pasti tidak cocok. Ikan lele adalah ikan yang haram bagi orang Yahudi karena tak bersisik, karena itu bisa tumbuh besar hingga seberat 10 kg. Wah, andai saja ikan sebesar itu ada di Indonesia bisa-bisa dianggap ikan keramat.
Di sisi kanan rumah makan bersebelahan dengan taman kota terdapat sebuah dermaga kayu yang cukup besar. Beberapa perahu motor kecil bersandar di tepi dermaga bersama kapal-kapal besar yang masing-masing bisa memuat 50-an penumpang. Kapal-kapal besar itu disewakan untuk turis. Dilengkapi dengan sound system untuk beribadah sambil berlayar mengitari danau. Perahu-perahu nelayan umumnya tidak melaut dari dermaga Kota Tiberias, tetapi dari desa lain seperti Kapernaum, Tabgha dan Genesaret.
Danau Galilea yang terletak di lembah Yordan dan dikelilingi bukit-bukit kecil membuat angin danau sepanjang hari bertiup kuat, makin membesar di sore dan malam hari. Tempat itu memiliki kemungkinan terjadinya angin besar setiap saat. Kalau bisa bertahan hingga melewati senja di atas danau, akan tampak keindahan Galilea di waktu malam dengan gemerlap lampu-lampu di perbukitannya. Setelah meninggalkan danau ada pasar malam yang bisa dikunjungi dengan aneka barang yang dijajakan seperti pakaian, perhiasan, mainan, asesoris, dan makanan. Tenda-tenda pedagang di pasar malam itu berderet hingga ke tepian danau. Bagi yang tak hobi berbelanja bisa beristirahat di taman kota sambil mendengar debur air danau yang syahdu.(ryw)
Danau Tiberias Dan Rahasia Dajjal
Danau Tiberias Dan Rahasia Dajjal
Orang-orang Yahudi mernbangun permukiman
mereka di tepi Danau Tiberias, juga resort dan penginapan bagi petinggi
militer Israel, mengingat posisinya yang berdekatan dengan perbatasan
Palestina dan Suriah, sebagai antisipasi penyusupan pihak-pihak yang
tidak mereka kehendaki, Wilayah ini pun menjadi kawasan wisata elit bagi
militer dan pemerintah Israel. Mereka melengkapi kawasan ini dengan
berbagai properti layaknya daerah tujuan wisata ala Eropa yang
dilengkapi dengan berbagai fasilitas maksiat dan bersenang-senang,
sehingga terkenal sebagai tempat berselingkuh para prajurit dan pejabat
militer Israel, demikian juga dengan sebagian politisi dan tokoh-tokoh
mereka. Demikian sepintas tentang danau Tiberias saat ini.
Adapun keterkaitannya dengan kemunculan
Dajjal, sebagaimana yang telah diberitakan oleh Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bahwa turunnya permukaan air danau ini menjadi salah
satu tanda-tanda kedatangan Dajjal. Saat ini permukaan air Danau
Tiberias telah mengalami penyusutan. Ini tentu menjadi musibah bagi kita
semua, karena masa kemunculan Dajjal semakin dekat, sedangkan
kedatangannya itu akan membawa fitnah yang besar bagi umat Islam di mana
saja mereka berada; sebagian besar manusia terkena fitnah tersebut.
Sang Dajjal, saat kemunculannya, mengaku sebagai Tuhan, mengaku sebagai
yang memiliki surga dan neraka. Dalam keterangan tentang Dajjal
dinyatakan bahwa kaum wanita adalah yang terbanyak mendatanginya
sehingga para laki-laki pulang menemui ibu, putri, saudari, dan bibi
mereka, mengikat mereka dengan kuat, karena takut wanita-wanita itu
keluar menemui Dajjal. Oleh karena itu Rasulullah shallallahun ‘alaihi
wa sallam bersabda, “Hal yang paling saya takutkan akan menimpa kalian
adalah al-Masih ad-Dajjal.”
Agar lebih jelas apa dan mengapa dengan
sosok Dajjal ini, berikut hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari
riwayat Fatimah bind Qais radhiyallahu ‘anha. Dalam riwayat tersebut
dinyatakan bahwa dia berkata, “Saya mendengar juru panggil Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam menyeru: Shalat Jama’ah! Shalat jama’ah”
(panggilan seperti ini biasanya hanya pada waktu shalat atau apabila ada
sesuatu yang sangat penting). Fatimah binti Qais melanjutkan, “Maka
saya pun pergi ke masjid dan shalat bersama Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam, dan saya berada pada shaf pertama para wanita. Ketika
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah selesai beliau duduk di
atas mimbar.
Beliau tertawa kemudian berkata,’Hendaklah masing-masing tetap di tempat! Tahukah Anda semua mengapa saya kumpulkan?’
Para Shahabat menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya lebih tahu:
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda, ‘Bukan karena suatu kabar gembira, bukan pula karena suatu
ancaman, tetapi karena Tamim ad-Dari tadinya seorang pemeluk Nasrani
lalu dia datang menyatakan keIslamannya dan menceritakan kepada saya
kejadian yang sesuai dengan yang pernah saya sampaikan kepada kalian
semua tentang al-Masih ad-Dajjal. Dia menceritakan kepada saya bahwa dia
berlayar dengan tiga puluh orang dari Lakhm dan Juzam,
lalu ombak besar membuat mereka terombang ambing di lautan sebulan
lamanya hingga akhirnya mereka terdampar di sebuah pulau di arah timur
matahari. Mereka pun turun dan duduk beristirahat dekat kapal mereka
lalu memasuki pulau tersebut. Mereka kemudian bertemu dengan makhluk
melata yang dipenuhi bulu. Saking banyaknya bulunya mereka tidak tahu
mana bagian depan dan bagian belakangnya. Mereka berkata, Makhluk apakah
Engkau ini?’
Makhluk itu berkata, Aku adalah Jassasah (Pengintai).’
Mereka bertanya, Apa itu Jassasah?’
Makhluk tu menjawab, ‘Pergilah kalian
menemui laki-laki yang ada digedung besar sana, dia sangat ingin
mendengar berita dari kalian.’
Tamim berkata, ‘Ketika dia menyebut nama
seorang laki-laki, kami takut bahwa makhluk itu adalah setan. Maka kami
pun bergegas pergi sampai kami menemukan bangunan besar itu lalu masuk
ke dalamnya. Disana ada seorang manusia yang paling besar dan paling
kuat yang pernah kami lihat. Kedua tangannya terbelenggu ke lehernya
diantara kedua lutut dan sikunya. Kami berkata, ‘Celakalah engkau,
makhluk apakah engkau ini?’
Dia menjawab, kalian mampu menemukanku, beritahu saya siapa kalian ini!’
Mereka (Tamim dan rombongan) menjawab,
‘Kami adalah orang-orang Arab, kami naik kapal laut, tiba-tiba ombak
pasang dan kami pun terombang-ambing selama satu bulan sampai akhirnya
terdampar di pulau Anda ini. Kami pun merapat dan memasukinya. Tiba-tiba
kami bertemu dengan makhluk melata yang berbulu sangat lebat sehingga
sulit mengetahui mana depan dan mana bagian belakangnya. Kami berkata
kepadanya, ‘Celakalah engkau, makhluk apakah kau ini?’
Dia menjawab, Aku adalah jassasah (Pengintai).’
Kami pun berkata, Apakah jassasah itu?’
Dia berkata, ‘Pergilah temui laki-laki yang ada di bangunan besar itu karena dia sangat ingin mendengarkan berita dari kalian!’
Maka kami pun bergegas menemuimu, dan merasa takut dengan makhluk itu dan menyangka dia adalah setan.
Laki-laki besar itu berkata,
‘Beritahukan kepada saya tentang kebun kurma Baisan!’ Kami berkata,
‘Tentang apanya yang ingin engkau ketahui?’ Dia berkata, ‘Tentang
pohon-pohon kurmanya, apakah masih berbuah?’ Kami berkata, ‘Ya.’ Dia
berkata, ‘Ketahuilah karma-karma itu hampir tidak lagi berbuah.
Beritakan kepadaku tentang danau
Tiberias!’ Kami pun berkata, ‘Tenting apanya yang ingin engkau ketahui?’
Dia berkata, Apakah di sana ada airnya?’ Kami menjawab, ‘Danau itu
banyak airnya, ‘Dia berkata, ‘Ketahuilah airnya tak lama lagi akan
habis.
Beritahu saga tentang sumber air Zagar!’
Kami berkata, ‘Tentang apanya yang ingin engkau ketahui?’ Dia berkata,
Apakah masih banyak airnya? Apakah penduduk sekitarnya memanfaatkan
airnya untuk bercocok tanam?’ Kami menjawab, ‘Ya, airnya banyak,
penduduk sekitar memanfaatkannya untuk bercocok tanam.’
Dia berkata, ‘Beritakan kepada saya
tentang Nabi kaum yang ummi, apa yang telah dilakukannya?’ Mereka
menjawab, ‘Dia telah muncul di Mekkah dan tinggal di Yasrib,’ Dia
berkata, Apakah orang-orang Arab memerangi mereka?’ Kami menjawab, ‘Ya.’
Dia berkata, Apa yang dilakukannya kepada mereka?’ Maka kami pun
memberitahurnya bahwa telah tampak para pengikutnya dari kalangan
orang-orang Arab, mereka mematuhinya. Dia berkata, ‘Itu sudah terjadi?’
Kami menjawab, ‘Ya,’ Dia berkata, jika demikian maka yang terbaik bagi
kalian ialah mematuhinya. Aku beritahukan kepada kalian siapa
sesungguhnya aku ini. Aku adalah al-Masih, hampir datang waktunya aku
diizinkan keluar, lalu akan berjalan mengelilingi bumi, tidak satu
kampung pun yang tidak kusinggahi dalam waktu empat puluh malam kecuali
Mekkah dan Taibah karena keduanya diharamkan atasku. Setiap kali aku
berusaha untuk memasuki salah satu dari keduanya aku akan dihadang oleh
Malaikat yang memegang pedang mengusir saya menjauhi kedua kota itu.
Setiap celah kota itu dijaga oleh para malaikat.”‘
Fatimah binti Qais (perawi hadits)
berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menghentakkan tongkat
beliau ke mimbar dan berkata, ‘Inilah Taibah, inilah Taibah (maksud
beliau Madinah). Bukankah saya pernah menyampaikannya hal seperti ini
kepada kalian?’ Para hadirin menjawab, ‘Benar,’ Beliau shallallahu
‘alaihi wa sallam melanjutkan, ‘Sesungguhnya apa yang disampaikan oleh
Tamim membuatku kagum karena sesuai dengan yang pernah saya sampaikan
kepada kalian tentang Dajjal, Madinah dan Mekkah. Dia berada di laut
Syam atau laut Yaman; bukan, tetapi dia ada di timur, dia ada di timur,
dia ada di timur!’ Beliau pun memberi isyarat dengan tangannya ke arah
timur. Fatimah melanjutkan, “Maka saya pun menghafalnya dari Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam.”
Dengan demikian tidak asing lagi bagi
kita semua bahwa turunnya permukaan air Danau Tiberias merupakan salah
satu pertanda semakin dekatnya kemunculan Dajjal. Zionis Israel saat ini
dilanda kecemasan yang tinggi karena debit air Danau berkurang secara
signifikan, karena hal ini berpengaruh besar terhadap sektor pertanian
bahkan masa depan mereka di bumi penjajahan. Semenjak tahun 2004
pemerintahan zionis membuat garis merah dan garis hitam untuk mengontrol
debit air Danau. Sungguh mengejutkan, semenjak tahun 2004 permukaan
Danau mengalami penyusutan setinggi 16 M. Terakhir Menteri Pertanian
Zionis menyatakan secara terbuka melalui kantor berita mereka bahwa
debit air danau Tiberias mengalami penyusutan yang mengkhawatirkan.
Berita ini tentunya tidak saja menjadi ancaman bagi rezim Zionis tetapi
juga bagi kita umat Islam, karena penurunan permukaan air danau Tiberias
adalah salah satu tanda dekatnya waktu kemunculan Dajjal.
Saya teringat bahwa Syekh Bin Baz
rahimahullah sebelum beliau wafat, ketika mendengar berita turunnya
permukaan air danau Tiberias, beliau menangis dan berkata, “Inilah zaman
kemunculan Dajjal.”
Untuk melengkapi tulisan ini, bersama
ini kami lampirkan foto-foto yang menguatkan informasi tentang sudah
dekatnya masa kemunculan Dajjal. Kesimpulan ini berdasarkan hadirs yang
memberitakan akan menyusutnya debit air danau Tiberias empat belas abad
yang lalu dan sekaligus juga memberitakan perihal kemunculan al-Masih
ad-Dajjal.
Silahkan bandingkan antara
pasangan-pasangan gambar yang kami tampilkan, yang mana salah satunya
menunjukkan kondisi Danau dengan debit air masih tinggi dan berikutnya
kondisi air Danau saat ini.
Sumber: Dikutip dar Majalah Qiblati, Edisi 04 Tahun VIII
Langganan:
Komentar (Atom)







