Tanda-tanda Akhir Zaman

Hari kiamat itu mempunyai tanda, bermulanya dengan tidak laris jualan di pasar, sedikit saja hujan dan begitu juga dengan tumbuh-tumbuhan. Ghibah menjadi-jadi dan merata-rata, memakan riba, banyaknya anak-anak zina, orang kaya diagung-agungkan, orang-orang fasik akan bersuara lantang di masjid, para ahli mungkar lebih banyak menonjol dari ahli haq.Wallahu'alam Bish-shawab


Rabu, 18 Mei 2016

Petunjuk Kiamat bagi Umat Manusia

Sudah dituliskan dalam kitab suci Al Quran Surat Al Hajj ayat 7 bahwa hari Kiamat pasti akan datang suatu hari nanti.
“Dan sesungguhnya hari Kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah SWT membangkitkan semua orang di dalam kubur.”
Tak satu pun Hamba Allah SWT yang dapat mengetahui kapan tibanya hari kebangkitan seluruh umat manusia yakni anak cucu Adam, dimana itu artinya telah sampai kita pada akhir zaman.
Namun, kita dapat mengetahui dengan tanda-tanda datangnya hari Kiamat seperti yang telah jelaskan Rasulullah SAW dalam Hadisnya.

Hari Kiamat 4

Menurut Hadis Rasulullah SAW ada 10 tanda atau perkara mengenai hari Kiamat. Di antaranya munculnya asap (dukhan) yang mematikan, munculnya Dajjal makhluk yang matanya buta sebelah, lahirnya bintang bumi (dabbah) yang memiliki sifat dan bentuk yang lain dari biasanya, terbitnya matahari dari sebelah barat, turunnya Isa bin Maryam, dan munculnya Ya’juj dan Ma’juj.
Berikut tanda-tanda datangnya hari Kiamat:
1. Munculnya Dajjal
Dajjal adalah seorang manusia dari anak cucu Adam. Dituliskan pada salah satu Hadis bahwa Dajjal akan muncul di akhir zaman dan mengaku sebagai Tuhan. Ia akan membawa sebuah fitnah keji bagi kaum Muslim.
Dalam sebuah Hadist shohih disebutkan bahwa Dajjal akan menetap di bumi selama empat puluh hari. Namun, satu hari di masa itu bagaikan setahun, kemudian satu hari selanjutnya seperti satu bulan, satu hari setelahnya seperti satu Jumat, dan setelahnya akan seperti hari-hari biasa. Lalu ia akan dibunuh oleh Sayyidina Isa bin Maryam di sisi pintu ludd di Palestina.

Hari Kiamat 7

2. Masjid dijadikan tempat wisata
Inilah salah satu fenomena akhir zaman yang telah diingatkan oleh Rasulullah SAW. Yaitu ketika Masjid sudah dianggap sebagai tempat rekreasi dan hanya dijadikan sebagai jalan untuk lewat.
Ibnu Mas’ud berkata ketika Masjid menjadi Objek Wisata.
bahwasannya Rasulullah SAW, bersabda, “Sesungguhnya salah satu tanda Kiamat adalah bila Masjid-masjid dianggap sebagai jalanan.”
Dalam riwayat lain disebutkan bahwa, “Kiamat tidak akan terjadi sehingga orang-orang bermegah-megahan dengan masjid-masjid.” (HR. Ahmad)
Ketika, Masjid telah dihias sedemikian rupa hingga membuat setiap mata yang memandangnya terkagum-kagum, maka secara perlahan peran dan fungsi masjid telah bergeser menjadi semacam tempat hiburan dan rekreasi.

3. Maraknya minuman keras
Salah satu tujuan diturunkannya Islam yaitu, untuk menjaga kesehatan fisik dan rohani manusia, termasuk di dalamnya adalah memelihara akal. Dengan demikian segala sesuatu yang merusak akal tidak akan dilakukan.
Hal inilah yang menyebabkan Islam melarang keras meminum khamr (minuman keras), karena dikhawatirkan manusia akan berbuat kerusakan yang parah di muka Bumi.
Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya Salah Satu Tanda Kiamat itu Merajalelanya Minuman Keras

4. Runtuhnya Kabah di Mekah
Banyak sekali riwayat Hadis yang menceritakan tentang runtuhnya Kabah di akhir zaman menjelang Kiamat nanti. Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kabah akan diruntuhkan oleh seorang yang berkaki bengkok berkebangsaan Habasyah.”
Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perbanyaklah melakukan thawaf di Baitullah semampu kalian sebelum kalian dihalangi untuk melakukannya, seolah-olah aku melihatnya sedang melakukan hal tersebut. Tanda-tandanya, berkepala dan bertelinga kecil, dia menghancurkan Kabah dengan beliungnya.”
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tandanya orang tersebut berkulit hitam, kakinya bengkok (seperti letter O), dia meruntuhkan batu dinding Ka’bah satu per satu.”

Hari Kiamat 6

5. Pasar-pasar yang berdekatan untuk saling bersaing
Di zaman modern seperti ini, kita dimudahkan dalam membeli barang yang kita inginkan. bisa melalui media online, atau bahkan sudah banyak toko-toko atau tempat perbelanjaan yang berdekatan dan bersaing keras satu sama lainnya.
Mengenai keadaan sekarang ini, kita bisa menghubungkannya dengan salah satu Hadits yang sudah diwartakan oleh Rasulullah SAW. Rasulullah SAW sudah memberikan amanat kepada umat Islam, bahwa akan ada zaman di mana jarak menjadi saling berdekatan. Sehingga, perjalan dari satu pasar menuju pasar lain menjadi mudah.
Abu Hurairah RA meriwayatkan, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Hari Kiamat belum akan terjadi sampai berbagai fitnah (malapetaka) bermunculan, kebohongan merajalela, dan pasar-pasar menjadi saling berdekatan,”(HR. Ahmad).
Pasar-pasar dikatakan menjadi saling berdekatan, ditilik dari tiga faktor. Pertama, informasi tentang fluktuasi harga yang dapat dengan cepat diketahui. Kedua, perjalanan dari satu pasar menuju pasar yang lain dapat ditempuh dalam waktu singkat, walaupun jaraknya saling berjauhan.
Ketiga, perbedaan harga komoditas perniagaan antar satu pasar dengan pasar yang lain tidak terlalu jauh, dan pergerakannya pun saling mengikuti satu sama lain.

6. Matahari Terbit dari Barat
“Tidak akan terjadi Kiamat sehingga Matahari terbit dari tempat terbenamnya, apabila ia telah terbit dari barat dan semua manusia melihat hal itu maka semua mereka akan beriman, dan itulah waktu yang tidak ada gunanya iman seseorang yang belum pernah beriman sebelum itu.” (Riwayat Bukhori dan Muslim dari Abu Hurairah).
Matahari terbit dari Barat akan terjadi selama satu hari saja, kemudian tertutuplah pintu taubat. Setelah itu, gerakan Matahari pun akan kembali seperti sebelumnya terbit dari timur sampai terjadinya kiamat.

Hari Kiamat 5

7. Manusia tak malu berzinah di tempat umum
Menjelang hari Kiamat nanti, setelah manusia melewati zaman keemasan (dengan turunnya Nabi Isa AS dan dipimpinnya manusia oleh al-Mahdi), manusia akan hidup dalam kondisi yang seburuk-buruknya, layaknya binatang. bahkan lebih buruk dari itu.
Rasulullah SAW menceritakan tentang peristiwa itu sebagaimana yang diriwayatkan Abu Hurairah RA, “Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, umat ini tidak akan punah, sampai ada laki-laki mendatangi perempuan, lalu menyetubuhinya di jalan. Lantas orang yang terbaik pada saat itu adalah yang mengatakan: ‘Alangkah baiknya jika kamu bersembunyi di balik tembok ini.” (HR Abu Ya’la).
Inilah puncak kebejatan manusia dalam perzinaan yang akan terulang kembali di akhir zaman menjelang Kiamat, pasca wafatnya Nabi Isa As dan Imam Mahdi. Manusia akan kembali ke zaman jahiliyah, bahkan lebih parah.

ZINA MENGUNDANG AZAB

Zina, pergaulan bebas, kemaksiatan terang-terangan telah menjadi trend masyarakat perkotaan hingga ke desa-desa. Mulai dari gemerlap diskotik, warung remang-remang pinggir jalan, hingga acara hajatan dengan organ tunggal sampai tengah malam.
Apalagi seperti terjadi di Korea Selatan, yang baru saja menghapus Undang-Undang Anti-Perzinaan di negaranya, yang telah berlaku sejak 62 tahun lamanya. Demikian Kantor Berita Islam MINA edisi 27 Februari 2015 memberitakan. Alasannya, itu urusan kehidupan pribadi individu. Astaghfirullah.

Zina Menyebar
Jika kemksiatan perzinaan telah menyebar di sebuah daerah, maka itu pertanda mereka telah mengundang azab Allah segera turun kepada mereka.
Seperti diingatkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam sabdanya:

إِذَا ظَهَرَ الزِّنَا وَالرِّبَا فِيْ قَرْيَةٍ، فَقَدْ أَحَلُّوْا بِأَنْفُسِهِمْ عَذَابَ اللهِ

Artinya : “Jika zina dan riba sudah menyebar di suatu kampung, maka sesungguhnya mereka telah menghalalkan azab Allah atas diri mereka sendiri”. (HR al-Hakim, al-Baihaqi dan ath-Thabrani).
Kata dzahara (tampak) maksudnya adalah  menyebar. Artinya, zina dan riba itu telah tampak menjadi fenomena yang tersebar di tengah masyarakat.
Sedangkan kata fi qaryah maksudnya adalah di tengah penduduk kampung dan semisalnya seperti negeri, kota atau daerah.
Menurut al-Minawi, mereka para pelaku perzinaan dan kemaksiatan terang-terangan sesungguhnyalah yang menyebabkan azab itu menimpa mereka, akibat penyimpangan mereka terhadap yang diharuskan oleh hikmah Allah, yaitu penyimpangan mereka terhadap pemeliharaan nasab.
Hadis tersebut menjelaskan bahwa jika zina dan riba telah menyebar di tengah suatu masyarakat, maka itu akan memancing cepatnya turun azab Allah. Keberkahan pun akan segera dicabut dari masyarakat yang seperti itu.
Sebaliknya, keburukan dan kerusakan akan terus mendera masyarakat tersebut, selama mereka tidak berupaya mencegah tersebarnya zina dan riba, mengubah dan menghilangkannya dari kehidupan masyarakat.
Rusak dan kacaunya perekonomian yang berbasis sistem ribawi menjadi bukti hadis tersebut.
Azab karena menyebarnya zina salah satunya adalah tersebarnya penyakit AIDS dan penyakit seksual lainnya. Selain itu, dengan maraknya zina, nasab menjadi campur-baur, tidak jelas. Nilai-nilai dan institusi keluarga pun menjadi porak-poranda.
Dalam hal ini, Organisasi Kesehatan Dunia WHO memperkirakan jumlah pengidap penyakit kencing nanah (gonorrhea) akibat seks bebas setiap tahunnya lebih dari 250 juta orang. Sementara jumlah pengidap penyakit kelamin menular spilis setiap tahunnya mencapai 50 juta orang.
Majalah Amerika The Times tanggal 4 Juli 1983 menyebutkan, 20 juta warga Amerika Serikat mengidap penyakit penurunan kekebalan herpes, dan mengumumkan bahwa di Afrika saja 30 juta orang mati setiap tahun dengan sebab penyakit AIDS yang muncul akibat hubungan seks bebas (zina).
Di samping itu juga muncul penyakit-penyakit lain yang bermacam-macam akibat tersebarnya perzinahan.
Berikutnya akan muncul berbagai permasalahan di tengah masyarakat itu. Masyarakat akan menjelma menjadi masyarakat rendah yang dipenuhi kekejian. Manusia akhirnya kehilangan harkat dan martabat kemanusiaannya.
Tanda Akhir Jaman
Tersebarnya zina dengan seperangkat sarana-sarana pendukungnya merupakan isyarat bahwa hancurnya dunia ini memang semakin dekat, tinggal menunggu waktu. Karenanya negeri ini harus segera bertaubat, jika tidak, ditakutkan adzab Allah akan segera datang.
Sesungguhnya sunnah Allah berlaku pada makhluk-Nya, di mana jika perzinaan merajalela, maka Allah murka kepada mereka. Jika kemurkaan Allah terus berlangsung, maka Dia akan menurunkan adzab-Nya ke bumi. Abdullah bin Mas’ud, berkata, “Tidaklah muncul perzinaan di sebuah negeri, kecuali Allah mengumumkan kehancurannya.”
Dalam sebuah hadits dari Aisyah Radliyallahu ‘Anha disebutkan, suatu ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berkhutbah pada shalat gerhana matahari. Isinya antara lain beliau bersabda:

مَا مِنْ أَحَدٍ أَغْيَرُ مِنْ اللَّهِ أَنْ يَزْنِيَ عَبْدُهُ أَوْ تَزْنِيَ أَمَتُهُ يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ وَاللَّهِ لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيلًا وَلبَكَيْتُمْ كَثِيرًا

Artinya : “Wahai umat Muhammad, tidak ada yang lebih tersinggung melebihi Allah ketika seorang hamba laki-laki dan perempuan berzina. Hai umat Muhammad seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui apa yang aku ketahui niscaya kalian akan banyak menangis dan sedikit tertawa.” (HR Bukhari dan Muslim).
Itulah memang tanda akhir jaman dan tanda kehancuran suatu masyarakat, saat banyak orang tidak malu-malu lagi melakukan zina. Zina tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang hina dan memalukan.
Hal ini dikarenakan banyaknya tontonan zina dan banyaknya orang yang berzina. Sehingga ketika seorang laki-laki ketahuan berzina terasa tidak ada beban asal bertanggungjawab mau menikahi wanita zinanya.
Bahkan ada pandangan lebih baik dan terhormat memiliki wanita simpanan yang illegal, daripada punya lebih dari satu isteri yang sah secara syariat. Na’udzubillah.
Peringatan keras disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, di antaranya:

وَيَبْقَى شِرَارُ النَّاسِ يَتَهَارَجُونَ فِيهَا تَهَارُجَ الْحُمُرِ فَعَلَيْهِمْ تَقُومُ السَّاعَةُ

Artinya : “Dan ingatlah manusia-manusia yang buruk yang seenaknya saja melakukan hubungan suami isteri layaknya binatang keledai. Maka pada zaman mereka inilah kiamat akan datang.” (HR Muslim).
Gambaran semacam ini sudah nampak di sekitar kita, terlihat para pelacur yang menjajakan dirinya di pinggir-pinggir jalan, di beberapa tempat keramaian atau taman kota, dan juga yang terjadi di pinggir-pinggir pantai, tempat wisata. Aneka tayangan buka-buka aurat di tv-tv, media online yang menawarkan wanita hingga video-video pornografi, semakin menambah luas jaringan kemaksiatan.
Inilah salah satu di antara tanda-tanda dekatnya hari kiamat, sebagaimana disebutkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam haditsnya:

مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يَظْهَرَ الْجَهْلُ وَيَقِلَّ الْعِلْمُ وَيَظْهَرَ الزِّنَا وَتُشْرَبَ الْخَمْرُ وَيَقِلَّ الرِّجَالُ وَيَكْثُرَ النِّسَاءُ حَتَّى يَكُونَ لِخَمْسِينَ امْرَأَةً قَيِّمُهُنَّ رَجُلٌ وَاحِدٌ

Artinya : “Di antara tanda-tanda kiamat ialah ilmu terangkat, kebodohan menjadi dominan, arak (minuman keras) menjadi minuman biasa, zina dilakukan terang-terangan, wanita berlipat banyak, dan laki-laki berkurang sehingga lima puluh orang wanita berbanding seorang pria. (HR Bukhari).
Dampak Buruk Zina
Para ulama menyebutkan ada sedikitnya 72 dampak buruk dan dahsyat akibat berbuat zina, yaitu:
  • Dalam zina terkumpul bermacam-macam dosa dan keburukan.
  • Berkurangnya agama dan hilangnya kesempurnaan iman.
  • Dicabutnya cahaya iman.
  • Hilangnya sikap menjaga diri dari dosa.
  • Hilangnya rasa cemburu.
  • Hilangnya rasa percaya diri, sehingga sering was-was, karena doanya orang pezina tidak diterima Allah.
  • Selalu memandang rendah lawan jenis, khususnya pasangan berzinanya.
  • Zina membunuh rasa malu.
  • Sering berlaku tidak sopan.
  • Terkuburnya sifat-sifat mulia dari dirinya.
  • Meningkatnya rasa egois atau keakuannya.
  • Merusak kekhusyuan dalam beribadah.
  • Punahnya keteladanan pada dirinya.
  • Menjadikan dirinya dengan cara-cara hidup seperti binatang, yang tidak mengenal norma-norma susila dan tidak menghormati nilai-nilai kemanusiaan.
  • Menjadikan wajah pelakunya senantiasa lusuh, muram dan gelap.
  • Terbiasa dengan hidup yang kotor dan menjijikan, karenanya berusaha menutupinya dengan penampilannya yang berlebihan.
  • Sifat liar di hati pezina, sehingga pandangan matanya liar dan tidak terkawal.
  • Pezina senantiasa berfikir untuk gonta-ganti pasangan, selingkuh dan tidak setia.
  • Pandai berkata lembut, bersahaja dan pandai merayu, walau sebenarnya ia adalah orang yang kasar dan tidak manusiawi.
  • Tertutupnya hati dan mata batin sehingga sukar menerima nasihat dan kebenaran.
  • Mudah sekali berbuat curang, ingkar, berbohong, melanggar hukum dan membuka lebar-lebar pintu kemunafikan.
  • Membawa hartanya kepada harta yang tidak berkah.
  • Menjadikan pelakunya selalu dalam kemiskinan atau setidaknya merasa demikian sehingga tidak pernah merasa cukup dengan apa yang diterimanya.
  • Malas bershadaqah dan malah menjadikannya menjadi kikir.
  • Selalu merasakan berbeda dan tidak puas atas apa yang didapatnya dengan apa keinginnanya.
  • Menghilangkan kehormatan pelakunya dan jatuh martabatnya baik di hadapan Allah maupun sesama manusia.
  • Pezina laki-laki berarti telah menodai kesucian dan kehormatan wanita.
  • Jika wanita yang berzina hamil maka masalah-masalah besarpun akan datang menghampirinya, selalu merasa berdosa, tidak tenang hidupnya dan melahirkan generasi yang tidak jelas keturunannya.
  • Aib pelaku zina akan lebih lama membekas dan mendalam karena walaupun akhirnya pelaku zina itu bertaubat dan membersihkan diri dia akan tetap masih merasa bahwa dirinya berbeda dengan orang yang tidak pernah melakukannya.
  • Zina merusak masa depan karena meninggalkan aib yang berkepanjangan.
  • Di mata masyarakat mereka tidak memiliki status sosial yang jelas dengan derajat yang sangat rendah dan dipandang dengan pandangan yang menjijikan serta penuh kebencian.
  • Zina mengeluarkan bau busuk melalui mulut atau badannya. Dan memang hanya orang-orang yang memiliki hati bersih yang dapat mengetahuinya.
  • Perzinaan menyeret kepada terputusnya hubungan silaturrahim.
  • Perzinaan dapat berakibat tergelincirnya pezina menjadi durhaka kepada orang tua, serta menyia-nyiakan keluarga dan keturunannya.
  • Mendorong dirinya untuk melakukan pekerjaan atau mata pencaharian yang haram, berbuat dzalim, bahkan bisa membawa kepada pertumpahan darah serta dosa-dosa besar yang lain.
  • Zina biasanya berkait dengan dosa dan maksiat lainnya yang dilakukan pezina, baik sebelum ataupun sesudahnya seperti minuman keras, judi dan narkoba.
  • Pezina senantiasa merasa tidak pernah ada puasnya, sehingga mencari cara-cara lain, baik dengan obat-obatan ataupun dengan cara-cara seks yang menyimpang.
  • Pezina biasanya memiliki penyakit menular yang berbahaya seperti HIV, AIDS, penyait kelamin spilis, gonorhea (kencing bernanah), dan gatal-gatal berkepanjangan.
  • Kehilangan begitu banyak rasa nikmatnya beribadah dan lezatnya iman.
  • Pezina menuju jalan akhir yang buruk dalam kehidupan menuju kematian (su’ul khotimah).
  • Akibat buruk dan bahaya zina juga menghinggapi lingkungan sekitarnya.
  • Pergaulan bebas mengakibatkan dekadensi moral suatu bangsa, dengan banyaknya remaja yang sudah tidak perawan lagi.
  • Timbulnya pelecehan seksual di banyak tempat, mulai dari jalanan, kendaraan umum hingga di kantor-kantor dan tempat-tempat perbelanjaan.
  • Menjalarnya penyakit menular yang belum pernah dialami sebelumya, yang dimulai penularannya melalui isterinya, anak-anaknya, keluarganya hingga kemudian masyarakat secara keseluruhan.
  • Meningkatnya kasus bunuh diri akibat tidak sanggup menerima perselingkuhan.
  • Muncul kasus kriminalitas seperti suami membunuh isteri atau isteri membakar suami, atau membunuh pasangan gelapnya karena api cemburu yang tidak mendapat kepastian hokum.
  • Maraknya pembuatan dan peredaran film-film dan video-video porno.
  • Banyaknya pengguguran kandungan (aborsi illegal).
  • Perbuatan zina merupakan kejahatan moral terhadap anak. Antara lain lahirnya anak tanpa ayah dengan penderitaannya yang berkepanjangan.
  • Adanya bayi hasil hubungan gelap yang dibuang, bahkan dibunuh oleh orang tuanya.
  • Lahirnya anak-anak yang cacat fisik maupun cacat mental dari rahim ibu yang kotor.
  • Munculnya anak-anak jalanan yang tanpa orang tua.
  • Brutalnya anak-anak korban kehancuran rumah tangga.
  • Tingginya penjualan rokok, miras hingga narkoba yang menjadi teman dan pelarian dari dampak maraknya perzinaan.
  • Penipuan-penipuan yang menjerat kaum wanita oleh para pengusaha yang berdalih penyaluran tenaga kerja, padahal penjualan wanita.
  • Meningkatnya tindak kriminalitas khususnya tindak pidana perkosaan.
  • Meningkatnya kekerasan dalam rumah tangga.
  • Meningkatnya kejahatan penculikan anak.
  • Meningkatnya kejahatan penjualan orang (trafficking).
  • Mendatangkan rasa tidak aman bagi kaum wanita dan rasa khawatir para orang tua dan suami.
  • Zina dapat menyemai permusuhan dan menyalakan api dendam antara keluarga wanita dengan lelaki yang telah berzina dengannya.
  • Pezina bagaikan virus sosial yang cepat menjangkiti orang-orang terdekat seperti kawan-kawannya, atasannya dan komunitasnya.
  • Perzinaan sangat mempengaruhi jiwa kaum keluarga pezina, di mana mereka akan merasa jatuh martabatnya di mata masyarakat, sehingga menyebabkan mereka merasa rendah diri di hadapan orang lain.
  • Bermunculan macam-macam fitnah dan teror susila, yang membuat orang menjadi takut untuk menikah dan lebih memilih berzina.
  • Bermunculan juga pernikahan di bawah tangan, yang hanya untuk pembolehan perzinaan terselubung.
  • Pemimpin-pemimpin atau pejabat negara yang gemar berzina, maka ia akan semakin korup dan dzalim, sehingga membuat bawahannya atau rakyatnya semakin menderita
  • Hukum dikebiri, dibuat menjadi tidak berdaya untuk menjerat pezina. Maka banyaklah penegak hukum dan ahli-ahli hukum yang sengaja dijerumuskan ke dalam lumpur perzinaan oleh para pezina
  • Oleh orang-orang kafir, perzinaan dianggap sebagai senjata penuh kenikmatan yang paling mengasyikan dan menguntungkan serta ampuh untuk merusak dan menghancurkan akidah umat Islam.
  • Para pezina biasanya kompak dan bersatu dengan berbagai siasat halusnya untuk terus-menerus memerangi dan berupaya keras memadamkan semua penerang hati dan menghinakan tempat-tempat suci serta memfitnah orang-orang beriman.
  • Perzinaan mampu menghipnotis dan mempengaruhi orang-orang yang lemah imannya, sehingga setiap orang akan merasa kasihan dan iba kepada para pezina yang akan dihukum. Apalagi bila perzinaan itu dikemas dengan indahnya tali cinta dan kasih sayang serta kebebasan individu.
  • Perzinaan menjadikan sebab kehancurannya suatu masyarakat yakni mereka semua akan dimusnahkan oleh Allah akibat dosa zina yang tersebar dan yang dilakukan secara terang-terangan.
  • Salah satu sunnatullah (hukum alam) yang diberlakukan pada makhluk-Nya, yaitu ketika zina semarak di mana-mana, Allah akan murka dan kemurkaannya sangat keras, maka pasti kemurkaan itu akan berdampak pada bumi ini dalam bentuk azab dan musibah yang diturunkan.
Na’udzubillaahi min dzalika. Maka, jika kita sudah mengetahui betapa dahsyatnya perzinaan bagi diri, keluarga, lingkungan danm suatu bangsa serta dunia. Tidak ada cara lain kecuali meninggalkannya serta jangan sekali-kali berusaha mendekatinya apalagi terjerumus ke dalamnya.
Allah mengingatkan kita dalam firman-Nya:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

ِArtinya: “Dan janganlah kalian mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.” (QS Al-Isra’ [17] : 32).
Semoga kita terjaga dari kemaksiatan perzinaan. Semoga pula Allah selalu menjaga diri kita, keluarga kita, anak-anak kita, lingkungan masyarakat kita dan bangsa dari darurat kemaksiatan yang merajalela di mana-mana. Amin. (P4/P2).

7 Tanda KIAMAT Yang Sudah Nyata


Sebelumnya kami sudah mencatat 10 Tanda kiamat yang belum nyata, yaitu: Keluarnya asap, keluar Binatang ajaib, gerhana di Maghrib, gerhana di masyriq, gerhana di jazirah arab, keluar Dajjal, Ya'zuz wa Ma'juz, Turunnya Nabi Isa As., keluar matahari dari barat, dan keluar Api dari negeri Adnin (Aden). Disini kami akan mencatat beberapa tanda kiamat yang sudahnya nyata, semoga bermanfaat dan menjadi renungan buat kita semua.
1. Perzinaan Merajalela
Saat ini perzinaan sudah dianggap biasa. Sex diluar nikah merajalela. Tak terhitung lagi berapa jumlah bayi yang dibuang karena orangtuanya tidak sanggup bertanggungjawab.
2. Perilaku Homoseksual dan Lesbian Terus Meningkat
Menurut republika.co.id, pada tahun 2011 jumlah pelaku sek sesama laki-laki lebih dari tiga juta orang, padahal tahun 2009 jumlahnya hanya 800 ribu orang. Dalam satu hadits yang diriwayatkan dari Anas Ra., Rasulullah Saw. bersabda: "Diantara tanda-tanda kiamat itu ialah laki-laki mencukupkan dengan sesama laki-laki, dan para wanita mencukupkan dengan sesama wanita."
3. Bermegah-megah Membangun Mesjid
Mesjid-Mesjid saat ini besar dan indah, tapi jamaah shalat sangat sedikit. Orang bangga jika mampu membangun mesjid yang lebih besar dari mesjid lain, tapi sayangnya kita tidak berlomba-lomba memakmurkan mesjid. Rasulullah Bersabda: "Diantara tanda-tanda kiamat ialah para manusia bermegah-megahan membangun mesjid." (HR. Imam Ahmad, Imam Muslim, dan Imam at-Tirmizi)
4. Wanita Lebih Banyak dari Laki-laki
Dalam faizu al-Qadir, Imam al-Manawi menukil pernyataan Syaikhuna Ibnu al-Hajar bahwa pada akhir zaman banyak yang melahirkan wanita dan sedikit yang melahirkan anak laki-laki. Tanda ini sesuai dengan tanda yang lain yaitu terangkatnya Ilmu dan banyak kejahilan (karena Ulama banyak dari kalangan lelaki).
5. Minuman Keras Merajalela
Tentunya kita sudah melihat sendiri bagaimana maraknya peneguk minuman keras saat ini, bahkan banyak yang mati karena minuman keras oplosan.
6. Pengkhianat dianggap Orang Jujur, dan Orang jujur dianggap pengkhianat
karena semakin banyak pengkhianat dengan penampilan orang jujur, kita tidak bisa membedakan lagi yang mana orang jujur dan yang mana pengkhianat.
7. Bermegah-megah dengan Bangunan
Lihatlah kenyataan hari ini, orang kaya semakin egois dan tidak peduli dengan orang miskin. mereka membangun rumah lebih besar dari mesjid, tapi tidak peduli dengan tetangganya yang kelaparan.
Wallahu A'lam

ZINA BAHAYA, DOSA DAN HUKUMANNYA

Allâh Azza wa Jalla menyebutkan tentang ciri orang-orang yang bahagia yaitu yang menjaga dirinya dan kehormatannya. Allâh Azza wa Jalla berfirman :

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ﴿١﴾الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ﴿٢﴾وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ﴿٣﴾وَالَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَاةِ فَاعِلُونَ﴿٤﴾وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ﴿٥﴾إِلَّا عَلَىٰ أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ﴿٦﴾فَمَنِ ابْتَغَىٰ وَرَاءَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْعَادُونَ

Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang yang khusyuk dalam shalatnya, dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna, dan orang yang menunaikan zakat, dan orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka tidak tercela. Tetapi barangsiapa mencari di balik itu (zina dan sebagainya), maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” [Al-Mukminûn/23:1-7]

Dalam ayat ini, Allâh Azza wa Jalla menyebutkan bahwa salah satu tanda orang yang beruntung adalah orang yang dapat menjaga kemaluannya. Maka sebaliknya, orang yang tidak menjaga kemaluannya berarti terjatuh dalam tiga ancaman:
Pertama: Menjadi orang yang tidak beruntung.
Kedua: Menjadi orang yang tercela.
Ketiga: Menjadi orang yang melampaui batas.[1]
Allâh Azza wa Jalla juga berfirman.

وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ ﴿٢٩﴾ إِلَّا عَلَىٰ أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ ﴿٣٠﴾ فَمَنِ ابْتَغَىٰ وَرَاءَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْعَادُونَ

“Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki maka sesungguhnya mereka tidak tercela. Maka barangsiapa mencari di luar itu (seperti zina dan homoseks), mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” [Al-Ma’ârij/70:29-31]
Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata, “Aku tidak mengetahui dosa yang paling besar setelah membunuh manusia melainkan zina.”[2]
Allâh Azza wa Jalla juga menyebutkan bahwa dosa zina ini dikaitkan dengan dosa syirik dan dikaitkan dengan dosa membunuh jiwa serta membawa kepada kejelekan, kerusakan, dan kehinaan di dunia dan akhirat. Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ يَلْقَ أَثَامً ﴿٦٨﴾يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا﴿٦٩﴾إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَٰئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Dan orang orang yang tidak mempersekutukan Allâh dengan sembahan lain dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allâh kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina dan barangsiapa melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat hukuman yang berat, (yakni) akan dilipat gandakan adzab untuknya pada hari Kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, dan beriman dan mengerjakan kebajikan; maka kejahatan mereka diganti oleh Allâh dengan kebaikan. Allâh Maha Pengampun, Maha Penyayang.” [al-Furqân/25: 68-70]
BAHAYA ZINA
Saudaraku sesama Muslim, camkanlah bahwa perbuatan zina sangat besar bahayanya. Di antaranya[3]:
1. Menghilangkan kemaslahatan alam.
2. Maksiat yang melemahkan pengagungan terhadap Allâh .
3. Maksiat yang menyebabkan Allâh mengabaikan hamba-Nya.
4. Maksiat yang mengeluarkan hamba dari wilayah ihsân.
5. Menyebabkan tercampurnya nasab (keturunan).
6. Menyebabkan kehancuran rumah tangga.
7. Membawa kerusakan dunia dan agama si pelaku.
8. Membawa siksa di kuburnya dan diancam masuk Neraka.
9. Banyak kehormatan yang terinjak-injak dan terjadinya kezhaliman.
10. Menyebabkan kefakiran dan rizki tidak barokah.
11. Memendekkan umur.
12. Menghitamkan wajah pelakunya.
13. Mencerai-beraikan hati dan membuat hati menjadi sakit.
14. Mendatangkan kegelisahan, kesedihan, dan ketakutan hati.
15. Menghilangkan kebaikan dan amal taat.
16. Menghilangkan nikmat dan mendatangkan adzab.
17. Memalingkan hati dari istiqâmah.
18. Menjadikan pelakunya berada dalam tawanan setan dan penjara syahwat.
19. Menjatuhkan derajat dan kedudukannya di sisi Allâh dan di sisi makhluk-Nya.
20. Melemahkan fungsi akal.
21. Menghapus keberkahan agama dan dunia.
22. Memutuskan hubungan hamba dengan Rabb-nya.
23. Menyebabkan berbagai makhluk berani mengganggu pelakunya.
24. Maksiat adalah bantuan manusia kepada musuhnya, yaitu setan.
25. Menyebabkan hamba melupakan dan melalaikan diri sendiri dan keluarganya.
26. Menghambat perjalanan hati menuju kepada Allâh .
27. Malaikat-malaikat rahmat akan menjauh darinya.
28. Mendekatkan kepada setan-setan yang terlaknat.
29. Menjerumuskan kepada seburuk-buruk maksiat.
30. Menghilangkan rasa malu.
31. Menghilangkan rasa cemburu.
32. Maksiat penyebab kebinasaan di dunia dan di akhirat.
33. Menyebabkan penyakit Gonorhea (kencing nanah), Siphilis, dan Aids yaitu penyakit yang membuat rusak kemaluan dan tubuhnya. Indikasi fisik penyakit ini ialah munculnya luka bernanah di sekitar kemaluan. Sementara itu, indikasi bagian dalam tubuh ditandai dengan infeksi pada hati, usus, lambung, tenggorokan, paru-paru, dan testis (buah zakar). Belum lagi dampak-dampak yang diakibatkan penyakit ini pada jantung dan saluran pembuluh darah sehingga keduanya dapat menyebabkan kelumpuhan, penebalan saluran pembuluh darah, kebutaan, rasa nyeri pada dada, kondisi fisik yang terus memburuk, kanker lidah, dan terkadang TBC.[4]
Saudaraku Muslim, tumbuhkanlah rasa cemburu di dalam hatimu untuk menjaga diri dari perbuatan-perbuatan dosa dan maksiat.
Sa’ad bin ‘Ubadah Radhiyallahu anhu berkata, “Sekiranya aku melihat seorang pria bersama dengan isteriku, tentu aku akan memenggal lehernya dengan pedang (dengan bagian yang tajam)!” Lalu perkataan ini terdengar oleh Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lantas beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

أَتَـعْجَبُوْنَ مِنْ غَيْـرَةِ سَعْدٍ؟ لَأَنَـا أَغْيَـرُ مِنْهُ ، وَاللّٰـهُ أَغْـيَــرُ مِنّـِيْ

Apakah kalian heran dengan kecemburuan Sa’ad ? Sungguh aku ini lebih cemburu dari dia, dan Allâh lebih cemburu dari aku.”[5]
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :

إِنَّ اللّٰـهَ يَغَارُ ، وَإِنَّ الْـمُؤْمِنَ يَغَـارُ ، وَغَيْـرَةُ اللّٰـهِ أَنْ يَأْتِـيَ الْـمُؤْمِنُ مَا حَرَّمَ عَلَيْهِ

Sesungguhnya Allâh itu cemburu, dan sesungguhnya seorang Mukmin itu juga cemburu. Dan kecemburuan Allâh itu akan timbul bila seorang hamba melakukan apa yang diharamkan oleh Allâh atasnya.”[6]
Saudaraku Muslim, Allâh Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya mengaitkan sifat cemburu kepada orang-orang yang beriman, dimana mereka akan merasa cemburu jika melihat hamba Allâh melakukan hal yang diharamkan. Lantas masihkah tersisa rasa cemburu ini di hatimu apabila justru dirimu sendiri yang mengerjakan perbuatan keji ini???
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkhutbah dalam shalat gerhana (kusuf), kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

يَا أُمَّةَ مُـحَمَّدٍ ! وَاللّٰـهِ مَـا مِنْ أَحَدٍ أَغْيَـرُ مِنَ اللّٰـهِ أَنْ يَـزْنِـيَ عَبْدُهُ أَوْ تَـزْنِـيَ أَمَتُـهُ ، يَا أُمَّةَ مُـحَمَّدٍ ! وَاللّٰـهِ لَوْ تَـعْـلَمُوْنَ مَـا أَعْلَمُ لَضَحِكْـتُمْ قَـلِيْـلًا وَلَبَـكَيْـتُمْ كَـثِـيْـرًا.

Wahai umat Muhammad! Demi Allâh , tidak ada yang lebih cemburu daripada Allâh jika hamba-Nya yang laki-laki atau perempuan melakukan zina. Wahai umat Muhammad! Demi Allâh , sekiranya kalian tahu apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan banyak menangis dan sedikit tertawa.”[7]
Dalam penyebutan dosa besar ini, yaitu zina secara khusus seusai shalat gerhana terdapat suatu rahasia indah yang hanya dapat diketahui dan diamati oleh orang-orang yang mengamatinya secara seksama, yaitu fenomena perbuatan zina merupakan tanda kehancuran alam sekaligus satu tanda-tanda hari Kiamat.
Hal ini sebagaimana disebutkan dalam sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , dari Anas bin Mâlik Radhiyallahu anhu, dia berkata, “Sungguh, aku akan menyampaikan suatu hadits yang aku dengar dari Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tidak akan ada orang lain yang mendengar darinya yang akan menyampaikannya kepada kalian,

إِنَّ مِـنْ أَشْـرَاطِ السَّاعَـةِ أَنْ يُـرْفَعَ الْعِلْمُ ، وَ يَـظْهَـرَ الْـجَـهْـلُ ، وَيَفْشُوَ الـزِّنَـى ، وَيُـشْـرَبَ الْـخَـمْـرُ ، وَيَذْهَبُ الـرِّجَالُ ، وَتَبْقَى النّـِسَاءُ ، حَتَّى يَـكُوْنَ لِـخَمْسِيْـنَ امْـرَأَةً قَـيّـِمٌ وَاحِدٌ.

Di antara tanda-tanda hari Kiamat adalah hilangnya ilmu, tampaknya kebodohan, banyak diminumnya khamr, maraknya (banyaknya) perzinaan, perginya (sedikitnya) pria, dan tersisa (banyaknya) wanita. Sampai-sampai, lima puluh orang wanita diurus oleh seorang pria.[8]
TINGKATAN DOSA ZINA
Perbuatan zina adalah dosa besar, dan dosa besar zina bertingkat-tingkat sesuai dengan kerusakannya:
1. Seseorang yang berzina dengan banyak orang lebih bobrok (rusak) dan lebih besar dosanya daripada yang berzina dengan satu orang saja.
2. Seseorang yang berzina terang-terangan lebih bobrok (rusak) dan lebih besar dosanya daripada yang berzina secara sembunyi-sembunyi.
3. Seseorang yang berzina dengan wanita yang bersuami lebih bobrok (rusak) dan lebih besar dosanya daripada yang berzina dengan wanita yang tidak bersuami; Karena dalam perbuatan tersebut terdapat kezhaliman, permusuhan dan merusakan istri orang.
4. Seseorang yang berzina dengan istri tetangga lebih bobrok (rusak) dan lebih besar dosanya daripada orang yang berzina dengan selain tetangga; karena itu menimbulkan gangguan terhadap tetangga dan penyimpangan terhadap wasiat Allâh dan Rasul-Nya.
Abdullâh bin Mas’ûd Radhiyallahu anhu berkata :

سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللهِ n : أَيُّ الذَّنْبِ أَعْظَـمُ ؟ قَالَ : أَنْ تَـجْعَلَ لِلّٰـهِ نِـدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ ، قَالَ : قُلْتُ لَهُ : إِنَّ ذَلِكَ لَعَظِيْمٌ. قَالَ : قُلْتُ : ثُمَّ أَيٌّ ؟ قَالَ: أَنْ تَـقْـتُـلَ وَلَـدَكَ مَخَافَةَ أَنْ يَـطْعَـمَ مَعَكَ. قَالَ : قُلْتُ: ثُمَّ أَيٌّ ؟ قَالَ : أَنْ تُـزَانِـيَ حَـلِـيْـلَـةَ جَارِكَ

Aku bertanya kepada Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam , “Dosa apakah yang paling besar?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Engkau menyekutukan Allâh padahal Dia-lah yang telah menciptakanmu.” Aku katakan kepada beliau, “Itu dosa yang sangat besar.” Kemudian aku bertanya kembali, “Kemudian dosa apa lagi?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Engkau membunuh anakmu karena takut ia makan bersamamu.” Aku bertanya kembali, “Kemudian dosa apa lagi?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Engkau berzina dengan istri tetanggamu.”[9]
Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :
لَأَنْ يَزْنِـيَ الرَّجُلُ بِعَشْـرَةِ نِسْوَةٍ أَيْسَرُ عَلَيْـهِ مِنْ أَنْ يَـزْنِـيَ بِامْرَأَةِ جَارِهِ
Sekiranya seorang laki-laki berzina dengan sepuluh orang wanita itu lebih ringan daripada ia berzina dengan istri tetangganya[10]
5. Seorang yang berzina dengan istri mujâhid (orang yang berjihad) di jalan Allâh lebih bobrok (rusak dan lebih besar dosanya) daripada yang berzina dengan wanita lainnya; Karena pada hari kiamat nanti akan dikatakan kepada si mujâhid, “Ambillah dari kebaikan pezina itu sesuka hatimu!”[11]
6. Seseorang yang berzina dengan mahramnya (seperti ibunya, kakak perempuan, adik perempuan) lebih jahat, lebih bobrok (rusak dan lebih besar dosanya) daripada yang berzina dengan selainnya.
Hukuman bagi orang yang berzina dengan mahramnya, menurut Imam Ibnul Qayyim rahimahullah adalah dibunuh. Beliau rahimahullah berkata, “Jika perbuatan keji itu dilakukan dengan orang yang masih memiliki hubungan kekeluargaan dari para mahramnya, itu adalah perbuatan yang sangat membinasakan. Dan wajib dibunuh pelakunya bagaimana pun keadaannya. Ini adalah pendapat Imam Ahmad dan yang selainnya.”[12]
Imam Ahmad berdalil dengan beberapa hadits, di antaranya dari Bara’ bin Azib Radhiyallahu anhu , ia berkata, “Aku bertemu dengan pamanku dan ia membawa bendera, lalu aku berkata, “Mau kemana engkau wahai paman ?” Dia berkata, “Aku diutus oleh Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk memenggal leher seorang laki-laki dan mengambil hartanya yang telah berzina dengan istri bapaknya (ibu tiri).” [13]
Dosa zina juga bertingkat-tingkat sesuai dengan waktu, tempat, dan kondisi :
1. Orang yang berzina pada malam atau siang bulan Ramadhân lebih besar dosanya daripada yang berzina pada selain waktu tersebut.
2. Orang yang berzina di tempat-tempat yang mulia dan utama lebih besar dosanya daripada yang berzina di selain tempat-tempat tersebut.
Pelaku zina juga bertingkat-tingkat:
1. Seorang yang sudah menikah lebih jelek (buruk) dan lebih besar dosanya daripada yang belum menikah.
2. Orang yang sudah tua lebih jelek dan lebih besar dosanya daripada pemuda.
3. Orang yang alim (orang yang yang berilmu/guru) lebih jelek (buruk) dan lebih besar dosanya daripada orang yang bodoh.
4. Thâlibul ilmi (Penuntut ilmu) lebih jelek (buruk) dan lebih besar dosanya daripada orang awam.
5. Orang yang mampu (kaya) lebih jelek (buruk) lebih besar dosanya dari orang yang fakir dan lemah.[14]

HUKUMAN BAGI ORANG YANG MELAKUKAN ZINA
Hukuman Di dunia
1. Hukuman Bagi Orang Yang Berzina Dan Ia Belum Pernah Menikah:
Allâh Azza wa Jalla berfirman :

الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ ۖ وَلَا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ ﴿٢﴾ الزَّانِي لَا يَنْكِحُ إِلَّا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةً وَالزَّانِيَةُ لَا يَنْكِحُهَا إِلَّا زَانٍ أَوْ مُشْرِكٌ ۚ وَحُرِّمَ ذَٰلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ

Pezina perempuan dan pezina laki-laki, deralah masing-masing dari keduanya seratus kali, dan janganlah rasa belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama (hukum) Allâh , jika kamu beriman kepada Allâh dan hari kemudian; dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sebagian orang-orang yang beriman. Pezina laki-laki tidak boleh menikah kecuali dengan pezina perempuan, atau dengan perempuan musyrik; dan pezina perempuan tidak boleh menikah kecuali dengan pezina laki-laki atau dengan laki-laki musyrik; dan yang demikian itu diharamkan bagi orang-orang mukmin.” [An-Nûr/24:2-3]
Islam adalah agama hanîf, agama tauhid, agama yang bersih dari syirik, agama yang bersih dan menjaga kehormatan manusia. Agama Islam adalah agama yang adil dan memandang perbuatan zina sebagai perbuatan kotor, jorok, menjijikkan, sangat memalukan, merusak kehormatan dan nasab. Oleh karena itu, Islam menjatuhkan sanksi yang sangat berat bagi pelakunya, sebagaimana disebutkan dalam ayat di atas dan hadits-hadits shahih, sebagai berikut:
1. Berhak mendapatkan murka Allâh Subhanahu wa Ta’ala .
2. Berhak mendapatkan hukuman yang berat.
3. Berhak mendapat cambukan sebanyak seratus kali.
4. Tidak boleh berbelas kasihan kepada pelaku zina.
5. Harus diasingkan selama setahun.
6. Hanya boleh menikah dengan pezina atau orang yang musyrik.
7. Pezina haram dinikahkan dengan seorang mukmin.
8. Berhak mendapatkan ancaman dengan dilipatgandakan adzab dan terhina pada hari Kiamat.
Hukuman Bagi Pezina Yang Telah Menikah:
Apabila pezina tersebut adalah orang yang sudah menikah, baik duda atau janda, maka hukumannya adalah hukuman rajam (dilempari batu sampai mati).
Dari ‘Ubâdah bin ash-Shâmit Radhiyallahu anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

خُذُوْا عَنّـِيْ ، خُذُوْا عَنّـِيْ ، قَـدْ جَعَـلَ اللّٰـهُ لَـهُنَّ سَبِـيْـلًا : اَلْبِكْـرُ بِالْبِكْرِ جَـلْـدُ مِائَـةٍ وَنَـفْيُ سَنَـةٍ ، وَ الثَّـيّـِبُ بِالثَّـيّـِبِ جَلْـدُ مِائَـةٍ وَالـرَّجْمُ.

Ambillah dariku, ambillah dariku. Allâh telah menetapkan ketentuan bagi mereka; Perjaka yang berzina dengan perawan (hukumannya) dicambuk seratus kali dan dibuang selama setahun, dan laki-laki yang sudah pernah menikah (yang berzina) dengan perempuan yang sudah pernah menikah (hukumannya) adalah dicambuk seratus kali dan dirajam.[16]
Hukuman rajam adalah hukuman bagi orang yang berzina, dimana ia dibenamkan ke dalam tanah sampai sebatas dadanya , kemudian dilempari dengan batu beramai-ramai sampai mati !
Hukuman Di Akhirat
Dari Samurah bin Jundab Radhiyallahu anhu yang mengisahkan tentang mimpi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

…فَانْطَـلَـقْـنَا فَأَتَـيْـنَـا عَلَـى مِثْلِ التَّـنُّوْرِ ، قَالَ: وَأَحْسِبُ أَنَّـهُ كَانَ يَـقُوْلُ: فَإِذَا فِـيْـهِ لَغَطٌ وَأَصْوَاتٌ. قَالَ: فَاطَّـلَعْنَا فِيْهِ فَإِذَا فِـيْـهِ رِجَالٌ وَنِسَاءٌ عُـرَاةٌ ، وَإِذَا هُمْ يَأْتِـيْهِمْ لَـهَبٌ مِنْ أَسْفَلَ مِنْـهُمْ ، فَإِذَا أَتَـاهُمْ ذٰلِكَ اللَّهَبُ ضَوْضَوْا. قَالَ: قُلْتُ لَـهُمَـا-أَيْ الْـمَلَـكَيْـنِ-: مَا هـٰـؤُلَاءِ…؟ قَالَا: وَأَمَّا الِـرّجَالُ وَالنّـِسَاءُ الْعُـرَاةُ الَّذِيْنَ فِـيْ مِـثْـلِ بِـنَاءِ التَّـنُّـوْرِ ، فَـهُمُ الزُّنَـاةُ وَالزَّوَانِـيْ.

… Lalu kami (Nabi dan malaikat yang menemani beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam ) pergi kemudian mendatangi suatu tempat mirip pembakaran (tungku). Dia (perawi) berkata : Aku kira Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, ‘Ternyata di dalamnya terdengar suara gaduh dan teriakan.’ Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Maka kami melihat di dalamnya terdapat kaum laki-laki dan wanita yang telanjang. Tiba-tiba datang api yang menyala-nyala dari bawah mereka, ketika api itu mendatangi mereka maka mereka berteriak-teriak.” Beliau bersabda, “Aku berkata kepada keduanya (dua malaikat), “Siapa mereka itu…?” Keduanya berkata, “Adapun kaum laki-laki dan wanita yang telanjang yang berada dalam tungku itu, mereka adalah para pezina.’”[18]
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ثَـلَاثَةٌ لَا يُـكَـلّـِمُـهُمُ اللّٰـهُ يَوْمَ الْقِـيَـامَـةِ وَلَا يُـزَكّـِيْهِمْ (وَلَا يَـنْـظُـرُ إِلَيْهِمْ) وَلَـهُمْ عَـذَابٌ أَلِـيْمٌ: شَيْخٌ زَانٍ، وَمَـلِـكٌ كَـذَّابٌ ، وَعَائِـلٌ مُسْتَـكْبِـرٌ.

Ada tiga golongan manusia yang pada hari Kiamat kelak, Allâh tidak akan berbicara kepada mereka, tidak akan mensucikan mereka (tidak akan memandang mereka), dan mereka mendapatkan siksa yang pedih, yaitu orang lanjut usia yang berzina, raja (penguasa) yang pendusta, dan orang miskin yang sombong.[19]
Itulah hukuman berat yang akan diterima oleh pezina di akhirat.
Semoga naskah singkat ini bisa mengingatkan kita terhadap besarnya resiko dan beratnya hukuman yang harus diterima oleh pelakunya. Semoga Allah k senantiasa memberikan taufiq-Nya kepada kita semua dan senantiasa menjaga kita dari perbuatan-perbuatan dosa.
Dalam hadits lain, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ أَصَابَ ذَنْبًا أُقِيْمَ عَلَيْهِ حَدُّ ذلِكَ الذَّنْبِ ، فَهُوَ كَفَّارَتُـهُ.

Barangsiapa yang melakukan suatu dosa lalu ditegakkan atasnya hukuman atas dosa tersebut, maka hukuman itu merupakan kaffarat (penebus dosa) baginya.” [20]
Jadi, hukuman hadd yang ditegakkan secara syar’i oleh ulil amri (pemerintah) adalah sebagai penghapus dosa tersebut. Namun apabila hukuman hadd tersebut tidak dilaksanakan, maka hukumannya di akhirat tergantung kehendak Allâh, jika Allâh berkehendak maka Allâh akan mengampuninya, dan jika Allâh kehendaki maka Allâh mengadzabnya (menyiksanya). Wallaahul Musta’aan.
[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 12/Tahun XVI/1434H/2013. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196]
_______
Footnote
[1]. Diringkas dari ad-Dâ’ wad Dawâ’ (hlm. 231).
[2]. Ad-Dâ’ wad Dawâ’ (hlm. 230).
[3]. Ad-Dâ’ wad Dawâ’ (hlm. 250-251), Min Mafâsidiz Zinâ, karya Syaikh Muhammad bin Ibrâhîm al-Hamd, dan beberapa tambahan dari kitab-kitab yang lain.
[4]. Fâhisyah Qaumi Lûth, karya Abu ‘Abdirrahman ‘Ali bin ‘Abdul ‘Azîz Musa.
[5]. Shahîh: HR. Al-Bukhâri (no. 6846, 7416) dan Muslim (no. 1499).
[6]. Shahîh: HR. Bukhâri (no. 5223) dan Muslim (no. 2761).
[7]. Shahîh: HR. Al-Bukhâri (no. 1044) dan Muslim (no. 901), dari ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma.
[8]. Shahîh: HR. Al-Bukhâri (no. 80, 81, 5231, 5577, 6808) dan Muslim (no. 2671 (9)), dari Anas bin Mâlik Radhiyallahu anhu. Ini lafazh Muslim.
[9]. Shahîh: HR. Al-Bukhâri (no. 4477 dan 6811), Muslim (no. 86), at-Tirmidzi (no. 3182), dan an-Nasâ-i (VII/89).
[10]. Shahîh: HR. Al-Bukhâri dalam al-Adabul Mufrad (no. 103), Ahmad (IV/8), dan selainnya.
[11]. Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim (no. 1897) (139-140).
[12]. Lihat Raudhatul Muhibbîn (hlm. 318).
[13]. Shahîh: HR. Abu Dâwûd (no. 4457), at-Tirmidzi (no. 1362), an-Nasa-i (VI/109), Ibnu Majah (no. 2607), al-Baihaqi (VIII/237), dan Ahmad (IV/292). Dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Irwâ-ul Ghalîl (no. 2351).
[14]. Dinukil dengan sedikit tambahan dari Rasâ-il fii Abwâb Mutafarriqah (hlm. 253-254), karya Muhammad bin Ibrahim al-Hamd.
[15]. Akan tetapi hukuman cambuk seratus kali bagi pezina yang sudah menikah telah dimansûkh (dihapus) sebagaimana dijelaskan oleh Imam asy-Syâfi’i dalam kitabnya ar-Risâlah (no. 380-382).
[16]. Shahîh: HR. Ahmad (V/313, 317, 318, 320), Muslim (no. 1690), Abu Dawud (no. 4415), at-Tirmidzi (no. 1434), dan lainnya dengan sanad yang shahih.
[17]. Sebagaimana dalam hadits Muslim (no. 1695 (23)).
[18]. Shahîh: HR. Bukhâri (no. 7047).
[19]. Shahîh: HR. Muslim (no. 107), an-Nasa-i (V/86), dan Ahmad (II/433).
[20]. Shahîh: HR. Ahmad (V/214, 215), dari Khuzaimah bin Tsâbit Radhiyallahu anhu. Hadits ini shahih dengan beberapa syawâhid (penguat)nya dari shahabat lainnya.

15 MAKSIAT YANG AKAN MENURUNKAN BALA

Ertinya: Daripada Ali bin Abi Thalib r.a. Rasulullah saw. Bersabda: � Apabila umat ku telah membuat lima belas perkara, maka bala pasti akan turun kepada mereka iaitu:

1. Apabila harta negara hanya beredar pada orang-orang tertentu.

2. Apabila amanah dijadikan suatu sumber keuntungan.

3. Zakat dijadikan hutang.

4. Suami memperturutkan kehendak isteri.

5. Anak derhaka terhadap ibunya.

6. sedangkan ia berbaik-baik dengan kawannya.

7. Ia suka menjauhkan diri daripada ayahnya.

8. Suara sudah ditinggikan di dalam masjid.

9. Yang menjadi ketua satu kaum adalah orang yang terhina di antara mereka.

10. Seseorang dimuliakan kerana ditakuti kejahatannya.

11. Khamar (arak) sudah diminum di merata tempat.

12. Kain sutera banyak dipakai (oleh kaum lelaki).

13. Para artis-artis disanjung-sanjung.

14. Muzik banyak dimainkan.

15. Generasi akhir umat ini melaknat (menyalahkan) generasi pertama (sahabat).

Maka pada ketika itu hendaklah mereka menanti angin merah atau gempa bumi atau pun mereka akan diubah menjadi makhluk lain�. H.R Tarmizi.

Dunia pada hari ini telah membuat segala apa yang telah disabdakan Rasulullah s.a.w. Ini, cuma mungkin belum sampai ke peringkat akhir.

Firman Allah SWT:

???? ? ?????????????? ????? ?????? ???????? ?????? ????????? ????????????? ? ???? ?????? ????????? ????? ??????? ??? ????????? ??? ???????? ??????? ???????????? ??? ??????????????? ???????? ??????? ??????? ????????? ???????? ????? ??????? ???? ??? ????? ????? ???? ???????? ??? ?????  

Bagi tiap-tiap seorang ada malaikat penjaganya silih berganti dari hadapannya dan dari belakangnya, yang mengawas dan menjaganya (dari sesuatu bahaya) dengan perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa yang ada pada sesuatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri dan apabila Allah menghendaki untuk menimpakan kepada sesuatu kaum bala bencana (disebabkan kesalahan mereka sendiri), maka tiada sesiapapun yang dapat menolak atau menahan apa yang ditetapkanNya itu dan tidak ada sesiapapun yang dapat menolong dan melindungi mereka selain daripadaNya. Ar-Ra'du (11).

 FirmanNya yang lain: 

?????? ???????? ???? ??????????? ??? ????????? ???? ??????? ??????????????? ??? ????????? ??? ???? ???????? ??????? ????????????? ??????????? ????????? ???????????? ??????????? ????????????? ??????? ??? ?????????? ????????????????? ????????????? ???????????? ???? ?????????? ??????? ??????????

Tidakkah mereka memerhati dan memikirkan berapa banyak umat-umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal (umat-umat itu) telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi (dengan kekuasaan dan kemewahan) yang tidak Kami berikan kepada kamu dan Kami turunkan hujan atas mereka dengan lebatnya dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka dengan sebab dosa mereka dan Kami ciptakan sesudah mereka, umat yang lain? Al-An'aam(6).

ISLAM DAN PERBUDAKAN

Hari ini perbudakan sudah dihapus. Sedangkan domestic servant (pembantu rumah tangga) termasuk dalam kategori pekerjaan/profesi dan bukanlah budak. Mengangkat pembantu dibolehkan dalam Islam. Anas bin Malik berkata: “Aku pernah menjadi pelayan Rosululloh saw selama sepuluh tahun. Tidak pernah sama sekali beliau mengucapkan ‘hus’ kepadaku. Beliau tidak pernah membentakku terhadap sesuatu yang kukerjakan (dengan ucapan) ‘Mengapa engkau kerjakan begini.’ Dan tidak pula terhadap sesuatu yang tidak kukerjakan (dengan ucapan) ‘Mengapa tidak engkau kerjakan.’ (HR Muslim). Ali bin Abi Thalib semasa mudanya pun pernah bekerja menjadi pembantu perempuan Yahudi. Ali berkata: “Saya bekerja untuk seorang perempuan Yahudi dengan upah setiap timba air ditukar dengan sebutir kurma. Kemudian saya menceritakan hal itu kepada Rosululloh dan saya bawakan beberapa butir kurma lalu beliau pun memakan sebagian kurma tersebut bersama saya.” (HR Bukhari).

Di zaman ini dimana perbudakan sudah tidak ada lagi, memperlakukan pembantu sebagai budak dengan menyetubuhinya adalah zina yang diancam dengan hukum rajam (mati). Maraknya kasus penyiksaan terhadap tenaga kerja wanita di Arab Saudi, menunjukkan pemahaman keislaman yang rendah dari sebagian orang Arab Saudi. Arab Saudi baru menghapus perbudakan pada tahun 1960-an, sehingga ketika ada ledakan tenaga kerja wanita, muncul semacam ‘kerinduan’ untuk kembali ke masa lalu. Hal ini juga disebabkan penerapan hukum Islam yang tidak menyeluruh, pemerintahan Arab Saudi membolehkan wanita muda (para tenaga kerja wanita) meninggalkan suami bertahun-tahun dan hidup (di negara lain) dalam rumah yang tertutup dengan majikannya.
Nashiruddin Al-Albani menyatakan bahwa hari ini perbudakan sudah dihapus sehingga tidak boleh melakukan perbudakan secara individu. Perbudakan dalam Islam hanya ada melalui perang membela Islam, itu pun dengan persetujuan Imam/Khalifah (Fatwa-Fatwa Albani, Muhammad Nashiruddin Al-Albani. Pustaka At-Tauhid).
Sebagian kalangan hari ini ada yang berpendapat bahwa perbudakan suatu saat dapat dihidupkan kembali. Seandainya suatu ketika, terjadi perang dunia yang melumat semua kehidupan dunia. Lalu pasca perang itu peradaban umat manusia hancur lebur, maka umat manusia yang jahiliyah kembali jatuh ke jurang perbudakan manusia. Saat itu terjadi, agama Islam masih mempunyai hukum-hukum suci yang mengatur masalah perbudakan.

Mereka mengacu pada fenomena kaum wanita yang selalu menjadi korban kebuasan perang, seperti kasus pemerkosaan ribuan wanita Islam di Bosnia, Kashmir, Afghanistan, dan Irak. Sehingga pasukan Islam dapat melakukan hal yang sama terhadap wanita kafir yang menjadi tawanan perang dengan memperbudaknya (jika diizinkan oleh Khalifah Islam).

Ada pula yang mengacu pada Hadits Jibril yang panjang bahwa Rasulullah saw bersabda: “Dan akan saya beritahukan kepadamu tanda-tanda Hari Kiamat itu ialah apabila budak wanita melahirkan tuannya, …” (HR Bukhari dan Muslim). Berdasarkan hadits ini, mereka berpendapat bahwa menjelang Kiamat nanti akan ada budak wanita yang melahirkan tuannya sehingga itu menandakan di saat menjelang Kiamat akan ada budak dan perbudakan.
Namun para ulama Hadits sendiri berbeda pendapat dalam menafsirkan hadits ini.
Al-Khatabi berpendapat: “Maknanya ialah Islam akan meluas hingga dapat menguasai negara-negara musyrik dan menawan anak cucu mereka. Apabila seseorang dapat memiliki Jariyah (budak wanita), lantas budak tersebut melahirkan anak hasil hubungan dengannya. Maka anak tersebut berkedudukan sebagai tuannya yang merdeka.” (Ma’alim As-Sunan ‘Ala Mukhtashar Sunan Abu Daud 7: 67).

Ibnu Hajar berpendapat: “Maknanya ialah akan banyak anak yang durhaka yang memperlakukan ibunya seperti sikap tuan terhadap budaknya, seperti merendahkannya, mencacinya, memukulnya, dan memperkerjakannya sebagai pelayan untuk dirinya. Jadi pemakaian kata-kata Rabb (tuan) di sini adalah majazi. Atau boleh jadi yang dimaksud dengan rabb di sini adalah mu-rabbi-nya (pendidik dan pembimbingnya). Kiamat itu sudah dekat apabila keadaan sudah berbalik dimana seseorang yang semestinya dibimbing malah membimbing dan orang-orang rendahan malah menempati posisi yang tinggi (terhormat). Ini sesuai pula dengan sabda Nabi saw (yang diriwayatkan Muslim) mengenai tanda Kiamat yang lain di mana orang yang dahulunya berkaki telanjang (karena miskinnya) malah menjadi penguasa.” (Fathul Bari 1: 122-123).

Kalaupun pendapat Al-Khatabi benar, maka sesungguhnya hal itu sudah terjadi, contohnya Khalifah Al Ma’mun dari Dinasti Abbasiyah yang merupakan anak budak (Ummul Walad) hasil hubungan Khalifah Harun Al Rasyid dengan salah seorang budak perempuannya.

Hadits Jibril tersebut menceritakan Tanda-Tanda Kecil Kiamat. Tanda-tanda ini terjadi mendahului Huru Hara Besar Akhir Zaman yang merupakan Tanda-Tanda Besar Kiamat. Tanda-Tanda Kecil Kiamat muncul dalam masa yang cukup panjang dan merupakan berbagai kejadian yang sering dianggap biasa terjadi. Muhammad Siddiq Hassan Khan mengatakan bahwa kiamat itu telah dekat dan seluruh Tanda-Tanda Kecil Kiamat telah muncul (seperti munculnya orang-orang yang mengaku Nabi -HR Bukhari, banyaknya gempa bumi -HR Bukhari, umat Islam diperebutkan umat lain -HR Ahmad, dan seterusnya), sehingga umat Islam tinggal menunggu Tanda-Tanda Besar Kiamat (seperti kemunculan Dajjal -HR Bukhari, munculnya Al Mahdi -HR Ibn Majah, turunnya Al Masih -HR Muslim, serta keluarnya Ya’juj dan Ma’juj -surat Al Anbiya 96-97). [Peristiwa-Peristiwa Dahsyat Akhir Zaman. Sa’id Abdul Azhim. Solo: Al Qowam, 2004. hal. 55].

Sehingga berdalil dengan Hadits Jibril tersebut bahwa perbudakan akan muncul lagi, tidaklah tepat. Karena budak wanita yang melahirkan tuannya sudah terjadi.
Oleh karena itu umat Islam sudah tidak perlu lagi menghidupkan perbudakan walaupun suatu saat nanti Khilafah Islamiyah berdiri kembali. Karena saat perbudakan masih merajalela, Islam telah mengajarkan untuk memuliakan dan membebaskan budak, sehingga ketika hari ini perbudakan sudah tidak ada lagi maka akan menjadi bertentangan dengan ajaran Islam jika ada orang Islam yang hendak menghidupkan kembali perbudakan.
Membalas perlakuan musuh Islam dengan memperbudak tawanan perang adalah hak Khalifah, sebagaimana Khalifah pun berhak untuk tidak menjalankan perbudakan karena tidak ada satu pun ayat Al Quran yang menyuruh untuk memperbudak.
Dalam hal ini para Khalifah dapat mencontoh Khalifah Umar bin Khattab yang melarang para sahabat menikah dengan perempuan Ahlul Kitab walaupun hal itu dibolehkan Al Quran (Al Maa’idah: 5). Umar khawatir bahwa hal tersebut dapat menghambat mereka menikahi perempuan-perempuan Islam. (Al Majmu Syarah Al Muhadzdzab, Juz IX). Al Qurthubi juga meriwayatkan bahwa Khalifah Umar bin Khattab meniadakan hukuman potong tangan bagi pencuri jika penyebab pencurian adalah keadaan darurat dan menjaga nyawa, yaitu ketika musim kelaparan melanda tanah Arab di masa paceklik. Karena itulah Khalifah yang akan berdiri kelak, berhak untuk tidak menghidupkan lagi perbudakan.
Abbas Mahmud Al Aqqad dalam ‘Haqa’iqul Islam Wa Abathilu Khushumihi’ mengatakan bahwa perbudakan telah dilarang, yang diperbolehkan saat ini hanyalah cara memperlakukan tawanan perang, yaitu boleh diperkerjakan selama masih dalam masa perang.
Tidak menghidupkan kembali perbudakan bukan berarti menjadikan ayat-ayat Al Quran yang berbicara tentang perbudakan menjadi ‘out of date’ atau ketinggalan zaman.
Ayat Al Quran pun banyak berbicara tentang kemiskinan, seperti surat At Taubah ayat 60 yang mengalokasikan zakat untuk orang miskin. Namun ayat ini tidak berarti kemiskinan tidak boleh dihapuskan. Sehingga adanya ayat Al Quran tentang perbudakan, juga tidak bisa menjadi alasan untuk melarang penghapusan perbudakan.

Menyebarnya Zina, Tanda Semakin Dekatnya Hari Kiamat

KHUTBAH JUM’AT PERTAMA

 إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَ نَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَاِلنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَ مَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلىَ اَلِهِ وَ أَصْحَابِهِ وَ مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ﴾
﴿يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً﴾
﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً﴾
فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَ خَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ و كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ
Jama’ah Jum’at rahimakumullah.
Salah satu prinsip keimanan yang sangat pokok dalam agama Islam adalah beriman kepada Hari Akhir atau Hari Kiamat. Iman kepada Hari Kiamat sebagaimana kita ketahui merupakan salah satu rukun iman yang enam. Keimanan kepada Hari Akhir dan kebangkitan ini merupakan salah satu hal yang banyak ditolak oleh kaum kafir. Adapun kita kaum muslimin, tanpa ragu sedikitpun kita beriman bahwa Hari Kiamat pasti akan tiba dan terjadi. Kita beriman kepada Allah, kita beriman kepada Rasulullah, kita beriman kepada seluruh perkara ghaib yang telah diberitahukan wahyu, baik melalui kalamullah maupun melalui lisan Rasul-Nya yang mulia.
Ma’asyiral muslimin.
Hari Kiamat merupakan salah satu perkara gaib yang telah dijelaskan secara gamblang, baik dalam ayat Al-Qur’an maupun sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Hal ini juga merupakan kesepakatan seluruh seluruh sahabat, ulama, dan kaum muslimin. Maka sangat jelas bagi kita semua bahwa Hari Akhir ini pasti akan terjadi tanpa ada keraguan sedikit pun, dan tidak ada yang meragukan atau menentangnya kecuali orang-orang kafir, atheis yang berpaham materialis. Masalahnya sekarang, “Kapankah Kiamat itu akan tiba?” Jamaah sekalian! Jawaban yang paling tepat untuk pertanyaan ini tidak lain adalah sebagaimana jawaban yang diberikan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kepada orang-orang, ketika mereka bertanya tentang kapan terjadinya Hari Kiamat. Beliau mengatakan, “Ilmunya ada di sisi Allah” yakni ilmu tentang kapan terjadinya Kiamat hanyalah Allah yang mengetahui. Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman,
﴿يَسْئَلُكَ النَّاسُ عَنِ السَّاعَةِ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ اللهِ وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُونُ قَرِيبًا﴾
“Manusia bertanya kepadamu tentang Hari Kiamat. Katakanlah, ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah.’ Dan tahukah kamu hai (Muhammad) boleh jadi Hari Kiamat itu sudah dekat waktunya.” (QS. Al-Ahzab: 63)
Demikian pula dengan Firman Allah dalam ayat yang lain,
﴿يَسْئَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ رَبِّي لاَيُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَآ إِلاَّ هُوَ ثَقُلَتْ فِي السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ لاَتَأْتِيكُمْ إِلاَّبَغْتَةً يَسْئَلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لاَيَعْلَمُونَ﴾
“Mereka menanyakan kepadamu tentang Kiamat; bilakah terjadinya. Katakanlah, ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Rabbku; tidak seorang pun yang dapat menejlaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah, ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari Kiamat itu adalah di sisi Rabb, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui’.” (QS. Al-A’raf: 187)
Juga di dalam surat An-Nazi’at ayat 42-45, Allah telah berfirman,
﴿يَسْئَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةَ أَيَّانَ مُرْسَاهَا (42) فِيمَ أَنتَ مِن ذِكْرَاهَآ (43) إِلىَ رَبِّكَ مُنتَهَاهَآ (44) إِنَّمَآ أَنتَ مُنذِرُ مَن يَخْشَاهَا﴾ (45)
“(Orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Hari Kiamat, kapankah terjadinya. Siapakah kamu (sehingga) dapat menyebutkan (waktunya). Kepada Rabbmu-lah dikembalikan kesudahannya (ketentuan waktunya). Kamu hanya memberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya (Hari Kiamat).”
Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah!
Meskipun kejadian Hari Kiamat adalah sesuatu yang gaib dan merupakan rahasia Allah, tetapi Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memberitahukan kepada kita semua tentang tanda-tandanya. Dan kalau kita mau mencermati tanda-tanda Hari Kiamat tersebut, maka kita semua akan sepakat pada satu kesimpulan, yakni “Hari Kiamat Sudah Semakin Dekat.”
Asy-Syaikh Muhammad bin Ibrahim at-Tuwajiri di dalam kitabnya Mukhtashar al-Fiqh al-Islami menyebtukan tentang tanda-tanda Hari Kiamat dengan begitu sistematis. Beliau membagi tanda-tanda terjadinya Hari Kiamat menjadi dua bagian, yaitu “asyrathus sa’ah as-Sughra” yakni tanda-tanda kiamat yang kecil dan “asyrathus sa’ah al-kubra” yakni tanda-tanda kiamat yang besar yang menunjukkan sudah sangat dekatnya kiamat. Beliau lalu membagi tanda-tanda kiamat yang kecil menjadi tiga bagian:
Yang pertama, yaitu tanda-tanda yang sudah terjadi dan telah berlalu, yaitu berupa terbelahnya rembulan sebagaimana disebutkan dalam surat al-Qamar, lalu diutusnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan sekaligus wafatnya beliau, kemudian penaklukan Baitul Maqdis dan keluarnya apai dari negeri Nejed.
Yang kedua, Tanda-tanda yang sedang terjadi dan masih terus berlangsung, di antaranya adalah tersebarnya fitnah (kekacauan dan kemungkaran), munculnya orang yang mengaku nabi, diangkatnya ilmu dan tersebarnya kebodohan, kezhaliman terjadi di sana-sini, meratanya alat-alat musik dan anggapan halal terhadapnya, banyak orang meminum khamar, orang-orang melarat saling berlomba membangun rumah dan gedung, membangun masjid hanya untuk bermegah-megahan, banyak terjadi pembunuhan, kemudian waktu terasa pendek, banyak terjadi gempa bumi, pasar-pasar dan super market saling berdekatan, urusan tidak diserahkan kepada ahlinya, keburukan mendominasi, kesyirikan menyebar di tengah-tengah umat Islam. Juga banyak terjadi kebohongan, pemutusan silaturahim, pengkhianat justru mendapat kepercayaan, orang tidak peduli lagi halal-haram dalam mencari rezeki, dan juga banyak wantia-wanita yang berpakaian tetapi telanjang dan zina merajalela.
Inilah di antara tanda-tanda kiamat yang saat ini telah disebutkan di dalam hadis-hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang shahih, dan tentunya bukan melalui forum ini untuk menyebutkanny secara detail satu per satu. Yang jelas -jamaah sekalian- kita semua telah membuktikan sendiri bahwa apa yang disabdakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkenaan dengan tanda-tanda terjadinya Hari Kiamat adalah benar adanya. Apa yang telah disebutkan di atas, kini telah menjadi fakta yang benar-benar terjadi pada masa ini, dan kita semua tidak mengingkarinya.
أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ الله لِي وَ لَكُمْ وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ, فَا سْتَغْفِرُوْهُ أَنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم

KHUTBAH JUM’AT KEDUA

إِنّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا
Jamaah Jumat rahimakumullah!
Tanda-tanda yang sedang terjadi dan masih terus berlangsung yang menunjukkan telah semakin dekatnya terjadinya kiamat adalah “merajalelanya zina”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ ويَظْهَرَ الْجَهْلُ وَيَفْشُوَ الزِّنَا
Sesungguhnya di antara tanda (yang menunjukkan) semakin dekatnya waktu terjadinya kiamat adalah, diangkatnya ilmu, nampaknya kebodohan dan tersebarnya perzinaan. (HR. At-Tirmidzi)
Sungguh, betapa banyak dan marak perzinaan terjadi di mana-mana, diantara indikasi yang menunjukkan hal tersebut adalah,
  1. Tersedianya rumah-rumah border yang secara sengaja disediakan sebagai tempat bagi mereka yang berhasta melampiaskan hasrat biologisnya kepada para wanita pezina yang siap melayani mereka para pezina.
  2. Disediakannya lokalisasi-lokalisasi di banyak tempat di negeri ini.
  3. Banyaknya kasus perzinaan alias kumpul kebo yang terjadi di banyak tempat,  yang kita dapatkan informasi dan beritanya melakui media, baik cetak maupun elektronik.
  4. Banyaknya para wanita pezina yang dengan tidak malu-malu secara terang-terangan menawarkan dirinya untuk berzina melalui banyak media sosial seperti facebook, jejaring internet dan lain sebagainya.
Ini semua -kaum muslimin- merupakan indikasi kuat bahkan merupakan realitas yang menunjukkan kepada kita betapa telah meraja lelanya perbuatan keji dan jalan yang buruk ini.  Semoga Allah ta’ala melindungi kita semua dari terjerumus ke dalam jalan yang buruk ini.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَصَلىَّ اللهُ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ تَسْلِيمًا كَثِيرًا وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ اْلحَمْدُ لِلهِ رَبِّ اْلعَالمَيْنَ