Tanda-tanda Akhir Zaman

Hari kiamat itu mempunyai tanda, bermulanya dengan tidak laris jualan di pasar, sedikit saja hujan dan begitu juga dengan tumbuh-tumbuhan. Ghibah menjadi-jadi dan merata-rata, memakan riba, banyaknya anak-anak zina, orang kaya diagung-agungkan, orang-orang fasik akan bersuara lantang di masjid, para ahli mungkar lebih banyak menonjol dari ahli haq.Wallahu'alam Bish-shawab


Rabu, 12 April 2017

TANDA-TANDA MENJELANG KIAMAT BERDASARKAN AL-QURAN DAN HADITS-HADITS YANG SHAHIH


Tanda-tanda Kiamat Kecil (‘Alamah Sughra), Pertengahan (‘Alamah Wustha), dan Besar (‘Alamah Kubra) Berdasarkan Hadits-Hadits Rasulullah S.A.W. Yang Berstatus Shahih.

A. Tanda-tanda Kecil (‘Alamah Sughra)

1. Diutusnya Rasulullah S.A.W.[1]
2. Terbelahnya bulan sebagai Mukjizat Rasulullah S.A.W.[2]
3. Wafatnya Rasulullah S.A.W.[3]
4. Penaklukan Baitul Maqdis[4]
5. Merebaknya penyakit yang berbahaya[5]
6. Terbunuhnya Umar bin Khattab R.A.[6]
7. Terbunuhnya Utsman bin ‘Affan R.A.[7]
8. Peristiwa Perang Jamal[8]
9. Peristiwa Perang Shiffin[9]
10. Fitnah Khawarij dan Perang Nahrawan[10]
11. Penyerahan kekuasaan dari tangan Hasan bin Ali bin Abi Thalib R.A.huma kepada Mu’awiyah Bin Abi Sufyan R.A.[11]
12. Fitnah Tatar dan serangan Turki[12]
13. Munculnya para Dajjal yang mengaku nabi[13]
14. Penaklukan Madain, Ibu Kota Persia[14]
15. Situasi di jalan-jalan[15] terlihat aman[16]
16. Harta melimpah ruah[17]
17. Terhapusnya jizyah dan pajak[18]
18. Api yang keluar dari Hijaz sehingga menerangi leher-leher unta di Busra[19]
19. Bencana Al-Khasaf[20], Al-Qadzaf[21] dan Al-Maskh[22] menjelang kiamat[23]
20. Runtuhnya Kekaisaran Persia dan Romawi[24]
21. Sampainya agama sebagaimana sampainya malam dan siang, serta penaklukan Roma[25]

B. Tanda-Tanda Kiamat Pertengahan (‘Alamah Wustha)

B.i. Tanda-Tanda Yang Sudah Muncul Namun Sebagiannya Akan Terulang Kembali
1. Datangnya berbagai fitnah[26]
2. Meluasnya perdagangan, salam hanya kepada yang dikenali dan putusnya silaturrahim[27]
3. Hamba sahaya wanita melahirkan tuannya[28]
4. Konspirasi bangsa-bangsa terhadap umat Islam[29]

B.ii. Tanda-Tanda Yang Akan Muncul Pada Zaman Kita dan Kebanyakan Peristiwanya Kita Alami
1. Wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang[30]
2. Menghiasi masjid dan berbangga-bangga dengannya[31]
3. Berlomba-lomba meninggikan bangunan[32]
4. Harta melimpah ruah[33]
5. Memakan harta riba[34]
6. Amanah disia-siakan[35]
7. Meniru perilaku orang-orang kafir[36]
8. Dihalalkannya sutera, khamar dan zina[37]
9. Tersebarnya buku, tulisan dan pena[38]
10. Mati tiba-tiba[39]
11. Pasar-pasar (pusat perdagangan dan perbelanjaan) berdekatan[40]
12. Para orang tua menyerupai pemuda[41]
13. Banyaknya pembohongan dan kesaksian palsu[42]
14. Kebenaran mimpi orang mukmin[43]

B.iii. Tanda-Tanda Yang Akan Muncul Pada Masa Yang Akan Datang dan Diantaranya Sangat Hampir Dengan Tanda-Tanda Kubra
1. Orang yang berpegang pada agama bagaikan memegang bara api[44]
2. Berlakunya permusuhan dalam hati[45]
3. Jazirah Arab penuh dengan taman-taman dan sungai-sungai[46]
4. Ilmu digunakan untuk mencari harta dan Al-Quran digunakan untuk perdagangan[47]
5. Munculnya kebodohan manusia dan saling menolak menjadi imam shalat[48]
6. Munculnya pemimpin-pemimpin bodoh[49]
7. Munculnya polisi akhir zaman yang kejam dengan manusia[50]
8. Turunnya cobaan dan siksaan berat dari penguasa zalim[51]
9. Seseorang berangan-angan untuk mati[52]
10. Sore beriman, pagi menjadi kafir kembali[53]
11. Sungai Eufrat kering dan menyingkap gunung emas atau timbunan emas[54]
12. Luka’ bin Luka’[55] menjadi manusia paling bahagia[56]
13. Fitnah dahsyat yang membinasakan bangsa Arab[57]
14. Sujud sekali kepada Allah lebih baik daripada dunia dan seisinya[58]
15. Munculnya seorang lelaki dari Qahthan[59] yang dipatuhi manusia[60]
16. Muncul berbagai fitnah: Ahlas,[61] Sarra’,[62] Makar,[63] dan Duhaima’[64]
17. Bumi mengeluarkan kekayaannya yang terpendam[65]
18. Kaum muslimin akan memerangi Yahudi dan mengalahkan mereka[66]
19. Jumlah wanita lebih banyak daripada jumlah laki-laki[67]
20. Merebaknya zina dan perbuatan keji[68]
21. Banyak kematian, gempa dan hujan[69]
22. Binatang buas dan benda mati dapat berbicara[70]
23. Ditenggelamkannya pasukan yang hendak menyerang Madinah[71]
24. Bulan kelihatan membesar[72]

C. Tanda-Tanda Kiamat Besar (‘Alamah Kubra)

1. Munculnya Al-Mahdi dan kekhalifahannya[73]
2. Al-Malhamah Al-Kubra (Perang Dunia Ke-3/ Armageddon) dan penaklukan Konstantinopel (Istanbul)[74]
3. Keluarnya Al-Masih Ad-Dajjal[75]
4. Turunnya Nabi Isa bin Maryam A.S.[76]
5. Keluarnya Yakjuj dan Makjuj[77]
6. Munculnya asap (Ad-Dukhan)[78]
7. Terbitnya matahari dari sebelah barat[79]
8. Keluarnya hewan melata yang dapat berbicara[80]
9. Islam menjadi asing dan Mushaf Al-Quran diangkat oleh Allah S.W.T[81]
10. Penghancuran Ka’bah[82]
11. Terjadinya tiga gerhana matahari, di timur, barat dan Jazirah Arab[83]
12. Hembusan angin lembut yang mencabut roh orang-orang mukmin[84]
13. Keluarnya api dari Pusat Kota Adn yang menggiring manusia menuju bumi mahsyar di Negeri Syam[85]



[1] (HR. Al-Bukhari, Muslim dan At-Tirmidzi, Jamiul Ushul: X/384), HR. Ahmad dalam Musnadnya dan Al-Hakim dalam Al-Kunya) dan (HR. At-Tirmidzi).

[2] (HR. Muslim dalam Shahihnya no. 2800), (HR. Muslim dalam Shahihnya no. 2822) dan (HR. Muslim no. 2801).

[3] (HR. Al-Bukhari no. 7927 dalam Shahihnya dan dalam Jami’ul Ushul: X/412).

[4] (HR. Al-Bukhari no. 7927 dalam Shahihnya dan dalam Jami’ul Ushul: X/412).

[5] (HR. Al-Bukhari no. 7927 dalam Shahihnya dan dalam Jami’ul Ushul: X/412) dan (HR. Ahmad).

[6] (HR. Al-Bukhari dalam Shahihnya).

[7] (HR. Al-Hakim) dan (HR. Al-Hakim dan beliau menshahihkannya, serta Al-Baihaqi).

[8] (HR. Al-Hakim dan beliau menshahihkannya), (HR. Ahmad dan Al-Hakim) dan (HR. Al-Bazzar dan Ibnu Abi Syaibah dengan sanad rijalnya yang tsiqah).

[9] (HR. Al-Bukhari no. 2498) dan (HR. Muslim, Mukhtasar Muslim (2006) “Ammar dibunuh oleh kelompok pemberontak).”

[10] (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, dalam Mustadrak Al-Hakim dan dalam Musnad Imam Ahmad (Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir no. 213) dan (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

[11] (HR. Ahmad bin Hanbal dalam Musnadnya no. 20552) dan (HR. Ibnu Abi Syaibah).

[12] (HR. Imam Yang Enam, kecuali An-Nasa’i) dan (HR. Al-Bukhari dalam Shahihnya).

[13] (HR. Muslim dalam Kitab Al-Fitan, Mukhtasar Muslim no. 2023), (HR. Abu Daud, At-Tirmidzi dan Ibnu Hibban), (HR. Ahmad dan At-Thabrani) dan (HR. At-Thabrani no. 1999 dan dalam Silsilah Al-Ahadis Ash-Shahihah no. 69).

[14] (HR. Adi bin Hatim RA).

[15] Dalam Hadits Riwayat Ahmad disebutkan perjalanan dari Hijaz ke Iraq, dalam riwayat yang lain perjalanan antara Iraq dan Mekah.

[16] (HR. Ahmad dalam Musnadnya)

[17] (HR. Al-Bukhari dalam Kitab Al-Fitan, Mukhtasar Al-Bukhari no. 2198) dan (HR. Muslim, Mukhtasar Muslim no. 2036).

[18] (Shahih Muslim no. 2896).

[19] (HR. Muslim no. 2011).

[20] Al-Khasaf bermaksud Allah SWT membenamkan permukaan bumi sehingga masuk sampai kedalamannya, dan tidak ada yang mengetahui jauhnya selain Allah SWT.

[21] Al-Qadzaf bermaksud bumi akan menyemburkan segala sesuatu yang melelehkan dari dalamnya, baik berupa lahar, larva, api dan sebagainya.

[22] Al-Maskh bermaksud Allah SWT akan mengubah suatu kaum atau sekelompok orang yang menghalalkan apa yang diharamkan Allah SWT menjadi sesuatu yang dikehendaki-Nya seperti monyet, babi dan sebagainya.

[23] (HR. Ibnu Majah dalam Sunan-nya), (HR. At-Tirmidzi dalam Sunan-nya), (HR. At-Tirmidzi dan beliau berkata: “Hadits Shahih,” Al-Jami’ Ash-Shaghir no. 4119) dan (Jami’ Al-Ushul: X-411 (7926) dan tambahannya ada dalam Al-Jami’ Ash-Shaghir yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi).

[24] (HR. Al-Bukhari no. 3618) dan (Shahih Muslim no. 2869).

[25] (HR. Ibnu Hibban dalam Shahihnya dan dikeluarkan pula oleh Al-Bani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah) dan (HR. Ahmad, Ad-Darami dan Al-Hakim).

[26] (HR. Ibnu Majah no. 3963), (HR. At-Tirmidzi dalam Sunannya no. 2205, dan beliau berkata: “hasan shahih),” (HR. Ibnu Hibban dalam Shahihnya no. 6706), (HR. Ibnu Majah no. 4039), (HR. Ahmad, Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, Al-Albani: IV/2231), (HR. Muslim, Mukhtasar Muslim no. 1989), (HR. Muslim dalam Kitab Al-Fitan, Bab Nuzul Al-Fitnah Nahwasy Syarqi, Mukhtasar Muslim no 1997) dan (HR. Al-Bukhari dan Muslim, Misykah Al-Mashabih: 111/21).

[27] (HR. Ahmad, Silsilah Ahadits Ash-Shahihah no. 6872), dan (HR. Imam Ahmad dalam Musnadnya no. 6872).

[28] (HR. Al-Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907) dan (Hadits yang dikeluarkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya: 318-319).

[29] (HR. Abu daud, Ibnu Asakir, Ahmad dalam Musnad-nya, Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah, serta disebutkan Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah: II/684 (958) dan (HR. Muslim dalam Shahihnya no. 2289).

[30] (Shahih Muslim no. 2128).

[31] (HR. Abu Daud, Ahmad dalam Musnadnya, Ad-Darimi, dan telah diriwayatkan dalam Shahih Al-Jami’: 5771) dan (Tartib Ahadits Al-Jami’ Ash-Shaghir dan penambahannya: I/234 (1), bab Bina’ Al-Masjid).

[32] (dikeluarkan Imam Ahmad dalam Musnad-nya: 318-319, dan disebutkan pula oleh Al-Albani dalam Silsilah Ahadits Ash-Shahihah: 1345).

[33] (HR. Al-Bukhari dalam Shahihnya, kitab Al-Jihad).

[34] (HR. Al-Hakim dalam Mustadraknya. Hadits ini shahih menurut syarat Al-Bukhari dan Muslim, Al-Mustadrak: 11/11).

[35] (Silsilah Ahadits Ash-Shahihah: IV/9 (1505).

[36] (HR. Al-Bukhari, Mukhtasar Al-Bukhari no. 2216) dan (HR. Imam Ahmad dalam Musnadnya no. 8791).

[37] (HR. At-Tirmidzi, Jami’ Al-Wustha no. 7456), (HR. At-Tirmidzi dalam Sunannya no. 2217) dan (HR. Ibnu Majah no. 3386).

[38] (HR. Imam Ahmad no. 3870). Pena bermaksud tersebarnya ilmu pengetahuan seperti banyaknya buku-buku, karya-karya ilmiah, fotokopi, media masa, elektronik, internet dan sebagainya.

[39] (HR. At-Thabrani, Shahih Al-Jami’ no. 5775).

[40] (HR. Imam Ahmad dalam Musnad-nya, Majma’ Az-Zawaid: VII)

[41] (HR. Ahmad dalam Musnad-nya no. 247, beliau berkata: “Hadits Shahih),” dan (HR. Muslim, Mukhtasar Muslim hlm. 360, no. 1347).

[42] (HR. Muslim dan Ahmad), (HR. Muslim, Mukhtasar Muslim no. 2024), (HR. Imam Ahmad dalam Musnad-nya no. 3870).

[43] (HR. Al-Bukhari, Muslim, Ahmad, At-Tirmidzi, dan Abu Dawud. No. Hadits pada riwayat Muslim ialah 1519, dalam Mukhtasarnya), (HR. Muslim, Mukhtasar Muslim no. 152), dan (HR. Al-Bukhari, Mukhtasar Al-Bukhari no. 2178).

[44] (HR. At-Tirmidzi, beliau berkata: “Hadits Hasan Gharib).”

[45] (HR. Imam Ahmad dalam Musnad-nya: V/389).

[46] (HR. Imam Ahmad dalam Musnad-nya no. 8819).

[47] (HR. Ad-Dailami).

[48] (HR. Al-Hakim dalam Al-Mustadrak, dan beliau berkata: “Shahih atas syarat Syaikhani”: IV/442) dan (HR. Abu Dawud, Jami’ Al-Ushul no. 7908).

[49] (HR. Al-hakim dalam Al-Mustadrak: IV/424, beliau berkata: Hadits yang isnadnya shahih).”

[50] (Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, Al-Albani no. 1893), (HR. Imam Ahmad dalam Musnad-nya no. 8059) dan (Shahih Muslim no. 2128).

[51] (HR. Al-Hakim, dan ini ialah hadits yang shahih isnadnya atas syarat Syaikhani, Al-Mustadrak: IV/465).

[52] (HR. Syaikhani, Al-Lu’lu’ Wal-Marjan: V/235).

[53] (HR. At-Tirmidzi, dan beliau berkata: “Hadits Hasan Shahih).”

[54] (HR. Al-Bukhari dan Muslim, Al-Lu’lu’ Wal-marjan Fima Ittafaqa  ‘Alaihi Asy-Syaikani), (HR. Imam Ahmad dalam Musnad-nya no. 9356). (HR. Imam Ahmad dalam Musnad-nya no. 8048) dan (Shahih Muslim no. 2295).

[55] Luka’ bin Luka’ adalah kinayah (kata kiasan) bagi seorang yang buruk nasabnya, kedudukannya, akhlaknya dan agamanya (sampah masyarakat).

[56] (HR. At-Tirmidzi, Shahih al-Jami’ Ash-Shaghir, As-Suyuthi no. 7308, dan beliau berkata: “Hasan Shahih).”

[57] (HR. Al-Bukhari dan At-Tirmidzi. Dikeluarkan pula oleh Ahmad dalam Musnad-nya no. 6980), dan (HR. Ahmad dalam Musnad-nya no. 6964, juga diriwayatkan oleh Al-Hakim dan beliau berkata: “Shahih atas syarat Muslim).”

[58] (Mawariduzh-Zham’an bi Zawaid Ibnu Hibban no. 1888, dan diriwayatkan dengan sanad shahih sebagaimana perkataan Al-Haitsami).

[59] Akan berlaku jika berlaku perubahan zaman, sebagaimana Al-Bukhari menyebutkan hadits tersebut dalam bab Berubahnya Zaman.

[60] (HR. Syaikhani, dan Ahmad dalam Musnad-nya no. 9395).

[61] Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Ahlas ialah fitnah dimana manusia bercerai-berai dan perampasan harta. Ahlas ialah bentuk jamak dari hilsun, yang berarti pelana kuda yang senantiasa berada di punggung kuda. Ahlas diibaratkan sebagai fitnah yang berterusan sebagaimana pelana kuda senantiasa berada di punggung kuda.

[62] Sarra’ ialah petaka kesenangan

[63] Seseorang yang mengaku sebagai ahli bait akan dibaiat, padahal orang tersebut adalah ahli maksiat.

[64] (HR. Abu Dawud, Al-hakim, Imam Ahmad dalam Musnadnya, dan disebutkan pula oleh Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah). Duhaima’ ialah fitnah yang akan menyerang seluruh umat manusia secara tiba-tiba dengan kejahatannya, apinya, dan bencananya.

[65] (HR. Muslim no. 1012).

[66] (QS. Al-Israa’ 17: 7), (HR. Al-Bukhari dan Muslim, jami’ Al-Ushul no. 7876), dan (HR. Al-Bukhari, Muslim, At-Tirmidzi dan beliau berkata: “Hadits Hasan Shahih).”

[67]  (HR. Al-Bukhari, bab Ma Ja’a fi Raf’il Ilmi wa Zhuhur Al-Jahli, Mukhtasar Al_bukhari no. 71, diriwayatkan juga oleh At-Tirmidzi no. 2301).

[68] (HR. Al-Hakim dalam Al-Mustadrak dan beliau berkata: “Hadits Shahih Isnadnya”: IV/495), (HR. At-Thabrani dan Al-Hakim) dan (HR. Al-Baihaqi, Ad-Daruquthni, dan Ibnu Hajar).

[69] (HR Al-Hakim dalam Al-Mustadrak no. 444) dan (HR. Imam Ahmad dalam Musnad-nya no. 7554).

[70] (HR. Ahmad, Ibnu Hibban, Al-Hakim, At-Tirmidzi, dan beliau berkata: “Hadits Hasan Shahih,” Tuhfatul Ahwadzi no. 2272).

[71] (HR. Muslim dalam kitab Al-Fitan, bab Fi Khasafi bil Jaisyil-ladzi Yaummal Baita, Mukhtasar Muslim, hlm. 538, no. 2030).

[72] (Disebutkan oleh As-Suyuthi dalam Al-Jami’ Ash-Shaghir: V/214 (5775), dan disebutkan pula oleh Al-Qurthubi dalam At-Tadzkirah, hlm. 648).

[73]  (HR. At-Tirmidzi dan Abu Dawud), (HR. Abu Dawud dalm Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir,VI/70, hadits no. 5180, Al-Albani mengatakan hadits ini shahih: IV/165), (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah dalam Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir: VI/22, Al-Albani mengatakan bahawa hadits ini shahih), (HR. Al-Hakim dalam Al-Mustadrak dan dalam Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir: VI/22, Al-Albani mengatakan bahawa hadits ini shahih), (HR. Muslim, Mukhtasar Muslim, no. 2036), (HR. Ahmad dan Ibnu Majah dalam Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir: VI/22,Al-Albani mengatakan bahawa hadits ini shahih), (HR. Al-Hakim dalam Al-Mustadrak, Hadits ini shahih sesuai dengan syarat Al-Bukhari, Shahih Muslim: IV/502), (HR. Ibnu Majah dalam Sunan Ibnu Majah, kitab Al-Fitan, bab Keluarnya Dajjal), (HR. Imam Ahmad, Ibnu Hibban, Al-Hakim, Al-Bazzar, Ibnu Adi dan Nu’aim), 9HR. Al-Bukhari dalam Mukhtsar Al-Bukhari, hlm. 324, no. 1440) dan (HR. Muslim di dalam Shahihnya, hlm. 75, no. 247).

[74] (HR. Muslim dalam Shahih Muslim, IV/2221, hadits no. 2897), (HR. Muslim dan Ahmad), (HR. Muslim dalam Shahih Muslim, IV/2223, hadits no. 2899), (HR. Muslim dalamShahih Muslim, IV/2238, no hadits 2920), (HR. Abu Dawud dalam Mukhtasar Sunan Abu Dawud, hadits no. 1426), (HR. Abu Dawud dalam Mukhtasar Sunan Abu Dawud, hadits no. 4130), (HR. Abu Dawud dalam Mukhtasar Sunan Abu Dawud, hadits no. 4128) dan (HR. As-Sayuthi dalam Kitab Jami’ Al-Kabir dengan matan yang panjang).

[75] (HR. Muslim dalam Mukhtasar Muslim, no. 2058), (HR. Al-Bukhari dalam Silsilah Al-ahadit Ash-Shahihah, Syeikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, no. 1836), (HR. At-Tirmidzi dan beliau menshahihkannya), (HR. Al-Bukhari dalam Fath Al-Bahri, 90/13), HR. Ahmad di dalam Musnadnya dan Abu Dawud dalam Sunannya. HAdits tersebut juga disebutkan di dalam Al-Jami’ Adh-Shaghir, no. 2455). dan banyak lagi hadits shahih yang menjelaskan tentang kemunculannya.

[76] (QS. Ali ‘Imran {4}: 55), (QS. Az-Zukhruf {43}: 61), (QS. An-Nisaa’ {4}: 159), (HR. Muslim), (HR. Al-Bukhari dalam Al-Mukhtasar Al-Bukhari, no. 1440), (HR. Muslim dalam Mukhtasar Muslim, no. 2061) dan banyak lagi hadits shahih yang menerangkannya.

[77] (QS. Al-Anbiyaa’ {21}: 96-97), HR. Al-Bukhari dalm Mukhtasar Al-Bukhari, no. 1405), (Tafsir Ibnu Katsir, Surah Al-Kahfi), (HR. Ahmad dalam Musnad Imam Ahmad: V/271), (HR. Muslim dalam Shahih Muslim: IV/2254, no. 2937) dan banyak lagi hadits shahih yang menerangkannya.

[78]  (QS. Ad-Dukhan {44}: 10), (HR. Muslim {4/2225}, no. 2900) dan (HR. Ath-Thabrani dan Ibnu Jarir dengan isnad yang baik).

[79] (HR. Muslim {4/2225}, no. 2900), (HR. Al-Bukhari, Muslim dan Ahmad Fath Al-Barri, XI/352, Shahih Muslim no. 157, Musnad Ahmad: 11/312) dan banyak lagi Hadits Shahih yang menerangkannya.

[80] (QS. An-Naml {27}: 82), (HR. Ahmad dalam Musnad Ahmad, 11/201)

[81] (HR. Ibnu Majah dalam Sunan Ibnu Majah, no. 4049), (HR. Ibnu Majah dan Al-Hakim dalam Silsilah Al-Ahadit Ash-Shahihah, no. 2949), (HR. Ad-Dailami dalam Sunan Ad-Dailami, no. 8848) dan (HR. Ad-Dailami dalam Sunan Ad-Dailami, no. 7713).

[82] (HR. Al-Bukhari dan Muslim dalam Shahih Al-Bukhari no. 1596 dan Shahih Muslim no. 2909), (HR. Ahmad dalam Musnad Ahmad no. 2/220), (HR. Al-Bukhari dalam Shahih Al-Bukhari no. 1595) dan (HR. Al-Hakim dalam Al-Mustadrak, 4/453 dan beliau mengatakan bahwa hadits ini shahih sesuai syarat Syaikhani).

[83] (HR. Muslim dalam Shahih Muslim, kitab Al-Fitan, hadits no. 2901), (HR. At-Tirmidzi dalam Jami’ Al-Ushul, hadits no. 7933) dan (HR. Ath-Thabrani dalam Al-Ausath Majma’ Az-Zawaid: 8/11).

[84] (HR. Muslimdalam Shahih Muslim no. 2949), (HR. Muslimdalam Shahih Muslim no. 7915, (HR. Muslimdalam Shahih Muslim no. 2937), dan (HR. Al-Bukhari dalam An-Nihayah,Ibnu Katsir: 1/186).

[85] (HR. Muslim dalam Shahih Muslim, kitab Al-Fitan, {4/2225), hadits no. 2900 dan 2901).

(Dipetik dari: Kitab "Asyrath As-Sa'ah, Al-'Alamah Ash-Sughra, Wal-Wustha, Wal-Kubra." Karangan Mahir Ahmad As-Sufi).

Astaghfirullah, Tanda Kiamat ini Muncul di Jakarta Selatan


Lokasi Apartemen Gateway Pesanggrahan
Tak seorangpun dapat mengetahui secara pasti kapan datangnya kiamat. Namun, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mensabdakan tanda-tanda kiamat dalam banyak hadits. Salah satu tanda kiamat yang pernah disabdakan Rasulullah, terjadi di Jakarta Selatan.

Rasulullah mensabdakan bahwa salah satu tanda kiamat adalah maraknya perzinaan yang dilakukan terang-terangan. Bahkan mempertontonkan hubungan di hadapan orang lain.

إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ ، وَيَثْبُتَ الْجَهْلُ ، وَيُشْرَبَ الْخَمْرُ ، وَيَظْهَرَ الزِّنَا

“Di antara tanda-tanda datangnya hari kiamat adalah: sedikitnya ilmu, tersebarnya kebodohan, dan merebaknya perzinaan” (HR. Bukhari dan Muslim)

لا تقوم الساعة حتى يتهارجون فى الطرق تهارج الحمر

“Tidak akan terjadi kiamat hingga ada orang-orang yang melakukan hubungan intim di jalan-jalan bagaikan keledai” (HR. Ibnu Abi Syaibah)

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ ، لا تَفْنَى هَذِهِ الأُمَّةُ حَتَّى يَقُومَ الرَّجُلُ إِلَى الْمَرْأَةِ فَيَفْتَرِشَهَا فِي الطَّرِيقِ ، فَيَكُونَ خِيَارُهُمْ يَوْمَئِذٍ مَنْ يَقُولُ لَوْ وَارَيْتَهَا وَرَاءَ هَذَا الْحَائِطِ

“Demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, tidak akan hancur umat ini hingga kaum pria mendatangi kaum wanita, lalu menggaulinya di jalan. Orang yang paling baik di antara mereka saat itu mengatakan: ‘Seandainya engkau menutupinya dengan melakukannya di belakang tembok ini’” (HR. Abu Ya’la Al Haitsami dan ia menshahihkannya)

Inilah 24 Tanda Kiamat yang Perlu Diketahui Seorang Muslim

Kedatangan hari Kiamat merupakan sesuatu yang pasti akan terjadi, namun tidak ada manusia yang mengetahui secara pasti waktu terjadinya. Secara bahasa Kiamat memiliki makna kebangkitan, sedangkan secara istilah adalah hari kebangkitan seluruh manusia dari Adam sampai manusia terakhir.
Berikut ini 24 tanda-tanda kiamat yang dihimpun dari hadits Rasululah dan sudah seharusnya setiap Muslim mengetahuinya  sebagai persiapan diri:
1. Diutusnya Nabi Muhammad SAW
Rentang sejarah antara kejadian manusia pertama (Adam) sampai kepada masa Nabi Muhammad SAW, kejadian kiamat diungkap dalam hadist Nabi Muhammad SAW begitu dekat. Telah dikatakan di dalam sabdanya:
“Aku diutus (sebagai Nabi dan Rasul) sedangkan kiamat itu sangat dekat, seperti di dekatnya kedua jari ini.” (HR. Bukhari, Muslim dan Abu Daud).
Hadits tersebut menunjukkan sudah berapa tuanya umur dunia ini. Tanda-tanda berakhirnya dunia di antaranya ditandai diutusnya Nabi dan Rasul terakhir (Muhammad SAW) sebagai utusan yang memberikan petunjuk kebenaran agar manusia kembali sebelum tibanya hari perhitungan tersebut. Allah SWT berfirman: “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi.” (QS. Al-Ahzab: 40).
Dalam kaitannya dengan firman Allah tersebut, Imam Qurthubi menjelaskan bahwa tanda kiamat yang pertama adalah diutusnya Nabi Muhammad SAW. Hal tersebut karena beliau adalah sebagai Nabi umat akhir zaman, tidak ada lagi Nabi setelah beliau.
2. Wafatnya Nabi Muhammad SAW
Umur dunia telah lanjut. Ada awal tentu ada akhir, begitu pula Allah jadikan dunia ini. Diantara sekian banyak tanda-tanda akhir kehidupan dunia adalah wafatnya Nabi dan Rasul terakhir. Hal tersebut sebagaimana diterangkan dalam hadist Nabi Muhammad SAW sebagai berikut:
“Diantara enam tanda-tanda kiamat adalah tibanya kematianku.” (HR. Bukhari).
Dalam hadist lain diriwayatkan dari Anas bin Malik ra, ia berkata:
“Tatkala Rasulullah SAW, berhijrah ke kota Madinah, setiap sesuatu yang ada di sekitarnya menjadi bersinar terang. Dan tatkala telah datang hari wafatnya Beliau Rasulullah SAW, segalanya menjadi gelap gulita. Ketika para sahabat menguburkan jasadnya, maka tidak satu pun didapati dari mereka yang mengibaskan tangan (karena kotornya tanah kuburan). Pada saat itu aku (Anas bin Malik) turun ke dalam liang lahat. Kejadian tersebut (wafatnya beliau Rasulullah SAW) hampir saja menyebabkan kami mengingkari hati nurani sendiri.” (HR. Tirmidzi).
3. Bebasnya Baitul Maqdis
Baitul Maqdis adalah kota suci ketiga bagi umat Islam sedunia setelah kota Mekkah dan Madinah, sejak dahulu hingga kini selalu menjadi milik orang-orang Islam. Akan tetapi sayang, saat ini Baitul Maqdis berada di bawah kekuasaan rezim Kaum Yahudi dan Nasrani. Sudah sekian lamanya mereka merampas tanah hak milik orang-orang Islam. Karena kondisi umat Islam dewasa ini dalam keadaan terpecah-pecah, maka hingga kini tanah Baitul Maqdis masih tetap berada di bawah kungkungan dan cengkeraman tangan-tangan jahat mereka, walaupun tercatat di dalam sejarah Islam bahwa dahulu Baitul Maqdis itu pernah dibebaskan oleh Khalifah Umar bin Khattab ra.
Suatu ketika nanti Baitul Maqdis benar-benar akan terbebaskan dan merdeka sebagai miliknya umat Islam. Akan tetapi, kebebasan dan kemerdekaannya itu adalah pertanda akan semakin dekatnya kiamat. Di dalam sebuah keterangan hadist yang diriwayatkan oleh ‘Auf bin Malik ra, Rasulullah SAW bersabda:
“Di antara enam tanda-tanda kiamat adalah dibebaskannya Baitul Maqdis (dari kekuasaan orang-orang Yahudi).
4. Timbulnya Wabah Penyakit Menular (Tha’um Amwas)
Wabah penyakit menular sejak dahulu hingga kini telah menjadi momok yang menakutkan bagi kehidupan manusia. Bila terjadi penyebarannya dalam jumlah skala besar sampai ke seluruh penjuru dunia, hal itu juga menjadi pertanda dekatnya kiamat, sebagaimana telah disebutkan di dalam sebuah hadis Rasulullah SAW:
“Di antara enam tanda-tanda kiamat adalah timbulnya berbagai penyakit menular yang mengakibatkan banyak di antara kalian meninggal (karenanya) seperti matinya kambing di tempatnya.”
Penyebaran wabah penyakit mematikan dalam skala besar dahulu memang pernah terjadi di daerah ‘Amwas (bagian daerah Palestina) sekitar tahun 18 H. Penyebarannya juga merambat sampai ke seluruh pelosok negeri Syam. Waktu itu tercatat lebih dari 25.000 orang meninggal dunia akibat penyakit menular tersebut, termasuk juga di dalamnya yang ikut menjadi korban adalah segenap para sahabat Nabi Muhammad SAW. Di antara mereka terdapat tokoh sahabat yang cukup terkenal, yaitu Abu Ubaidah Amir bin Al-Jarrah r
5. Timbulnya Berbagai Fitnah
Kata ‘fitnah’ adalah yang konotasinya lebih bertendensi kepada berbagai sikap, perilaku dan kejadian yang tidak menyenangkan diri manusia, seperti yang tidak menyenangkan diri manusia, seperti sering terjadinya kasus penyimpangan di bidang sosial, budaya, politik, hukum dan ekonomi. Fitnah juga identik dengan pengertian cobaan dan ujian, seperti telah disinggungkan di dalam firman Allah.
“Innama amwaalukum wa awlaadukum fitnah: sesungguhnya harta dan anak-anakmu adalah fitnah (cobaan).” (QS. At Taghaabun: 15).
Timbulnya berbagai macam bencana juga merupakan bagian dari fitnah. Sedangkan munculnya fitnah-fitnah tersebut merupakan tanda dekatnya kiamat. Secara eksplisit hal ini pun pernah disinggung oleh Nabi Muhammad SAW dalam salah satu hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra berikut ini:
“Segeralah kalian berbuat kebajikan pada hari timbulnya berbagai macam fitnah yang berlalu dengan begitu berbagai macam fitnah yang berlalu dengan begitu cepatnya seperti perubahan malam hari yang gelap gulita (berubah menjadi siang), saat itu ada orang yang pagi harinya masih beriman dan sore harinya berubah menjadi kafir atau (sebaliknya) sore harinya masih beriman lalu pagi harinya berubah menjadi kafir, orang itu berani menjual agamanya dengan keduniaan.” (HR. Muslim).
Dalam riwayat Imam Muslim dijelaskan bahwa berbagai fitnah yang timbul di akhir zaman nanti bersumber dari belahan dunia Timur. Fitnah-fitnah tersebut, oleh Nabi Muhammad SAW dikiaskan dengan istilah “tanduk setan” sebagaimana dijelaskan dalam hadist riwayat dari Ibnu Umar ra berikut ini:
“Ingatlah! Sesungguhnya fitnah akan terjadi disini! Ingatlah sesungguhnya fitnah itu benar-benar akan terjadi disini! Suatu saat nanti akan muncul “tanduk setan” (kekuatan setan dan para pengikutnya).” (HR. Bukhari dan Muslim).
6. Munculnya Nabi-Nabi Palsu
Sebagaimana telah diterangkan dalam pembahasan yang lalu, dikatakan bahwa Muhammad SAW itu adalah Nabi dan Rasul terakhir. Eksistensi kenabian dan kerasulannya diakui dan dibenarkan dalam nash Al-Qur’an dan kitab-kitab para nabi terdahulu. Saat ini banyak bermunculan manusia arogan yang mengklaim dirinya sebagai seorang utusan (nabi), kendati tidak ada satu nash pun yang membenarkan akan kenabian tersebut. Kemunculan nabi-nabi palsu itu menjadi bagian dari tanda-tanda kiamat, seperti dijelaskan dalam hadist Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra berikut ini:
“Kiamat itu akan terjadi bila sudah muncul para Dajjal pendusta besar yang jumlahnya (hampir) mendekati tiga puluh orang, mereka semua mengaku dirinya sebagai Rasul Allah.” (HR. Bukhari).
Dalam kandungan hadist yang hampir senada diriwayatkan oleh Tsauban, Rasulullah SAW bersabda:
“Kiamat akan tiba-tiba terjadinya pertemuan antara beberapa kabilah dari umatku dengan kaum Musyrikin sehingga mereka semua  (pada akhirnya) menjadi penyembahan berhala. Dan suatu ketika nanti akan muncul di tengah-tengah umatku ini tiga puluh orang para pendusta besar, mereka seluruhnya mengklaim dirinya sebagai nabi, sedangkan sesungguhnya akulah (satu-satunya) penutup para Nabi. Tidak akan pernah ada nabi setelahku nanti.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).
7. Munculnya Api di Tanah Hijaz
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra, Rasulullah bersabda:
“Kiamat akan terjadi bila telah muncul api dari Tanah Hijaz yang cahayanya menyinari binatang-binatang ternak yang berada di Bushra.” (HR. Bukhari Muslim).
Timbulnya api dari dalam bumi merupakan pertanda dekatnya kejadian kiamat, sebagaimana yang telah disinggung dalam hadist tersebut. Sekitar pertengahan abad ke-7 H tahun 654 H yang lalu, api itu pernah muncul di tanah Hijaz (Mekkah). Kemunculan api tersebut bukanlah semata-mata menjadi bahan prediksi hadist, akan tetapi relevansinya telah menghantarkan kepada kebenaran fakta yang tidak dapat dipungkiri.
8. Langkanya Nilai-Nilai Kejujuran
Kejujuran adalah sifat apa adanya, transparan dalam bersikap dan bijaksana dalam menentukan arah kebijakan, dengan selalu berpijak pada orisibalitas kebijakan, dengan selalu berpijak pada orisinalitas kebenaran dan menyingkirkan manipulasi fakta yang dapat merugikan pihak lain. Bila kebijakan sikap ini tidak ada lagi pada kebanyakan orang, maka akan berakses kepada timbulnya kesemrawutan di berbagai aspek kehidupan. Kalau memang benar-benar telah terjadi demikian, maka hal tersebut menjadi tanda akan semakin dekatnya kiamat. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda:
“Apabila telah hilang sifat kejujuran maka tinggal tunggulah saatnya kiamat.”
9. Allah Menghilangkan Ilmu Pengetahuan
Diangkat dan dicabutnya ilmu pengetahuan di kala dunia mengalami masa keemasannya adalah bagian dari tanda-tanda kiamat. Hilangnya ilmu pengetahuan tersebut bukanlah berarti hilangnya dengan begitu saja, akan tetapi hal itu dapat terjadi dengan cara Allah mematikan orang-orang berilmu tersebut. Apabila mereka semua itu tiada, maka yang tinggal di dunia ini adalah kebanyakan orang-orang bodoh. Kalau keadaannya sudah demikian buruknya, maka dunia keadaannya akan kembali kepada masa kemundurannya yang teramat jauh, seperti masa-masa prasejarah dahulu. Sinyalemen tersebut sangat selaras dengan hadist Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra, Rasulullah SAW bersabda:
“Di antara tanda-tanda kiamat yaitu diangkatnya ilmu dan tetapnya kebodohan.” (HR. Bukhari)
Di dalam riwayat Abdullah bin ‘Ash ra pun dikatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dari hambanya (para ulama) dengan secara langsung. Akan tetapi Allah mencabutnya dengan cara mematikan para ulama, sehingga apabila sudah tidak ada lagi seorang pun yang alim maka banyak orang akan mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh. Tatkala para pemimpin (bodoh) itu ditanya, mereka menjawab dengan memberikan fatwa tanpa dilandasi dasar ilmu, mereka menjadi sesat dan menyesatkan.” (HR. Bukhari)
10. Prostitusi Merajalela
Prostitusi perzinaan yang banyak merebak di masyarakat kita dewasa ini, tanpa disadari juga menjadi tanda-tanda dekatnya kiamat. Kenyataan tersebut sebagaimana telah disitir di dalam hadist Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra:
“Sesungguhnya di antara tanda-tanda kiamat adalah terbukanya perzinaan secara bebas.” (HR. Bukhari)
Mengenai hal serupa, disebutkan pula dalam riwayat Abu Hurairah ra, Rasulullah bersabda:
“Demi zat yang menguasai jiwaku, tidak akan musnah umat ini sampai terjadinya seorang laki-laki mendekati wanita, kemudian menidurinya di pinggir jalan. Orang yang paling baik pada saat itu menasihatinya dengan berkata: seandainya engkau dapat menyembunyikan wanita ini dibalik dinding, maka hal itu lebih baik.”
11. Merebaknya Pecandu Minuman Keras dan Narkoba
Di akhir zaman ini, minuman keras tidak lagi diperjualbelikan secara sembunyi-sembunyi. Di era abad modern ini, minuman-minuman tersebut telah menjadi pelengkap kebahagiaan menurut versi para pecandunya. Karenanya kalau tidak minum, tidaklah modernis, kilah sebagian kalangan remaja.
Persepsi salah tersebut oleh banyak orang, walaupun sebenarnya kalaulah setiap kita merujuk kepada hadist Nabi Muhammad SAW maka akan kita dapati pola sikap tersebut menunjukkan gejala semakin dekatnya kiamat. Hal tersebut seperti yang dijelaskan dalam sabda Nabi Muhammad SAW sebagai berikut, diriwayatkan dari Anas bin Malik ra, ia berkata aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda:
“Di antara tanda-tanda kiamat adalah banyaknya para pecandu minuman keras.” (HR. Muslim)
Dalam riwayat Ubadah bin Shamit dijelaskan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya suatu ketika nanti akan ada sekelompok dari umatku yang menghalalkan khamar (minuman keras) dengan menggunakan label yang mereka buat sendiri.” (HR. Imam Ahmad dan Ibnu Majah).
12. Banyaknya Gedung-Gedung Pencakar Langit
Pembangunan gedung-gedung menjulang tinggi dan kerasnya persaingan dalam pelaksanaan proyek adalah suatu pertanda adanya kemajuan dunia modern. Mungkin untuk hal tersebut sementara kita boleh berbangga dan bergembira sejenak. Akan tetapi, apabila kita merujuk kepada sabda Nabi Muhammad SAW berikut ini, kita dapati hal tersebut adalah bagian dari tanda-tanda kiamat. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda:
“Kiamat akan terjadi bila banyak orang berlomba-lomba bersaing membuat gedung-gedung menjulang tinggi.” (HR. Bukhari).
13. Pembantu Melahirkan Anak Majikan
Di abad modern saat ini, kasus pembantu melahirkan anak majikannya bukanlah suatu hal yang aneh. Gaya hidup bebas dan materialistis kerap kali mengundang orang berbuat yang tidak sepatutnya. Realita seperti ini tidaklah hanya sesekali saja terjadi, melainkan telah seringkali mengemuka dalam kehidupan sosial masyarakat akhir zaman. Perlu disadari bahwa fenomena ini ternyata telah jauh terprediksi sejak berabad-abad yang silam sebagai ytanda-tanda kiamat dalam sabda Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam berikut ini:
“Jibril berkata kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Aku akan mengabarkan kepadamu bahwa di antara tanda-tanda kiamat itu adalah apabila seorang budak telah melahirkan anak majikannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
14. Perbuatan Klenik Membudaya
Perbuatan yang sangat dibenci oleh Allah di antaranya adalah perbuatan zalim. Baik itu zalim kepada pribadi, sesama, maupun kepada Tuhan. Sedangkan bentuk kezaliman yang paling besar adalah praktek perbuatan syirik (klenik) seperti yang telah disinyalir dalam firman Allah SWT:
“Innas-Syirka Lazhulmun ‘Azhiim: Sesungguhnya perbuatan syirik itu adalah kezaliman yang besar.”
Syirik besar itu menyembah kepada yang tidak semestinya disembah dan beribadah terhadap apa yang tidak patut diibadahi, apa pun bentuk dan kreasinya. Bila praktek-praktek perbuatan klenik ini telah banyak mengemuka dan membudaya, maka hal itu akan menjadi bagian dari tanda-tanda kiamat, seperti yang telah dijelaskan di dalam hadist riwayat Tsauban ra berikut ini:
“Apabila telah ditancapkan sebilah pedang di tengah-tengah umatku ini, niscaya pedang itu tidak akan pernah terangkat hingga datangnya hari kiamat. Kiamat akan terjadi bila beberapa golongan dari umatku bertemu dengan orang-orang musyrik dan mereka ikut menjadi penyembah berhala.” (HR. Abu Daud).
15. Banyaknya Orang-Orang Kikir
Tidak mau peduli terhadap sesama, hidup eksklusif dengan hanya mementingkan diri sendiri dan tidak mau berbagi rasa dengan sesama adalah bagian mendasar dari karakteristiknya orang-orang kikir. Fenomena meruaknya sifat kikir pada indinvidu-individu manusia akhir zaman juga merupakan bagian dari tanda kiamat, dalam riwayat Abu Hurairah ra dikatakan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Di antara tanda-tanda kiamat adalah membudayanya sifat kikir.” (HR. Bukhari)
16. Gempa Bumi Sering Terjadi
Kejadian-kejadian gempa bumi yang kerap kali terjadi di bumi kita merupakan peringatan-peringatan Allah dan juga sebagai tanda-tanda akan terjadinya kiamat, baik hal itu disadari ataupun tidak. Sinyalemen kiamat tersebut telah diungkap melalui hadits riwayat Abu Hurairah ra:
“Tidak akan terjadi kiamat sampai sering terjadinya bencana gempa bumi dimana-mana.” (HR. Bukhari).
17. Orang-Orang Saleh Meninggal Dunia
Wafatnya orang-orang alim merupakan bagian dari tanda-tanda akan berakhirnya kehidupan (kiamat), karena apabila orang saleh tersebut tidak ada lagi, tentu tidak ada lagi orang yang menyuruh berbuat amal ma’ruf dan mencegah perbuatan munkar. Sedangkan Allah tidak akan menurunkan azab/kiamat selama masih banyak hamba-hamba-Nya yang berzikir kepada-Nya, dalam kaitannya dengan hal ini Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda.  Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr ra, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Kiamat akan terjadi bila Allah telah banyak mengambil (mematikan) orang-orang saleh yang ada di bumi sehingga yang tersisa hanyalah kebanyakan rakyat jelata yang pandir yang tidak mengenal nilai-nilai amal ma’ruf dan tidak mengingkari perbuatan munkar.” (HR. Imam Ahmad).
18. Wanita Berpakaian Telanjang
Saat ini, wanita-wanita berpakaian yang menampakkan lekukan dan keindahan tubuhnya adalah fenomena yang ‘biasa’  dalam pola kehidupan modern. Tanpa disadari hal demikian sebenarnya adalah tanda-tanda kehancuran (kiamat) yang telah melanda dunia ini. Dalam sabda Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam dikatakan:
“Akan ada pada akhir zaman dari umat ini kaum lelaki yang berkendaraan mewah, mereka mendatangi pintu-pintu masjid sedangkan kaum wanitanya berpakaian seperti telanjang.” (HR. Hakim)
Dalam hadist lain riwayat Abu Hurairah ra, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
 “Ada dua golongan  yang akan menjadi penduduk mereka, pertama, kaum yang di tangan mereka terdapat cemeti, dan dengan cemeti itu mereka menyiksa banyak orang. Kedua, wanita-wanita yang berpakaian seperti telanjang mereka berjalan melenggak-lenggokkan tubuhnya karena ingin memperlihatkan keindahan tubuh dan hiasan-hiasannya. Sedangkan gerak lenggak-lenggok mereka laksana bergeraknya punggung unta. Mereka tidak akan masuk surga sebagaimana mereka tidak pernah mencium wangi dan harumnya.” (HR. Muslim)
19. Dominasi Jumlah Wanita Terhadap Laki-Laki
Pada bagian ini tanda kiamat sughra ditunjukkan dengan fenomena sedikitnya jumlah laki-laki dibanding dengan kaum hawa sampai perbandingannya mencapai 50 wanita dibanding 1 orang pria, dalam sabda Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam dijelaskan.
“Di antara tanda-tanda kiamat itu adalah semakin berkurangnya ilmu agama dan munculnya kebodohan, membudayanya prostitusi, dominasi jumlah wanita dan sedikitnya kaum pria hingga perbandingannya mencapai lima puluh wanita dan satu pria.” (HR. Bukhari).
20. Terjadinya Banyak Kasus Meninggal Mendadak
Tanda kiamat sughra lainnya adalah banyaknya kematian yang tiba-tiba dengan segala sebab. Hal tersebut seperti apa yang telah dijelaskan oleh Nabi Muhammad dalam sabdanya:
“Sesungguhnya di antara tanda-tanda kiamat itu ialah banyaknya kejadian mati mendadak.” (HR. Thabrani)
21. Musim Hujan yang Panjang Tetapi Tidak Menyuburkan
Musim hujan yang terus-menerus tetapi tidak menyuburkan tanah dan berbagai tanaman tidak kunjung tumbuh, hal ini merupakan tanda-tanda kiamat. Dalam riwayat Anas bin Malik ra, Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Kiamat akan terjadi bila manusia terus-menerus di hujani sepanjang tahun, sedangkan tanah tidak menumbuhkan sedikit pun tumbuhan.” (HR. Ahmad)
22. Manusia Bersifat Apatis Karena Tidak Tahan Ujian
Persaingan hidup yang semakin keras dan ujian Allah yang datang silih berganti seringkali menyebabkan manusia tidak tahan ujian, sehingga mereka menjadi bersifat apatis. Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam sabdanya yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra mengatakan:
“Tidaklah akan terjadi kiamat hingga ada seorang laki-laki yang melewati kuburan, kemudian ia berkata: alangkah baiknya sandainya (sekarang ini) aku menempati tempatnya (kuburnya).” (HR. Bukhari)
23. Terbunuhnya Orang-Orang Yahudi
Sebagai tanda kiamat sughra, suatu saat orang-orang Yahudi akan banyak yang mati terbunuh dan terus diburu oleh orang-orang Muslim sampai tidak lagi mereka bisa bersembunyi dari kejaran kaum Muslimin. Dalam riwayat Abu Hurairah ra, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Kiamat akan terjadi bila banyak orang-orang Muslim membunuhi orang-orang Yahudi. Segenap kaum Muslimin itu akan terus memburu mereka sampai ketika mereka bersembunyi dibalik batu dan pohon, lalu batu dan pohon itu berkata: “Wahai orang Muslim! Wahai hamba Allah! Inilah orang Yahudi sedang bersembunyi di belakangku. Kemarilah, bunuhlah dia. Semua pohon ketika itu dapat berkata-kata memberitahukan dimana orang-orang Yahudi itu bersembunyi kecuali pohon Gharqad, karena sesungguhnya pohon Gharqad itu adalah pohonnya orang-orang Yahudi.” (HR. Bukhari).
Mengenai hal ini, Imam Nawawi berkata: “Gharqad adalah sejenis pohon berduri yang cukup terkenal di Paletina. Disanalah nanti tempat Dajjal dan orang-orang Yahudi akan dibunuh oleh orang-orang Islam. Batu-batu dan pohon-pohon di akhir zaman dapat berkata-kata dan memberitahukan dimana orang-orang Yahudi itu berada. Kejadian tersebut tidaklah mustahil. Kebencian orang Mukmin orang-orang Yahudi sampai pula mengundang kebencian makhluk-makhluk Allah yang lain seperti batu dan pohon-pohon.”
24. Masjid Baitul Haram akan Dihancurkan
Dan tanda-tanda kiamat sughra yang terakhir adalah adanya ancaman dari orang Habasyah yang akan menghancurkan Baitul Haram (Ka’bah) seperti yang dijelaskan dalam sabda Nabi Muhammad SAW melalui riwayat Abu Hurairah ra, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Suatu saat nanti Ka’bah akan dihancurkan oleh kalangan orang-orang Habasyah.” (HR. Ahmad).