Tanda-tanda Akhir Zaman

Hari kiamat itu mempunyai tanda, bermulanya dengan tidak laris jualan di pasar, sedikit saja hujan dan begitu juga dengan tumbuh-tumbuhan. Ghibah menjadi-jadi dan merata-rata, memakan riba, banyaknya anak-anak zina, orang kaya diagung-agungkan, orang-orang fasik akan bersuara lantang di masjid, para ahli mungkar lebih banyak menonjol dari ahli haq.Wallahu'alam Bish-shawab


Rabu, 12 April 2017

Inilah 24 Tanda Kiamat yang Perlu Diketahui Seorang Muslim

Kedatangan hari Kiamat merupakan sesuatu yang pasti akan terjadi, namun tidak ada manusia yang mengetahui secara pasti waktu terjadinya. Secara bahasa Kiamat memiliki makna kebangkitan, sedangkan secara istilah adalah hari kebangkitan seluruh manusia dari Adam sampai manusia terakhir.
Berikut ini 24 tanda-tanda kiamat yang dihimpun dari hadits Rasululah dan sudah seharusnya setiap Muslim mengetahuinya  sebagai persiapan diri:
1. Diutusnya Nabi Muhammad SAW
Rentang sejarah antara kejadian manusia pertama (Adam) sampai kepada masa Nabi Muhammad SAW, kejadian kiamat diungkap dalam hadist Nabi Muhammad SAW begitu dekat. Telah dikatakan di dalam sabdanya:
“Aku diutus (sebagai Nabi dan Rasul) sedangkan kiamat itu sangat dekat, seperti di dekatnya kedua jari ini.” (HR. Bukhari, Muslim dan Abu Daud).
Hadits tersebut menunjukkan sudah berapa tuanya umur dunia ini. Tanda-tanda berakhirnya dunia di antaranya ditandai diutusnya Nabi dan Rasul terakhir (Muhammad SAW) sebagai utusan yang memberikan petunjuk kebenaran agar manusia kembali sebelum tibanya hari perhitungan tersebut. Allah SWT berfirman: “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi.” (QS. Al-Ahzab: 40).
Dalam kaitannya dengan firman Allah tersebut, Imam Qurthubi menjelaskan bahwa tanda kiamat yang pertama adalah diutusnya Nabi Muhammad SAW. Hal tersebut karena beliau adalah sebagai Nabi umat akhir zaman, tidak ada lagi Nabi setelah beliau.
2. Wafatnya Nabi Muhammad SAW
Umur dunia telah lanjut. Ada awal tentu ada akhir, begitu pula Allah jadikan dunia ini. Diantara sekian banyak tanda-tanda akhir kehidupan dunia adalah wafatnya Nabi dan Rasul terakhir. Hal tersebut sebagaimana diterangkan dalam hadist Nabi Muhammad SAW sebagai berikut:
“Diantara enam tanda-tanda kiamat adalah tibanya kematianku.” (HR. Bukhari).
Dalam hadist lain diriwayatkan dari Anas bin Malik ra, ia berkata:
“Tatkala Rasulullah SAW, berhijrah ke kota Madinah, setiap sesuatu yang ada di sekitarnya menjadi bersinar terang. Dan tatkala telah datang hari wafatnya Beliau Rasulullah SAW, segalanya menjadi gelap gulita. Ketika para sahabat menguburkan jasadnya, maka tidak satu pun didapati dari mereka yang mengibaskan tangan (karena kotornya tanah kuburan). Pada saat itu aku (Anas bin Malik) turun ke dalam liang lahat. Kejadian tersebut (wafatnya beliau Rasulullah SAW) hampir saja menyebabkan kami mengingkari hati nurani sendiri.” (HR. Tirmidzi).
3. Bebasnya Baitul Maqdis
Baitul Maqdis adalah kota suci ketiga bagi umat Islam sedunia setelah kota Mekkah dan Madinah, sejak dahulu hingga kini selalu menjadi milik orang-orang Islam. Akan tetapi sayang, saat ini Baitul Maqdis berada di bawah kekuasaan rezim Kaum Yahudi dan Nasrani. Sudah sekian lamanya mereka merampas tanah hak milik orang-orang Islam. Karena kondisi umat Islam dewasa ini dalam keadaan terpecah-pecah, maka hingga kini tanah Baitul Maqdis masih tetap berada di bawah kungkungan dan cengkeraman tangan-tangan jahat mereka, walaupun tercatat di dalam sejarah Islam bahwa dahulu Baitul Maqdis itu pernah dibebaskan oleh Khalifah Umar bin Khattab ra.
Suatu ketika nanti Baitul Maqdis benar-benar akan terbebaskan dan merdeka sebagai miliknya umat Islam. Akan tetapi, kebebasan dan kemerdekaannya itu adalah pertanda akan semakin dekatnya kiamat. Di dalam sebuah keterangan hadist yang diriwayatkan oleh ‘Auf bin Malik ra, Rasulullah SAW bersabda:
“Di antara enam tanda-tanda kiamat adalah dibebaskannya Baitul Maqdis (dari kekuasaan orang-orang Yahudi).
4. Timbulnya Wabah Penyakit Menular (Tha’um Amwas)
Wabah penyakit menular sejak dahulu hingga kini telah menjadi momok yang menakutkan bagi kehidupan manusia. Bila terjadi penyebarannya dalam jumlah skala besar sampai ke seluruh penjuru dunia, hal itu juga menjadi pertanda dekatnya kiamat, sebagaimana telah disebutkan di dalam sebuah hadis Rasulullah SAW:
“Di antara enam tanda-tanda kiamat adalah timbulnya berbagai penyakit menular yang mengakibatkan banyak di antara kalian meninggal (karenanya) seperti matinya kambing di tempatnya.”
Penyebaran wabah penyakit mematikan dalam skala besar dahulu memang pernah terjadi di daerah ‘Amwas (bagian daerah Palestina) sekitar tahun 18 H. Penyebarannya juga merambat sampai ke seluruh pelosok negeri Syam. Waktu itu tercatat lebih dari 25.000 orang meninggal dunia akibat penyakit menular tersebut, termasuk juga di dalamnya yang ikut menjadi korban adalah segenap para sahabat Nabi Muhammad SAW. Di antara mereka terdapat tokoh sahabat yang cukup terkenal, yaitu Abu Ubaidah Amir bin Al-Jarrah r
5. Timbulnya Berbagai Fitnah
Kata ‘fitnah’ adalah yang konotasinya lebih bertendensi kepada berbagai sikap, perilaku dan kejadian yang tidak menyenangkan diri manusia, seperti yang tidak menyenangkan diri manusia, seperti sering terjadinya kasus penyimpangan di bidang sosial, budaya, politik, hukum dan ekonomi. Fitnah juga identik dengan pengertian cobaan dan ujian, seperti telah disinggungkan di dalam firman Allah.
“Innama amwaalukum wa awlaadukum fitnah: sesungguhnya harta dan anak-anakmu adalah fitnah (cobaan).” (QS. At Taghaabun: 15).
Timbulnya berbagai macam bencana juga merupakan bagian dari fitnah. Sedangkan munculnya fitnah-fitnah tersebut merupakan tanda dekatnya kiamat. Secara eksplisit hal ini pun pernah disinggung oleh Nabi Muhammad SAW dalam salah satu hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra berikut ini:
“Segeralah kalian berbuat kebajikan pada hari timbulnya berbagai macam fitnah yang berlalu dengan begitu berbagai macam fitnah yang berlalu dengan begitu cepatnya seperti perubahan malam hari yang gelap gulita (berubah menjadi siang), saat itu ada orang yang pagi harinya masih beriman dan sore harinya berubah menjadi kafir atau (sebaliknya) sore harinya masih beriman lalu pagi harinya berubah menjadi kafir, orang itu berani menjual agamanya dengan keduniaan.” (HR. Muslim).
Dalam riwayat Imam Muslim dijelaskan bahwa berbagai fitnah yang timbul di akhir zaman nanti bersumber dari belahan dunia Timur. Fitnah-fitnah tersebut, oleh Nabi Muhammad SAW dikiaskan dengan istilah “tanduk setan” sebagaimana dijelaskan dalam hadist riwayat dari Ibnu Umar ra berikut ini:
“Ingatlah! Sesungguhnya fitnah akan terjadi disini! Ingatlah sesungguhnya fitnah itu benar-benar akan terjadi disini! Suatu saat nanti akan muncul “tanduk setan” (kekuatan setan dan para pengikutnya).” (HR. Bukhari dan Muslim).
6. Munculnya Nabi-Nabi Palsu
Sebagaimana telah diterangkan dalam pembahasan yang lalu, dikatakan bahwa Muhammad SAW itu adalah Nabi dan Rasul terakhir. Eksistensi kenabian dan kerasulannya diakui dan dibenarkan dalam nash Al-Qur’an dan kitab-kitab para nabi terdahulu. Saat ini banyak bermunculan manusia arogan yang mengklaim dirinya sebagai seorang utusan (nabi), kendati tidak ada satu nash pun yang membenarkan akan kenabian tersebut. Kemunculan nabi-nabi palsu itu menjadi bagian dari tanda-tanda kiamat, seperti dijelaskan dalam hadist Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra berikut ini:
“Kiamat itu akan terjadi bila sudah muncul para Dajjal pendusta besar yang jumlahnya (hampir) mendekati tiga puluh orang, mereka semua mengaku dirinya sebagai Rasul Allah.” (HR. Bukhari).
Dalam kandungan hadist yang hampir senada diriwayatkan oleh Tsauban, Rasulullah SAW bersabda:
“Kiamat akan tiba-tiba terjadinya pertemuan antara beberapa kabilah dari umatku dengan kaum Musyrikin sehingga mereka semua  (pada akhirnya) menjadi penyembahan berhala. Dan suatu ketika nanti akan muncul di tengah-tengah umatku ini tiga puluh orang para pendusta besar, mereka seluruhnya mengklaim dirinya sebagai nabi, sedangkan sesungguhnya akulah (satu-satunya) penutup para Nabi. Tidak akan pernah ada nabi setelahku nanti.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).
7. Munculnya Api di Tanah Hijaz
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra, Rasulullah bersabda:
“Kiamat akan terjadi bila telah muncul api dari Tanah Hijaz yang cahayanya menyinari binatang-binatang ternak yang berada di Bushra.” (HR. Bukhari Muslim).
Timbulnya api dari dalam bumi merupakan pertanda dekatnya kejadian kiamat, sebagaimana yang telah disinggung dalam hadist tersebut. Sekitar pertengahan abad ke-7 H tahun 654 H yang lalu, api itu pernah muncul di tanah Hijaz (Mekkah). Kemunculan api tersebut bukanlah semata-mata menjadi bahan prediksi hadist, akan tetapi relevansinya telah menghantarkan kepada kebenaran fakta yang tidak dapat dipungkiri.
8. Langkanya Nilai-Nilai Kejujuran
Kejujuran adalah sifat apa adanya, transparan dalam bersikap dan bijaksana dalam menentukan arah kebijakan, dengan selalu berpijak pada orisibalitas kebijakan, dengan selalu berpijak pada orisinalitas kebenaran dan menyingkirkan manipulasi fakta yang dapat merugikan pihak lain. Bila kebijakan sikap ini tidak ada lagi pada kebanyakan orang, maka akan berakses kepada timbulnya kesemrawutan di berbagai aspek kehidupan. Kalau memang benar-benar telah terjadi demikian, maka hal tersebut menjadi tanda akan semakin dekatnya kiamat. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda:
“Apabila telah hilang sifat kejujuran maka tinggal tunggulah saatnya kiamat.”
9. Allah Menghilangkan Ilmu Pengetahuan
Diangkat dan dicabutnya ilmu pengetahuan di kala dunia mengalami masa keemasannya adalah bagian dari tanda-tanda kiamat. Hilangnya ilmu pengetahuan tersebut bukanlah berarti hilangnya dengan begitu saja, akan tetapi hal itu dapat terjadi dengan cara Allah mematikan orang-orang berilmu tersebut. Apabila mereka semua itu tiada, maka yang tinggal di dunia ini adalah kebanyakan orang-orang bodoh. Kalau keadaannya sudah demikian buruknya, maka dunia keadaannya akan kembali kepada masa kemundurannya yang teramat jauh, seperti masa-masa prasejarah dahulu. Sinyalemen tersebut sangat selaras dengan hadist Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra, Rasulullah SAW bersabda:
“Di antara tanda-tanda kiamat yaitu diangkatnya ilmu dan tetapnya kebodohan.” (HR. Bukhari)
Di dalam riwayat Abdullah bin ‘Ash ra pun dikatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dari hambanya (para ulama) dengan secara langsung. Akan tetapi Allah mencabutnya dengan cara mematikan para ulama, sehingga apabila sudah tidak ada lagi seorang pun yang alim maka banyak orang akan mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh. Tatkala para pemimpin (bodoh) itu ditanya, mereka menjawab dengan memberikan fatwa tanpa dilandasi dasar ilmu, mereka menjadi sesat dan menyesatkan.” (HR. Bukhari)
10. Prostitusi Merajalela
Prostitusi perzinaan yang banyak merebak di masyarakat kita dewasa ini, tanpa disadari juga menjadi tanda-tanda dekatnya kiamat. Kenyataan tersebut sebagaimana telah disitir di dalam hadist Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra:
“Sesungguhnya di antara tanda-tanda kiamat adalah terbukanya perzinaan secara bebas.” (HR. Bukhari)
Mengenai hal serupa, disebutkan pula dalam riwayat Abu Hurairah ra, Rasulullah bersabda:
“Demi zat yang menguasai jiwaku, tidak akan musnah umat ini sampai terjadinya seorang laki-laki mendekati wanita, kemudian menidurinya di pinggir jalan. Orang yang paling baik pada saat itu menasihatinya dengan berkata: seandainya engkau dapat menyembunyikan wanita ini dibalik dinding, maka hal itu lebih baik.”
11. Merebaknya Pecandu Minuman Keras dan Narkoba
Di akhir zaman ini, minuman keras tidak lagi diperjualbelikan secara sembunyi-sembunyi. Di era abad modern ini, minuman-minuman tersebut telah menjadi pelengkap kebahagiaan menurut versi para pecandunya. Karenanya kalau tidak minum, tidaklah modernis, kilah sebagian kalangan remaja.
Persepsi salah tersebut oleh banyak orang, walaupun sebenarnya kalaulah setiap kita merujuk kepada hadist Nabi Muhammad SAW maka akan kita dapati pola sikap tersebut menunjukkan gejala semakin dekatnya kiamat. Hal tersebut seperti yang dijelaskan dalam sabda Nabi Muhammad SAW sebagai berikut, diriwayatkan dari Anas bin Malik ra, ia berkata aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda:
“Di antara tanda-tanda kiamat adalah banyaknya para pecandu minuman keras.” (HR. Muslim)
Dalam riwayat Ubadah bin Shamit dijelaskan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya suatu ketika nanti akan ada sekelompok dari umatku yang menghalalkan khamar (minuman keras) dengan menggunakan label yang mereka buat sendiri.” (HR. Imam Ahmad dan Ibnu Majah).
12. Banyaknya Gedung-Gedung Pencakar Langit
Pembangunan gedung-gedung menjulang tinggi dan kerasnya persaingan dalam pelaksanaan proyek adalah suatu pertanda adanya kemajuan dunia modern. Mungkin untuk hal tersebut sementara kita boleh berbangga dan bergembira sejenak. Akan tetapi, apabila kita merujuk kepada sabda Nabi Muhammad SAW berikut ini, kita dapati hal tersebut adalah bagian dari tanda-tanda kiamat. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda:
“Kiamat akan terjadi bila banyak orang berlomba-lomba bersaing membuat gedung-gedung menjulang tinggi.” (HR. Bukhari).
13. Pembantu Melahirkan Anak Majikan
Di abad modern saat ini, kasus pembantu melahirkan anak majikannya bukanlah suatu hal yang aneh. Gaya hidup bebas dan materialistis kerap kali mengundang orang berbuat yang tidak sepatutnya. Realita seperti ini tidaklah hanya sesekali saja terjadi, melainkan telah seringkali mengemuka dalam kehidupan sosial masyarakat akhir zaman. Perlu disadari bahwa fenomena ini ternyata telah jauh terprediksi sejak berabad-abad yang silam sebagai ytanda-tanda kiamat dalam sabda Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam berikut ini:
“Jibril berkata kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Aku akan mengabarkan kepadamu bahwa di antara tanda-tanda kiamat itu adalah apabila seorang budak telah melahirkan anak majikannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
14. Perbuatan Klenik Membudaya
Perbuatan yang sangat dibenci oleh Allah di antaranya adalah perbuatan zalim. Baik itu zalim kepada pribadi, sesama, maupun kepada Tuhan. Sedangkan bentuk kezaliman yang paling besar adalah praktek perbuatan syirik (klenik) seperti yang telah disinyalir dalam firman Allah SWT:
“Innas-Syirka Lazhulmun ‘Azhiim: Sesungguhnya perbuatan syirik itu adalah kezaliman yang besar.”
Syirik besar itu menyembah kepada yang tidak semestinya disembah dan beribadah terhadap apa yang tidak patut diibadahi, apa pun bentuk dan kreasinya. Bila praktek-praktek perbuatan klenik ini telah banyak mengemuka dan membudaya, maka hal itu akan menjadi bagian dari tanda-tanda kiamat, seperti yang telah dijelaskan di dalam hadist riwayat Tsauban ra berikut ini:
“Apabila telah ditancapkan sebilah pedang di tengah-tengah umatku ini, niscaya pedang itu tidak akan pernah terangkat hingga datangnya hari kiamat. Kiamat akan terjadi bila beberapa golongan dari umatku bertemu dengan orang-orang musyrik dan mereka ikut menjadi penyembah berhala.” (HR. Abu Daud).
15. Banyaknya Orang-Orang Kikir
Tidak mau peduli terhadap sesama, hidup eksklusif dengan hanya mementingkan diri sendiri dan tidak mau berbagi rasa dengan sesama adalah bagian mendasar dari karakteristiknya orang-orang kikir. Fenomena meruaknya sifat kikir pada indinvidu-individu manusia akhir zaman juga merupakan bagian dari tanda kiamat, dalam riwayat Abu Hurairah ra dikatakan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Di antara tanda-tanda kiamat adalah membudayanya sifat kikir.” (HR. Bukhari)
16. Gempa Bumi Sering Terjadi
Kejadian-kejadian gempa bumi yang kerap kali terjadi di bumi kita merupakan peringatan-peringatan Allah dan juga sebagai tanda-tanda akan terjadinya kiamat, baik hal itu disadari ataupun tidak. Sinyalemen kiamat tersebut telah diungkap melalui hadits riwayat Abu Hurairah ra:
“Tidak akan terjadi kiamat sampai sering terjadinya bencana gempa bumi dimana-mana.” (HR. Bukhari).
17. Orang-Orang Saleh Meninggal Dunia
Wafatnya orang-orang alim merupakan bagian dari tanda-tanda akan berakhirnya kehidupan (kiamat), karena apabila orang saleh tersebut tidak ada lagi, tentu tidak ada lagi orang yang menyuruh berbuat amal ma’ruf dan mencegah perbuatan munkar. Sedangkan Allah tidak akan menurunkan azab/kiamat selama masih banyak hamba-hamba-Nya yang berzikir kepada-Nya, dalam kaitannya dengan hal ini Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda.  Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr ra, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Kiamat akan terjadi bila Allah telah banyak mengambil (mematikan) orang-orang saleh yang ada di bumi sehingga yang tersisa hanyalah kebanyakan rakyat jelata yang pandir yang tidak mengenal nilai-nilai amal ma’ruf dan tidak mengingkari perbuatan munkar.” (HR. Imam Ahmad).
18. Wanita Berpakaian Telanjang
Saat ini, wanita-wanita berpakaian yang menampakkan lekukan dan keindahan tubuhnya adalah fenomena yang ‘biasa’  dalam pola kehidupan modern. Tanpa disadari hal demikian sebenarnya adalah tanda-tanda kehancuran (kiamat) yang telah melanda dunia ini. Dalam sabda Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam dikatakan:
“Akan ada pada akhir zaman dari umat ini kaum lelaki yang berkendaraan mewah, mereka mendatangi pintu-pintu masjid sedangkan kaum wanitanya berpakaian seperti telanjang.” (HR. Hakim)
Dalam hadist lain riwayat Abu Hurairah ra, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
 “Ada dua golongan  yang akan menjadi penduduk mereka, pertama, kaum yang di tangan mereka terdapat cemeti, dan dengan cemeti itu mereka menyiksa banyak orang. Kedua, wanita-wanita yang berpakaian seperti telanjang mereka berjalan melenggak-lenggokkan tubuhnya karena ingin memperlihatkan keindahan tubuh dan hiasan-hiasannya. Sedangkan gerak lenggak-lenggok mereka laksana bergeraknya punggung unta. Mereka tidak akan masuk surga sebagaimana mereka tidak pernah mencium wangi dan harumnya.” (HR. Muslim)
19. Dominasi Jumlah Wanita Terhadap Laki-Laki
Pada bagian ini tanda kiamat sughra ditunjukkan dengan fenomena sedikitnya jumlah laki-laki dibanding dengan kaum hawa sampai perbandingannya mencapai 50 wanita dibanding 1 orang pria, dalam sabda Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam dijelaskan.
“Di antara tanda-tanda kiamat itu adalah semakin berkurangnya ilmu agama dan munculnya kebodohan, membudayanya prostitusi, dominasi jumlah wanita dan sedikitnya kaum pria hingga perbandingannya mencapai lima puluh wanita dan satu pria.” (HR. Bukhari).
20. Terjadinya Banyak Kasus Meninggal Mendadak
Tanda kiamat sughra lainnya adalah banyaknya kematian yang tiba-tiba dengan segala sebab. Hal tersebut seperti apa yang telah dijelaskan oleh Nabi Muhammad dalam sabdanya:
“Sesungguhnya di antara tanda-tanda kiamat itu ialah banyaknya kejadian mati mendadak.” (HR. Thabrani)
21. Musim Hujan yang Panjang Tetapi Tidak Menyuburkan
Musim hujan yang terus-menerus tetapi tidak menyuburkan tanah dan berbagai tanaman tidak kunjung tumbuh, hal ini merupakan tanda-tanda kiamat. Dalam riwayat Anas bin Malik ra, Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Kiamat akan terjadi bila manusia terus-menerus di hujani sepanjang tahun, sedangkan tanah tidak menumbuhkan sedikit pun tumbuhan.” (HR. Ahmad)
22. Manusia Bersifat Apatis Karena Tidak Tahan Ujian
Persaingan hidup yang semakin keras dan ujian Allah yang datang silih berganti seringkali menyebabkan manusia tidak tahan ujian, sehingga mereka menjadi bersifat apatis. Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam sabdanya yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra mengatakan:
“Tidaklah akan terjadi kiamat hingga ada seorang laki-laki yang melewati kuburan, kemudian ia berkata: alangkah baiknya sandainya (sekarang ini) aku menempati tempatnya (kuburnya).” (HR. Bukhari)
23. Terbunuhnya Orang-Orang Yahudi
Sebagai tanda kiamat sughra, suatu saat orang-orang Yahudi akan banyak yang mati terbunuh dan terus diburu oleh orang-orang Muslim sampai tidak lagi mereka bisa bersembunyi dari kejaran kaum Muslimin. Dalam riwayat Abu Hurairah ra, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Kiamat akan terjadi bila banyak orang-orang Muslim membunuhi orang-orang Yahudi. Segenap kaum Muslimin itu akan terus memburu mereka sampai ketika mereka bersembunyi dibalik batu dan pohon, lalu batu dan pohon itu berkata: “Wahai orang Muslim! Wahai hamba Allah! Inilah orang Yahudi sedang bersembunyi di belakangku. Kemarilah, bunuhlah dia. Semua pohon ketika itu dapat berkata-kata memberitahukan dimana orang-orang Yahudi itu bersembunyi kecuali pohon Gharqad, karena sesungguhnya pohon Gharqad itu adalah pohonnya orang-orang Yahudi.” (HR. Bukhari).
Mengenai hal ini, Imam Nawawi berkata: “Gharqad adalah sejenis pohon berduri yang cukup terkenal di Paletina. Disanalah nanti tempat Dajjal dan orang-orang Yahudi akan dibunuh oleh orang-orang Islam. Batu-batu dan pohon-pohon di akhir zaman dapat berkata-kata dan memberitahukan dimana orang-orang Yahudi itu berada. Kejadian tersebut tidaklah mustahil. Kebencian orang Mukmin orang-orang Yahudi sampai pula mengundang kebencian makhluk-makhluk Allah yang lain seperti batu dan pohon-pohon.”
24. Masjid Baitul Haram akan Dihancurkan
Dan tanda-tanda kiamat sughra yang terakhir adalah adanya ancaman dari orang Habasyah yang akan menghancurkan Baitul Haram (Ka’bah) seperti yang dijelaskan dalam sabda Nabi Muhammad SAW melalui riwayat Abu Hurairah ra, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Suatu saat nanti Ka’bah akan dihancurkan oleh kalangan orang-orang Habasyah.” (HR. Ahmad).

Rabu, 22 Juni 2016

Munculnya Dukhon Dan Dabbah Di Akhir Zaman

Bagi siapa pun yang mengaku sebagai Ahlussunnah wal Jamaah tentu tidak ragu dan segan sedikit pun untuk meyakini hal ini. Tidak ada alasan baginya menolak sesuatu yang dijelaskan dalam al-Qur`an dan as-Sunnah yang shahih.
وَنُؤْمِنُ بِأَشْرَاطِ السَّاعَةِ: مِنْ خُرُوجِ الدَّجَّال، ونُزُولِ عِيسَى ابنِ مَرْيَمَ عَلَيْهِ السَّلامُ مِنَ السَّماءِ، وَنُؤْمِنُ بِطُلُوعِ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، وَخُرُوجِ دَابَّةِ الأرْضِ مِنْ مَوْضِعِهَا
‎
 


(110) Kami beriman kepada tanda-tanda hari Kiamat; seperti keluarnya Dajjal, turunnya ‘Isa putra Maryam ‘alayhissalam dari langit, terbitnya matahari dari arah tenggelamnya, dan keluarnya dabbah (binatang) bumi dari tempatnya.‎

Hal ini ditegaskan dalam Firman Allah Swt.
يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّي لا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلا هُوَ ثَقُلَتْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ لا تَأْتِيكُمْ إِلا بَغْتَةً يَسْأَلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَ
‎
“Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: ‘Bilakah terjadinya?’ Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Rabb-ku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba.’”(Q.S. Al-A’raf [7]: 187)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ سِتًّا الدَّجَّالَ، وَالدُّخَانَ، وَدَابَّةَ الأَرْضِ، وَطُلُوْعَ الشَمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، وَأَمْرَ العَامَّة، وَخُوَيِّصَةَ أَحَدِكُمْ.
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda, “Bersegeralah berbuat baik sebelum datangnya enam perkara: Dajjal, dukhan, binatang bumi, terbitnya matahari dari barat, Kiamat dan kematian salah seorang dari kalian.” (HR. Muslim)
Rasulullah saw bersabda,
ثَلاَثٌ إِذَا خَـرَجْنَ لاَ يَنْفَعُ نَفْسًا إِيْمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِـي إِيْمَانِهَا خَيْرًا طُلُوْعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا وَالدَّجَّالُ وَدَابَّةُ اْلأَرْضِ
‎
 
“Ada tiga perkara yang jika keluar maka tidak akan berguna lagi keimanan orang yang belum beriman sebelumnya; atau belum mengusahakan kebaikan yang dilakukan dalam keimannya. Ketiga perkara itu adalah: terbitnya matahari dari barat, Dajjal dan binatang bumi.” (HR. Muslim)‎
Beliau juga bersabda,
إِنَّ أَوَّلَ اْلآيَاتِ خُرُوْجًا طُلُوْعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا وَخُرُوْجُ الدَّابَّةِ عَلَـى النَّاسِ ضُحًى فَأَيُّهُمَا مَا كَانَتْ قَبْلَ صَاحِبَتِهَا فَاْلأُخْرَى عَلَى إِثْرِهَا قَرِيْبًا
‎
“Sesungguhnya tanda-tanda (Kiamat) yang pertama kali muncul adalah terbitnya matahari dari barat dan keluarnya binatang kepada manusia pada waktu Dhuha. Mana saja yang lebih dahulu muncul, maka yang satunya akan terjadi setelahnya dalam waktu yang dekat.” (HR. Muslim)‎
Di antara tanda-tanda hari kiamat kubra adalah terjadinya khasf, munculnya asap, dan keluarnya ad-Dabbah (binatang yang dapat berbicara).
Terjadi Khasf di timur, barat dan di negeri arab‎
Khasf yang dimaksudkan di sini, bukanlah terjadinya gerhana sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian orang. Akan tetapi khasf yang merupakan tanda hari kiamat adalah ditenggelamkannya manusia ke dalam bumi, sebagaimana disebutkan dalam al-Qur’an ketika Allah subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang Qarun yang tidak bersyukur dengan kenikmatan yang telah diberikan kepadanya:
فَخَسَفْنَا بِهِ وَبِدَارِهِ اْلأَرْضَ … القصص: 81
Maka Kami benamkanlah Qarun beserta rumahnya ke dalam bumi… (al-Qashash: 81)‎
Hudzaifah bin Usaid berkata bahwa Rasulullah SAW muncul ketika kami sedang berbincang-bincang tentang kiamat. Beliau bertanya “apa yang sedang kalian perbincangkan?”. Mereka pun menjawab,”kami sedang membicarakan kiamat”. Lalu Rasulullah bersabda:
انها لن تقوم حتى ترى عشر آيات الدخان والدجال والدابة وطلوع الشمس من مغربها ونزول عيسى ابن مريم ويأجوج ومأجوج وثلاثة خسوف خسف بالمشرق وخسف بالمغرب وخسفف بجزيرة العرب وآخر ذلك نار تخرج من قبل عدن تطرد الناس إلى محشرهم.(روه مسلم)
“kiamat itu tidak akan terjadi hingga kalian melihat sepuluh tanda: asap, Dajjal, binatang melata, terbitnya matahari dari barat, turunnya Isa bin Maryam, Ya’juuj dan Ma’juuj, tiga gempa (di timur, barat dan Jazirah arab), dan yang terakhir adalah api yang keluar dari ‘And yang menggiring manusia ke Makhsyar”.(HR. Muslim)
‎Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengisyaratkan bahwa terjadinya adzab tersebut adalah ketika manusia telah tenggelam dalam kemaksiatan dan dosa sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan dari Umu Salamah ‎radhiallahu ‘anha . Beliau mendengar Rasulullah ‎shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
سَيَكُوْنُ بَعْدِي خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ وَخَسْفٌ بِجَزِيْرَةِ الْعَرَبِ. قُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ أَيُخْسَفُ اْلأَرْضُ وَفِيْهَا الصَّالِحُوْنَ؟ قَالَ لَهَا رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: إِذَا أَكْثَرَ أَهْلُهَا الْخَبَثَ. (رواه الطبراني في معجم الأوسط)
“Akan terjadi setelahku khasf di timur, di barat dan di negeri arab”. Saya katakan: “Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apakah manusia akan ditenggelamkan, padahal di tengah-tengah mereka ada orang-orang yang shalih?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Ya, jika mayoritas penduduknya telah banyak melakukan kemaksiatan (dosa).” (HR. Thabrani dalam Mu’jam al-Ausath).
Ibnu Hajar al-Atsqalani rahimahullah berkata: “Telah didapati khasf di beberapa tempat, namun bisa jadi yang dimaksud dengan kejadian khasf tersebut adalah sesuatu yang luar biasa (lebih dari biasanya). Apakah lebih dahsyat kejadiannya, atau lebih luas daerah yang ditenggelamkannya atau ukurannya”. (Lihat Fathul Bari, juz 13 hal. 84)
Munculnya Asap (ad-Dukhan)‎
Tanda-tanda hari kiamat kubra yang berikutnya adalah munculnya asap. Allah subhanahu wa Ta’alaberfirman:
فَارْتَقِبْ يَوْمَ تَأْتِي السَّمَاءُ بِدُخَانٍ مُبِينٍ (10) يَغْشَى النَّاسَ هَذَا عَذَابٌ أَلِيمٌ. الدخان: 10-11
Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata, yang meliputi manusia. Inilah azab yang pedih. (ad-Dukhan: 10-11)
Ayat ini merupakan ancaman kepada kaum musyrikin Quraisy khususnya dan orang-orang kafir umumnya bahwa Allah subhabahu wa Ta’ala akan menurunkan adzab kepada mereka berupa asap yang akan menutupi mereka seluruhnya.
Para ahli tafsir berselisih pendapat tentang asap di dalam ayat tersebut, apakah yang akhirnya menimpa kaum Quraisy ketika itu berupa panas dan kemarau panjang serta kelaparan? atau asap yang akan datang sebagai tanda hari kiamat yang besar yang disebutkan dalam hadits-hadits yang shahih?
Di antara mereka yang berpendapat dengan pendapat pertama adalah Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu. Ketika ada seorang dari negri Kindah menyatakan tentang asap yang akan datang pada hari kiamat yang akan memekakan telinga-telinga kaum munafiqin dan membutakan mata-mata mereka, beliau marah sambil berkata:

مَنْ عَلِمَ شَيْئًا فَلْيَقُلْ بِهِ وَمَنْ لَمْ يَعْلَمْ فَلْيَقُلْ: اللهُ أَعْلَمُ، فَإِنَّ مِنَ الْعِلْمِ أَنْ يَقُوْلَ لِمَا لاَ يَعْلَمُ لاَ يَعْلَمُ. فَإِنَّ اللهَ قاَلَ لِنَبِيِّهِ: قُلْ مَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُتَكَلِّفِينَ .
Barangsiapa yang memiliki ilmu maka katakanlah! Dan barangsiapa yang tidak memiliki ilmu maka katakanlah: ‘Allahu a’lam!” Karena sesungguhnya termasuk ilmu adalah ucapan orang pada apa yang dia tidak tahu: “aku tidak tahu”. Sesungguhnya Allah telah mengatakan kepada nabi-Nya: ((“Katakanlah (hai Muhammad): “Aku tidak meminta upah sedikit pun kepada kalian dakwahku; dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan (memaksakan diri”)).
Kemudian Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata: “Sesungguhnya kaum Quraisy tidak mau menerima Islam, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendoakan atas mereka:
أَللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَيْهِمْ بِسِنِيْنَ كَسِنِيْ يُوْسُفَ.
Ya Allah tolonglah aku untuk mengalahkan mereka dengan kelaparan seperti yang terjadi pada zaman nabi Yusuf. (HR. Bukhari dalam Kitab Tafsir dan Muslim dalam Shifatul Qiyaamah).
Maka terjadilah kemarau panjang dan kelaparan, hingga sebagian mereka binasa dan sebagian lainnya memakan bangkai-bangkai dan tulang-tulang. Ketika itu setiap orang melihat seakan-akan di antara langit dan bumi ada asap. (Atsar riwayat ad-Darimi juz 1/62; Ibnu Abdil Barr dalam Jami’ Bayaanil Ilmi, juz 2/51; Baihaqi dalam al-Madkhal no. 797; al-Khathib al-Baghdadi dalam al-Faqiih wal Mutafaqih; melalui nukilan Hilyatul Alimi al-Mu’allim, hal. 59)
Pendapat ibnu mas’ud radhiallahu ‘anhu ini sesuai dengan konteks ayat di atas yang mengancam kaum Musyrikin Quraisy. Namun demikian, tidak menafikan ancaman umum kepada seluruh orang-orang kafir dan musyrikin dengan asap yang turun menjelang hari kiamat kelak. Karena dalil-dalil yang shahih tentang tanda-tanda kiamat kubra sebagaimana disebutkan dalam hadits Hudzaifah di antaranya adalah munculnya ad-dukhan (asap).
Kemarahan yang diucapkan oleh Ibnu Mas’udradhiallahu ‘anhu di atas bukanlah karena beliau menafikan munculnya asap menjelang hari kiamat, tetapi karena beliau mengerti orang tersebut berbicara tanpa ilmu dengan mengatakan bahwa asap tersebut dapat membutakan mata dan memekakan telinga. Karena dalam riwayat lain, Ibnu Mas-‘ud mengatakan ada dua asap, salah satunya telah terjadi dan yang lain akan datang menjelang hari kiamat.
Dalam hadits riwayat Muslim dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallambersabda:

بَادِرُوا بِاْلأَعْمَالِ سِتًّا طُلُوعَ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا أَوِ الدُّخَانَ أَوِ الدَّجَّالَ أَوِ الدَّابَّةَ أَوْ خَاصَّةَ أَحَدِكُمْ أَوْ أَمْرَ الْعَامَّةِ . رواه مسلم في الفتن وأشرط الساعة
Bersegeralah kalian beramal sebelum datangnya enam perkara: terbitnya matahari dari arah barat, datangnya asap, munculnya Dajjal, keluarnya ad-Dabbah (binatang yang dapat berbicara), kematian atau datangnya hari kiamat yang merata. (HR. Muslim dalam al-Fitan wa Asyrathu as-Sa’ah).
Keluarnya ad-Dabbah (binatang yang dapat berbicara)
‎
Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:
 
‎
وَلِلّهِ يَسْجُدُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ مِن دَآبَّةٍ وَالْمَلآئِكَةُ وَهُمْ لاَ يَسْتَكْبِرُونَ) (سورة: النحل: 49)
‎
Artinya:
“Dan kepada Allah sajalah bersujud segala makhluk melata yang berada di langit yang belapis-lapis dan semuamakhluk yang melata di bumi dan jugaPara malaikat, sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri”  (QS An-Nahl 16 : 49).
‎
Disebutkan oleh Syeikh Abdur Rahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah dalam Tafsir “Al-Karimir Rahman fi Tafsiri Kalamil Mannan” (1/442) :
 
‎
{وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ مِنْ دَابَّةٍ} من الحيوانات الناطقة والصامتة، {وَالْمَلائِكَةُ} الكرام خصهم بعد العموم لفضلهم وشرفهم وكثرة عبادتهم ولهذا قال: {وَهُمْ لا يَسْتَكْبِرُونَ} أي: عن عبادته على كثرتهم وعظمة أخلاقهم وقوتهم.
‎
 


“(Dan kepada Allah sajalah bersujud segala makhluk melata yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi) dari Hewan-hewan yang dapat berbicara dan hewan-hewan yang tidak dapat berbicara, (Dan Malaikat) yang Mulia, (Allah) mengkhususkan mereka setelah menyebutkan yang umum, hal itu karena kelebihan mereka, kemuliaan mereka, banyaknya ibadah yang mereka lakukan. Maka dari situlah Allah berfirman : (dan Mereka, ya’ni: “Para Malaikat” tidak menyombongkan diri).(“Al-Karimir Rahman fi Tafsiri Kalamil Mannan” (1/442) ‎

Dalam ayat lain, Tentang keberadaan Dabbah di Langit yang berlapis-lapis (Samawat) dan Juga Pada Bumi. 
وَمِنْ آيَاتِهِ خَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَثَّ فِيهِمَا مِن دَابَّةٍ وَهُوَ عَلَى جَمْعِهِمْ إِذَا يَشَاء قَدِيرٌ)
 (الشورى:29)
Di antara (ayat-ayat) tanda-tanda-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan makhluk-makhluk yang melata Yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya. (QS Asy-Syuura 42 : 29)
Syeikh Abdur Rahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah dalam Tafsir “Al-Karimir Rahman fi Tafsiri Kalamil Mannan”  (1/759) :
.
أي: ومن أدلة قدرته العظيمة، وأنه سيحيي الموتى بعد موتهم، و{خَلْقُ} هذه {السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ} على عظمهما وسعتهما، الدال على قدرته وسعة سلطانه، وما فيهما من الإتقان والإحكام دال على حكمته وما فيهما من المنافع والمصالح دال على رحمته، وذلك يدل على أنه المستحق لأنواع العبادة كلها، وأن إلهية ما سواه باطلة.
{وَمَا بَثَّ فِيهِمَا} أي: نشر في السماوات والأرض من أصناف الدواب التي جعلها الله مصالح ومنافع لعباده. {وَهُوَ عَلَى جَمْعِهِمْ} أي: جمع الخلق بعد موتهم لموقف القيامة {إِذَا يَشَاءُ قَدِيرٌ} فقدرته ومشيئته صالحان لذلك، ويتوقف وقوعه على وجود الخبر الصادق، وقد علم أنه قد تواترت أخبار المرسلين وكتبهم بوقوعه.
‎
 Artinya:
“Diantara dalil Qudrah  Allah yang besar adalah Bahwasanya Allah mampu menghidupkan orang yang telah mati, dan(Pencipta’an  langit yang berlapis lapis dan Bumi) ini  yang begitu besar (bentuk) nya dan begitu luas (ukuran) nya. hal itu menunjukkan adanya Qudrah dan Keluasan ilmu-Nya, dan Apa saja di dalamnya (ya’ni Qudrah dan keluasan ilmu) dari berbagai peraturan dan hukum-hukum yang menunjukkan atas hikmahnya.‎
Dan apa saja didalamnya dari manfa’at dan maslahat, hal itu menunjukkan atas rahmat-Nya, hal itu juga hal-hal yang berkaitan didalamnya dari berbagai ibadah semuanya, dan Sesungguhnya Tuhan-Tuhan (yang disembah) selain Allah adalah Bathil. (dan makhluk-makhluk yang melata (Dabbah) Yang Dia sebarkan pada keduanya.) ya’ni: yang di sebarkan di lapisan-lapisan langit
Dan Bumi dari berbagai jenis Dabbah yang Allah jadikan sebagai maslahat dan manfa’at untuk hamba-hambaNya, (Dan Dia mampu mengumpulkan mereka (Dabbah-Dabbah)  semuanya) : ya’ni [di bangkitkan, lalu] dikumpulkan setelah kematian mereka di saat hari Qiyamat(hal itu jika Allah menghendaki). Maka Qudrah (Kemampuan) dan Masyi’ah (Kehendak) sangat berkaitan erat atas hal tersebut…” (“Al-Karimir Rahman fi Tafsiri Kalamil Mannan”  (Tafsir “Al-Karimir Rahman fi Tafsiri Kalamil Mannan”))      
Ada Sejenis Dabbah Asing Dari Dalam Bumi, dan Akan Keluar Ke Permukaan Bumi (Sebelum Datang Hari Kiyamat), Binatang ini Akan Berbicara Pada Manusia.‎
Allah subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَإِذَا وَقَعَ الْقَوْلُ عَلَيْهِمْ أَخْرَجْنَا لَهُمْ دَابَّةً مِنَ اْلأَرْضِ تُكَلِّمُهُمْ أَنَّ النَّاسَ كَانُوا بِآيَاتِنَا لاَ يُوقِنُونَ. النمل: 82

Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.(an-Naml: 82)
Dalam Tafsir Ibnu Jarir Ath-ThabariRahimahullah menukil dari Abdullah bin Umar dan Athiyah, beliau berdua berkata: “(Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka) ya’ni: ketika saat itu (di Bumi) tidak ada amar ma’ruf dan Nahi Munkar. (Jami’ul Bayan Fi Ta’wilil Qur’an: 19/496).‎
Imaam Ibnu Katsiir رحمه اللهmengatakan dalam tafsir ayat diatas bahwa Ad Dabbah ini akan keluar di akhir zaman ketika manusia sudah semakin rusak. Ketika manusia sudah meninggalkan apa yang Allah سبحانه وتعالى perintahkan kepada mereka. Dan ketika manusia sudah merubah (menukar) Dien Islam yang benar menjadi Dien yangbaathil. 
Kata beliau Imaam Ibnu Katsiir رحمه اللهdalam tafsirnya selanjutnya mengaatakan, bahwa “Allah سبحانه وتعالى mengeluarkan Ad Daabbahdari bumi, lalu binatang itu berbicara kepada mereka”.
Berkata para ulama tentang ayat di atas bahwa makna “telah jatuh atas mereka” adalah telah layak ancaman Allah untuk mereka. Hal itu karena kemaksiatan, kefasikan dan kekafiran mereka telah melampaui batasnya. Mereka telah berpaling dari ayat-ayat Allah, tidak mau membaca dan tunduk pada hukum-hukumnya, di mana tidak berguna lagi nasehat untuk mereka, dan tidak memalingkan mereka peringatan-peringatan.
Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu mengatakan bahwa maksud “telah jatuh ucapan atas mereka” adalah dengan matinya para ulama, hilangnya ilmu, dan terangkatnya al-Qur’an …. Kemudian beliau berkata:“Maka perbanyaklah membaca al-Qur’an sebelum diangkatnya”. (Tafsir Qurthubi juz 13 hal. 234; melalui nukilan Asyrathu as-Sa’ah, hal. 404).
Selain ayat di atas, dalil-dalil dari hadits tentang akan keluarnya ad-Dabbah ini sangat banyak, di antaranya:
Dalam hadits Hudzaifah bin usaid radhiallahu ‘anhu tentang 10 tanda-tanda hari kiamat yang diriwayatkan oleh Muslim.
 
‎
انها لن تقوم حتى ترى عشر آيات الدخان والدجال والدابة وطلوع الشمس من مغربها ونزول عيسى ابن مريم ويأجوج ومأجوج وثلاثة خسوف خسف بالمشرق وخسف بالمغرب وخسفف بجزيرة العرب وآخر ذلك نار تخرج من قبل عدن تطرد الناس إلى محشرهم.(روه مسلم)
“kiamat itu tidak akan terjadi hingga kalian melihat sepuluh tanda: asap, Dajjal, binatang melata, terbitnya matahari dari barat, turunnya Isa bin Maryam, Ya’juuj dan Ma’juuj, tiga gempa (di timur, barat dan Jazirah arab), dan yang terakhir adalah api yang keluar dari ‘And yang menggiring manusia ke Makhsyar”.(HR. Muslim)‎
‎
Hadits Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu di atas yang diriwayatkan oleh Muslim tentang beramallah sebelum datang enam perkara.
‎
Hadits dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu:
 
‎
ثَلاَثٌ إِذَا خَرَجْنَ لاَ يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا طُلُوعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا وَالدَّجَّالُ وَدَابَّةُ اْلأَرْضِ. رواه مسلم في كتاب الإيمان 2/195 بشرح النواوي
Tiga perkara jika telah keluar, maka tidak berguna lagi bagi seseorang keimanannya yang belum beriman sebelumnya atau belum beramal kebaikan sedikit pun sebelumnya: terbitnya matahari dari barat, munculnya Dajjal dan keluarnya ad-Dabbah. (HR. Muslim dalam kitab al-Iman juz 2/195 dengan syarh Imam Nawawi)
Hadits Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
 
‎
إِنَّ أَوَّلَ اْلآيَاتِ خُرُوجًا طُلُوعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا وَخُرُوجُ الدَّابَّةِ عَلَى النَّاسِ ضُحًى وَأَيُّهُمَا مَا كَانَتْ قَبْلَ صَاحِبَتِهَا فَاْلأُخْرَى عَلَى إِثْرِهَا قَرِيبًا. رواه مسلم في كبات الفتن وأشرط الساعة 18/27 بشرح النواوي
Sesungguhnya awal tanda-tanda terjadinya hari kiamat adalah terbitnya matahari dari arah tenggelamnya dan keluarnya ad-Dabbah di antara manusia pada waktu dluha. Yang mana pun keluar lebih dulu sebelum yang lainnya, maka yang lainnya muncul di belakangnya secara dekat. (HR. Muslim dalam kitab al-Fitan wa Asyrathu as-Sa’ah, 18/27 dengan syarh Imam Nawawi)
Hadits Abu Umamah radhiallau ‘anhu dalam riwayat imam Ahmad:
 
‎
تَخْرُجُ الدَّابَّةُ فَتَسِمُ النَّاسَ عَلَى خَرَاطِيمِهِمْ ثُمَّ يَغْمُرُونَ فِيكُمْ حَتَّى يَشْتَرِيَ الرَّجُلُ الْبَعِيرَ فَيَقُولُ مِمَّنِ اشْتَرَيْتَهُ فَيَقُولُ اشْتَرَيْتُهُ مِنْ أَحَدِ الْمُخَطَّمِينَ. رواه أحمد وصححه الألباني، انظر صحيح الجامع الصغير 3/37 وسلسلة الأحاديث الصحيحة 1/3/322
Akan keluar sejenis binatang kemudian menandai manusia di muka-muka mereka kemudian bertambah banyaklah di tengah-tengah kalian (orang-orang yang bertanda), hingga ketika seseorang membeli unta ditanya:“Dari siapa engkau membeli unta ini?” Maka dia menjawab : “Aku membeli dari salah seorang yang telah diberi tanda” (tanda kafir atau mukmin –pent). (HR. Ahmad; dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani; Lihat Shahih al-Jami’u ash-Shaghir 3/37 dan Silsilah al-Ahaadits ash-Shahihah 1/3/322)
Allah memberlakukan Ajaran Tauhid pada Seluruh Makhluk Yang Ada Di Lapisan Langit (Yaitu Malaikat) dan  Makhluk Bumi [Makhluk Bumi], Karena ketiga Makhluk ini berakal, berbeda dengan Dabbah.
Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:
 
‎
إِنْ كُلُّ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ إِلَّا آتِي الرَّحْمَنِ عَبْدًا (93)
‎
Artinya:
Tidak ada sesiapapun di langit dan di bumi melainkan dia akan datang kepada (Allah) Ar-Rahman, sebagai hamba. (QS. Maryam: 93)
‎
Dalam Tafsir Ibnu Jarir Ath-ThabariRahimahullah menafsirkan ayat :” Tidak ada sesiapapun di langit dan di bumi melainkan dia akan datang kepada ( Allah) Ar-Rahman, sebagai hamba.” Yaitu Seluruh Para MALAIKAT yang menjadi penghuni langit, dan Seluruh MANUSIA dan JIN Sebagai penduduk Bumi, melainkan mereka semua datang menemui Rabbnya dalam keadaan seorang hamba, yang hina, tunduk, patuh”. (Jami’ul Bayan Fi Ta’wilil Qur’an: 19/496).‎
‎
Allah senantiasa memperlihatkan Tanda-tanda KekuasaanNya di segala penjuru Bumi, agar manusia tahu tentang kebenaran Al-Qur’an.
 Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:
‎
سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ (53)
‎
‎
Artinya:
Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda ayat (kekuasaan) kami di segala Ufuq dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa Sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?. (Surat Al-Fushshilat ayat 53)
‎
Imam Al-Baghawi dan Imam Al-Qurtubi menukil dari perkata’an Ulama’ tabi’in Atha’ dan ibnu Zaid dalam menafsirkan ayat: “Kami akan memperlihatkan Tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala Ufuq, ya’ni : penjuru langit dan Bumi, baik dari Matahari, Bulan, Bintang-bintang, Tanaman-tanaman, Pepohonan, Dan pada diri mereka sendiri” ya’ni: sempurnanya cipta’an (pada mereka sendiri), dan  terangnya Hikmah, sehingga menjadi jelas bagi mereka bahwasanya Al-Qur’an itu benar.” (Tafsir Qurtubi (15/374-375), Tafsir Ma’alimut Tanzil lil Baghawi: 7/179) ‎
Yang telah terbukti dari Dalil Al-Qur’an Maupun As-Sunnah yang Shahih Tentang Adanya Binatang Dabbah.‎
Sebagian manusia menafsirkan ad-Dabbah dengan berbagai macam penafsiran. Bahkan sebagian mereka mengatakan bahwa ad-Dabbah adalah sejenis virus yang akan membikin cacat manusia dengan tidak membawakan dalil sama sekali kecuali dari akalnya.
‎
Kita katakan bahwa tidak perlu kita menebak-nebak sesuatu tanpa ilmu. Apa yang telah diberitakan kita imani, sedangkan apa yang tidak diberitakan kita katakan ‎wallohu a’lam.‎
KESIMPULAN
            ‎
Hari kiamat merupakan Hari yang menadai berakhirnya kehidupan alam semesta. Namun hari kiamat tersebut tidak dijelaskan kepastian kapan datangnya di dalam Al-Qur an dan Hadits. Melainkan hanya dijelaskan mengenai beberapa tanda-tanda kiamat itu akan tiba.‎