Tanda-tanda Akhir Zaman

Hari kiamat itu mempunyai tanda, bermulanya dengan tidak laris jualan di pasar, sedikit saja hujan dan begitu juga dengan tumbuh-tumbuhan. Ghibah menjadi-jadi dan merata-rata, memakan riba, banyaknya anak-anak zina, orang kaya diagung-agungkan, orang-orang fasik akan bersuara lantang di masjid, para ahli mungkar lebih banyak menonjol dari ahli haq.Wallahu'alam Bish-shawab


Selasa, 17 Mei 2016

MARAKNYA PERJINAHAN TANDA KIAMAT SEMAKIN DEKAT


Selama beberapa waktu ini masyarakat di negeri ini dihebohkan oleh informasi yang dimuat berbagai ragam media massa yaitu beredarnya video mesum melalui jejaring persahabatan dunia maya, facebook. Video mesum suatu sebutan istilah yang diperhalus, yang sebenarnya adalah video perzinahan, yang pelakunya oleh kalangan penyebar berita disebut sebagai pasangan selebritis yang cantik wajahnya dan terkenal. Tulisan ini tidak dalam kapasitas berkomentar atau mengulas tentang video perzinahan tersebut maupun tentang prilaku yang tidak bermoral dari pemegang peran sungguhan dalam video tersebut, melainkan lebih kepada pembahasan mengenai pentingnya untuk mengingatkan kepada kita tentang semakin mendekatnya akhir zaman, yang ditandainya dengan semakin maraknya perzinahan dan bahkan sengaja dipertontonkan dan diumumkan kepada khalayak ramai.

Pengertian Hari Kiamat atau Hari Akhir ( Al- Yaum Al-Akhir )

Syaikh Abu Bakar A- Jazairi , dalam 'Aqidah Al- Mu'min yang dikutip oleh Syaikh Mahmud Al-Mishri dalam bukunya Tamasya ke Negeri Akhirat ( terjemahan ) menulis, bahwa ada dua hal yang dimaksudkan dengan hari akhir ( Al-Yaum Al-Akhir ) :
Pertama, kebinasaan alam seluruhnya dan terhentinya kehidupan ini secara total.
Kedua, memasuki kehidupan akhirat dan dimulainya kehidupan itu.
Dengan demikian, kata hari akhir menunjukkan hari terakhir dari hari-hari kehidupan dunia sekaligus hari pertama dan penghabisan dari kehidupan kedua, karena hari itu hanya satu hari dan tidak terjadi lagi untuk kedua kalinya.

Keimanan kepada hari akhir menuntut pembenaran terhadap pemberitaan Allah tentang kebinasaan kehidupan dunia ini, yang didahului oleh beberapa tanda, kejadian besar menakutkan dan perubahan besar. Sebagaimana juga menuntut pembenaran terhadap pemberitaan Allah tentang kehidupan akhirat yang berisi nikmat dan siksa, kejadian-kejadian
besar seperti pembangkitan segala makhluk, pengumpulan dan penghisaban mereka, pemberian imbalan atas perbuatan sadar yang mereka lakukan dalam kehidupan dunia ini.

Kewajiban Beriman Pada Hari Akhir

Syaikh Mahmud Al-Mishri dalam bukunya menulis bahwa; beriman kepada hari akhir merupakankeyakinan berakhirnya jagat raya ini, sebagai akhir kehidupan dunia ini secara total dan dimulainya kehidupan lain, yaitu negeri akhirat dengan segala kenyataan-kenyataan menakjubkan di dalamnya, meliputi pembangkitan berbagai makhluk, pengumpulan, penghisaban dan pemberian ganjaran mereka.

Syaikh Al- Allamah Hafizh bin Ahmad Al-Hikami dalam bukunya edisi Indonesia Buku Pintar Aqidah Ahlussunnah menyebutkan dalil dari Al-Qur'an tentang iman kepada Hari Akhir :
" Barang siapa yang mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu ( yang dijanjikan) Allah itu pasti datang ( Al-'Ankabuut. : 51 )

Firman Allah : " Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu pasti benar, dan sesungguhnya ( hari) pembalasan pasti terjadi" ( QS. Adz-Dzaariyaat : 5 - 6 )

Firman Allah : " Sesungguhnya hari kiamat pasti akan datang, tiada keraguan tentangnya ...." 9 qs. AL-Ghaafir/Mukmin : 59 )

Selanjutnya dikatakan oleh beliau bahwa arti iman kepada hari akhir adalah sebuah pembenaran yang tegas bahwa hari itu pasti akan datang, tidak bisa dihindari lagi, serta beramal sesuai dengan keyakinan itu. Termasuk diantara kategorinya adalah keimanan terhadap tanda-tanda Hari Kiamat dan berbagai mukaddimahnya yang terjadi sebelumnya, secara pasti.

Ditambahkan pula oleh Syaikh Mahmud Al- Mishri bahwa, keimanan ini tidak saja wajib, tetapi termasuk salah satu pilar ( rukun ) enam bangunan akidah seorang muslim, sehingga akidahnya tidak sempurna dan tidak sah kecuali dengan keimanan ini.
Allah berfirman :
" Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah Timur dan Barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu adalah beriman kepadaAllah, hari kemudian, malaikai-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi " ( Al-Baqarah : 177 ).

Karena urgensinya keyakinan ini dalam kehidupan mukmin dan dampaknya yang besar bagi keistiqomahan dan kesalehan individu, maka Al-Qur'an memberi perhatian yang tidak kurang, dan perhatiannya terhadap keimanan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Banyak sekali bahkan ratusan ayat-ayat di dalam Al-Qur'an yang mengingatkan kepada manusia tentang kiamat ini.

Kapan Terjadinya Kiamat

Tidak ada siapapun yang mengetahu kapan kiamat akan terjadi, termasuk Rasullulah shalalahu 'alaihi wa sallam, karena kiamat adalah masalaah gaib dan hanya hak Allah yang menentukan dan mengetahui waktu terjadinya kiamat tersebut. Allah lah yang memegang rahasia kiamat, sebagaimana di firmankan-Nya dalam Al-Qur'an surah Lukman ayat 34 :
" Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat; dan Dialah yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui ( dengan pasti ) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati "

Juga firman Allah dalam Al-Qur'an surah Al-A'raaf ayat 187 :
" Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya ?. Katakanlah "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Rabb-ku ; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi mahluk ) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba "

Kiamat Semakin Dekat
Meskipun dalil-dalil dalam Al-Qur'an secara tegas telah menyatakan bahwa tidak satupun mahluk ciptaan Allah yang mengetahui kapan datangnya hari kiamat, tetapi tanda-tanda kian dekatnya hari kiamat yang disebutkan oleh nash yang shahih telah nampak dimata kita. Begitu banyak hadits Rasullulah shallalahu 'alaihi wa sallam yang menyebutkan berbagai tanda-tanda dari akan datangnya kiamat.

Satu dari sekian banyaknya tanda-tanda semakin mendekatnya kiamat adalah merebaknya perzinahan dikalangan umat. Sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Qayyim al-Jauziah dalam bukunya Mengetuk Pintu Ampunan Meraih Berjuta Anugerah : Fenomena zinah merupakan tanda-tanda kehancuran alam, ia menjadi tanda-tanda datangnya kiamat, sebagaimana diriwayatkan dari Anas bin Malik berkata, " Sungguh aku akan menyampaikan suatu hadits kepada kalian dan tidak akan pernah disampaikan oleh seorangpun setelahku. Aku mendengarRasullulah shallalahu 'alaihi wa sallam bersabda :

" Termasuk tanda-tanda kiamat adalah dicabutnya ilmu dan munculnya kebodohan. ditenggaknya minuman keras dan merebaknya perzinahan, sedikitnya komunitas laki-laki dan banyaknya wanita, sehingga bagi lima puluh wanita diimbangi dengan satu orang laki-laki "
( HR. Bukhari dan Muslim ).

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah menambahkan dalam buku beliau tersebut diatas : Sunatullah berlaku pada alam, ketika zinah merebak, Allah marah dan sangat marah. Maka.. semestinya kemarahan-Nya itu berimbas di bumi dalam bentuk hukuman. Abdullah bin Mas'ud berkata. " tidaklah muncul riba dan zina dalam suatu negeri , kecuali Allah mengizinkan kebinasaannya.

Perzinahan yang dilakukan oleh pasangan yang bukan suami isteri di muka bumi ini umumnya dan khususnya dinegeri ini yang disebut bermayoritas berpenduduk muslim bukanlah merupakan barang baru dan semakin merebak dan meraja lela di setiap tempat, baik yang tersembunyi maupun terang-terangan maupun yang sengaja dipertontonkan kepada halayak ramai melalui rekaman video maupun telepon selulair, yang dijadikan sebagai suatu kebanggaan bagi para pelakunya yang tidak bermoral, namun mengaku sebagai seorang yang muslim.

Perzinahan telah dilakukan oleh berbagai kalangan dan tingkat umur, tidak saja oleh kalangan kelas bawah, menengah bahkan juga kalangan atas dan tingkat tinggi. Perzinahan disinyalir oleh banyak kalangan tidak saja dilakukan oleh mereka yang tidak b erpendidikan, kurang berpendidikan dan juga dilakukan oleh mereka yang memiliki pendidikan tinggi. Perzinahan tidak saja dilakukan oleh mereka para pengangguran, para pekerja kasar, para pedagang, pegawai swasta dan pegawai negeri, para kalangan pejabat dan lebih-lebih dikalangan selebritis. Pendek kata perzinahan merebak dan dilakukan oleh mereka dari berbagai profesi. Dan tentunya juga perzinahan dilakukan pula oleh mereka-mereka yang bekerja dilingkungan entertaimen dan show bisnis. Perzinahan juga telah merebak pula dikalangan anak-anak remaja ditingkat sekolah menengah pertama,menengah atas dan sampai di tingkat perguruan tinggi. Perzinahan telah melanda kalangan yang jahil maupun mereka yang berilmu.
Singkat kata dewasa ini lebih tepat dikatakan sebagai kurun perzinahan yang dilakukan secara masaal dan merata dikalangan masyarakat meskipun waktunya tidak bersamaan dan pada tempat yang berbeda. Dan yang paling sulit dicerna akal sehat adalah perzinahan yang dilakukan oleh mereka yang mempunyai hubungan sedarah ( insert) , antara anak dengan ibu kandung, antara ayah dengan anak kandung, antara kakak beradik sekandung, antara paman dan keponakan, antara ayah tiri dengan anak tirinya, antara anak tiri dengan ibu tirinya ,dimana mereka mereka tersebut dilarang untuk menikah satu sama lainnya.

Hari Kiamat Pintu Menuju Hari-Hari Pembalasan

Hari Kiamat adalah sebagai klimaks dari hari-hari kehidupan dunia yang fana penuh dengan berbagai kenikmatan yang dihalalkan maupun yang diharamkan oleh Allah Subhana wa Ta'ala, dan berakhirnya segala kebahagian maupun kesengsaraan hidup yang sebenarnya semu karena tidak abadi dan hanya sebentar, dan akan dimasukinya hari-hari panjang sebagai hari perhitungan atau lebih dikenal dengan yaumilhisab, yang kemudian pada gilirannya manusia akan digiring menuju hari pembalasan apakah keneraka ataukah menuju surga sesuai dengan apa yang telah dia perbuat selama hidup didunia.

Allah Ta'ala menggambarkan tentang kehebatan hisab melalui firman-Nya yang tersebut dalam Al-Qur'an di surah Al- Anbiyaa ayat 47 :
" Kami akan memasang timbangan yang tepat pada Hari Kiamat maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun . Dan jika ( amalan ) itu hanya sebesar biji sawipun pasti Kami akan mendatangkan ( pahala ) nya. Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan "

Syaikh Mahmud Al- Mishri dalam buku beliau Tamasya ke Negeri Akhirat menulis `: sungguh merupakan fenomena yang menakutkan tatkala manusia menyaksikan kesenggsaraan pada hari itu dengan mata kepala mereka sendiri , dimana masing-masing umat b erusaha mencari tunggangan untuk dinaikinya sebagaimana firman Allah : " Dan hanya kepunyaan Allah kerajaan langit dan bumi . Dan pada hari terjadinya kebangkitan, akan merugilah pada hari itu orang yang mengerjakan kebathilan " ( QS. Al-Jatsyah : 27 )

Dikemukakan pula riwayat, bahwa orang-orang berbondong-bondong dengan susah payah . Sehingga , engkau mengira dirimu sendiri saja yang tertimpa kesusahan , kesedihan diantara makhluk yang berjejalan. Mereka telanjang tidak berbusana dan seluruhnya diam, disertai dengan kehinaan, kenistaan, ketakutan dan kesedihan. Engkau tidak mendengar apapun selain suara telapak kakimu, dan seruan seseorang .

Allah berfirman " " Dan kamu akan melihat orang-orang yang berdosa hari itu diikat bersama-sama dengan belenggu. Pakaian mereka dari pelangkin ( ter ) dan muka mereka ditutup dengan api neraka . Agar Allah memberi pembalasan kepada tiap-tiap orang terhadap apa yang ia usahakan . Sesungguhnya Allah Maha cepat hisab-Nya ( QS.Ibrahim : 49-51 )

Syaikh Mahmud Al- Mishri menyebutkan pula bahwa Allah memberikan catatan amalan manusia yang tidak terlewatkan sedikitpun dosa kecil dan dosa besar. Berapa banyak kejelekan yang dilupakan manusia , Namun Allah tetap mengingatkan nya. Berapa banyak ketaatan yang manusia lupakan . Dan berapa banyak tindakan memalukan dan kelicikan yang telah diperbuat.

Rasullulah shallalahu 'alaihi wa sallam bersabda : " Setiap hamba akan ditanya Tuhannya mengenai lima hal ; tentang masa mudanya, dalam hal apa digunakan untuk apa ? Tentang hartanya darimana ia mendapatkan dan kemana ia menginfakkan, dan tentang ilmunya, ilmu apa saja yang telah diamalkan ( HR At-Tirmidzi dari Ibnu Mas'ud ).

Imam Al-Qurthubi berkata, " Setelah hisab selesai, maka langkah setelahnya adalah penimbangan amal, dimaksudkan dengan timbangan ini dapat menjadi penentu ganjaran yang diberikan. Sehingga, sangat tepat jika penimbangan amal dilakukan setelah hisab, karena hisab adalah perkiraan amal, dan timbangan adalah untuk menjelaskan perkiraan agar pembalasannya sesuai.

Semua amal yang ditimbang akan kelihatan, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala, "
" Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarah pun,niscaya dia akan melihat balasannya, dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarah pun, niscaya dia akan melihat balasannya pula" ( QS. Az- Zalzalah : 7 - 8 )

Perzinahan Sebagai Hubungan Sex Terlarang Dalam Islam.

Islam tidak melarang hubungan sex antara pasangan yang telah dihalalkan menurut syar'i, yaitu pasangan suami isteri yang telah melakukan akad nikah yang memenuhi persyaratan yang telah digariskan oleh Allah dan Rasul-Nya. Di luar itu maka hubungan sex yang dilakukan oleh pasangan berlawanan jenis, laki-laki dan perempuan dinamakan perzinahan, sedangkan zinah itu sendiri terlarang di dalam islam.

Allah Ta'ala berfirman : " Dan janganlah kamu mendekati zinah ; (zinah ) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk " ( QS. Al-Israa: 32 ).

Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin dalam mensyarah Kitab Dosa-Dosa yang Membinasakan ( Al-Kaba'ir ) menyebutkan sesungguhnya di antara hukum dan bimbingan Al-Qur'an adalah sangat menganjurkan untuk berpegang teguh dengan akhlak-akhlak yang mulia dan tata krama yang luhur dan sangat melarang dari tingkah laku yang bisa menodai kemuliaan dan kehormatan. Oleh karena itu, Allah mengharamkan perzinahan dan memberitahukan bahwa zinah adalah perbuatan yang sangat tercela dan dianggap tercela oleh semua orang yang memiliki fitrah yang lurus dan akal yang sehat. Banyak ayat yang tertera dalam Al-Qur'qan yang mengharamkan zinah, antara lain :

Firman Allah Ta'ala : " Dan orang-orang yang tidak mepersekutukan Allah dengan sesembahan lain dan tidak membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzinah; dan barang siapa melakukan demikian itu niscaya dia mendapat hukuman yang berat ( QS. Al-Fur'qaan : 68 ).

Selain dinyatakan dalam Al-Qur'an tentang haramnya melakukan perzinahan, maka banyaknya hadits dari Rasullulah shallalahu 'alihi wa sallam yang menyebutkan larangan melakukan perzinahan , antara lain :

Rasullulah shalahu 'alaihi wa sallam pernah ditanya : " Dosa apakah yang paling besar ? beliau shallalhu 'alaihi wa sallam menjawab : " Engkau menyekutukan Allah padahal Dia-lah yang telah menciptakanmu. Kemudian sipenaya bertanya kembali , Kemudian dosa apa lagi "? Beliau shallalahu 'alaihi wa sallam menjawab : " Engkau membunuh anakmu karena takut ia makan bersamamu." Sipenanya kembali bertanya : " Kemudian dosa apalagi "? Beliau shallalahu 'alaihi wa sallam menjawab : " Engkau berzinah dengan isteri tetanggamu "( HR.Riwayat Bukhari, Muslim, At-Tirmidzi )

Selain dari itu banyak hadits lain yang menyebutkan tentang larangan dan keharaman perzinahan, sehingga imam Adz-Dzhabi dalam kitabnya Al-Kaba'ir ( Dosa-dosa yang membinasakan ) mengkatagorikan perzinahan termasuk dalam dosa besar.

Ibnu Qayyim al- Jauziyah dalam kitabnya ( terjemahan ) Ad-Daa'wa Ad-Dawaa' menulis :
Mengingat kerusakan zinah termasuk kerusakan yang paling besar, diantaranya dapat menafikan maslahat hukum alam dalam menjaga nasab, kemaluan, dan kehormatan, serta menyebabkan timbulnya sebesar-besar permusuhan dan kebencian diantara manusia, yaitu setiap mereka merusak isteri, anak perempuan, saudara perempuan, dan ibu dari kawannya hingga duniapun hancur akibat perbuatan tersebut; maka tingkat kerusakan zinah ini menempati posisi tepat dibawah pembunuhan. Oleh sebab itu Allah menyertakan penyebutan zinah di dalam kitab-Nya setelah pembunuhan, begitu pula Rasul-Nya dalam sunnahnya.
Imam Ahmad berkata : " Aku tidak mengetahui ( dosa ) yang lebih besar setelah pembunuhan selain zinah.

Ibnu Qayyim al- Jauziyah juga menulis : Allah mengabarkan bahwa perbuatan zinah merupakan perkara yang benar-benar buruk, yaitu keburukan yang berakhir dengan keburukan, sehingga kekejiannya benar-benar diakui oleh akal, bahkan sampai dikalangan hewan, sebagaimana disebutkan oleh Bukhari dalam shahihnya, dari Amr bin Maimun al-Audi, dia berkata : " Pada zaman Jahilyah, aku melihat seekor kera jantan berzinah dengan kera betina. Kemudian kera-kera lain pun mengerumuni keduanya dan merajam mereka sampai mati.

Selanjutnya, Allah mengabarkan tentang akibat buruk dari perzinahan, bahwasanya zinah merupakan seburuk-buruk jalan karena ia merupakan jalan kebinasaan , kehancuran, dan kefakiran didunia, sekaligus merupakan jalan adzab, dan siksaan di akhirat.

Dikatakan pula oleh Ibnu Qayyim al-Jauziyah : Allah mengaitkan keberuntungan seseorang hamba dengan memelihara kemaluannya dari zina. Tidak ada jalan untuk mendapatkan keberuntungan melainkan dengan hal itu, sebagaimana firman-Nya :
" Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, ( yaitu ) orang-orang yang khusyu' dalam shalatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari ( perbuatan dan perkataan ) yang tidak berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki ; Maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barang siapa mencari yang dibalik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas " ( QS. Al-Mu'minuun :17)

Penyebab Terjadinya Perzinahan

Faktor penyebab yang paling utama terjadinya perzinahan adalah lemahnya iman seseorang yang diperkuat oleh dorongan dan godaan iblis/syaitan baik yang berbentuk jin maupun yang berbentuk manusia.

Lemahnya iman seseorang berdampak sangat luas, sehingga yang bersangkutan tidak merasa bersalah dan berdosa terhadap segala bentuk kemaksiatan dan kemunkaran yang dilakukannya, yang terpenting baginya adalah terpuaskannya hawa nafsu hewani yang termasuk disini adalah melakukan perzinahan.

Berkenaan dengan lemahnya atau kurangnya iman seseorang sehingga yang bersangkutan tidak merasa terbebani dalam melakukan perzinahan, telah disinggung oleh Rasullulah shalllalhu 'alaihi wa sallam dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim :

" Tidak akan berzinah seorang pezinah pada saat ia berzinah sedangkan ia dalam keadaan beriman, tidak akan mencuri seorang pencuri pada saat ia mencuri sedangkan ia dalam keadaan beriman dan tidak akan minum khamer ketika ia meminumnya sedangkan ia dalam keadaan beriman. "

Dilain hadits Rasullulah shallalahu 'alaihi wa sallam bersabda, " Apabila seorang hamba berzinah , maka imannya akan keluar dan diatasnya seolah-olah ada sebuah bayang-bayang. Apabila ia berhenti ( dari perzinahannya ) maka imannya akan kembali kepadanya "(HR. Abu Dawud ).

Sedangkan dari riwayat Al- Hakim disebutkan bahwa Rasullullah shallalahu 'alaihi wa sallam bersabda : " Barang siapa berzinah atau meminum khamer. maka Allah mencabut imannya sebagaimana seseorang yang melepaskan baju melalui kepalanya."

Iblis melalui para tentaranya berupa syaitan baik yang berbentuk jin maupun yang berbentuk manusia, selalu membujuk kepada manusia dengan janji akan mendapatkan kepuasan syahwati, menggoda manusia khususnya pelaku perzinahan melalui godaan terhadap nafsu dan syahwat.

Dalam menjalankan perannya syaitan menggoda, mendorong dan menjerumuskan manusia kelembah kemaksiatan, iblis memberikan gambaran yang semu kepada mangsanya dengan membungkuskan kepalsuan terhadap kemaksiatan, sehingga manusia akan terpesona dan memandang kemaksiatan itu sebagai sesuatu yang indah, sedangkan sebaliknya kebaikan oleh iblis dibungkus dengan gambaran keburukan, sehingga manusia yang tertipu dan menjauh dari kebaikan tersebut. Makanya Rasullulah shalalahu 'alaihi wa sallam mengajari kita untuk selalu minta perlindungan dari godan dan segala tipu daya syaitan, agar kita terbebas dari jerat jaring syaitan tersebut.

Iblis dalam memuluskan segala usahanya mengajak manusia kepada jalan kemaksiatan, adalah melalui pintu nafsu dan syahwat yang ada dalam dalam diri manusia, terutama yang dinamakan sebagai nafsu ammarah bis-suu.

Syaikh Dr.Ahmad Farid dalam bukunya Manajemen Qalbu Ulama salaf, menyebutkan bahwa nafsu ammarah bis-suu adalah nafsu yang benar-benar tercela . Karena nafsu ini selalu menyuruh seseorang melakukan segala macam keburukan. Dan itu adalah watak aslinya. Tidak ada yang bisa lolos dari kejahatannya kecuali dengan pertolongan Allah. Allah Subhanahu Ta'ala berfirman : " Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan , kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang " ( QS. Yusuf : 53 ).

Menurut Syaikh Dr. Ahmad Farid selanjutnya, nafsu ammarah bis-suu selalu menjadikan syaitan sebagai teman dan sahabat setianya. Syaitanlah yang memberikan janji dan harapan kepadanya , memasukkan kebathilan ke dalamnya, menyuruhnya melakukan perbuatan buruk dan membuatnya terlihat baik olehnya. Syaitan juga membuatnya menjadi panjang angan-angan
dan membuatnya melihat kebahtilan dalam bentuk yang bisa diterimanya dan telihat baik olehnya.

Ditambahkan pula oleh Syaikh Dr Ahmad Farid bahwa nafsu selalu mengajak kepada kehancuran, membantu musuh, menginginkan semua kejelekan dan mengikuti segala macam keburukan. Karena secara naluriah ia melaju dijalur pelanggaran.
Maka karunia yang tidak terhingga adalah keberhasilan keluar dari kungkungan nafsu dan melepaskan diri dari perbudakannya. Karena nafsu adalah penghalang terbesar antara manusia dan Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Dr. 'Ajiil Yaasim An Nasyimi dalam bukunya Tibbul Qulub, mengutip pernyataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah : Mengikuti keinginan syahwat termasuk katagori mengikuti hawa nafsu . Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala : " Maka ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka ). Dan siapakah yang lebnih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapatkan petunjuk dari Allah sedikitpun" ( QS. Al- Qashas: 50 ).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah melanjutkan bahwa : syahwat selalu berdampingan dengan hawa nafsu , barang siapa yang jiwanya mengikuti syahwatnya yang berada dalam dirinya, ia pasti mengikuti apa yang menjadi seleranya.

Dari seluruh yang dikemukan ulama tersebut diatas, maka syahwat libido pada manusia yang selalu menginginkan pemuasan melalui nafsunya, oleh syaitan dicarikan jalannya melalui perzinahan.

Iblis yang tidak pernah merasa jenuh dalam melakukan bujuk rayunya kepada manusia yang lengah dan lemah imannya, juga memiliki prasarana sebagai fasilitasnya memberikan kepuasan kepada kliennya yaitu dalam hal ini adalah manusia. Fasilitas tersebut meliputi segala hal yang berbau hiburan ( intertaimen ) yang dipoles sedemikian rupa sehingga sepertinya bukan fasilitas bermaksiat, seperti karoke, discotik, panti pijat tradisional, spa , cape, hotel dan lain sebagainya, , dimana semua itu dibangun dan disediakan oleh para sekutu iblis, yang disebut syaitan dalam bentuk manusia . Termasuk disini tentunya adalah rumah- rumah yang disediakan oleh pemiliknya sebagai tempat mesum, baik yang disediakan oleh perorangan secara tidak resmi maupun yang resmi disediakan pemerintah melalui lokalisasi.Penyedia fasilitas dan mereka yang turut berperan dalam penyelenggaraan fasilitas tersebut tidak terkecuali satupun adalah digolongkan kedalam sekutunya syaitan.

Kenapa penyedia fasilitas yang memberikan peluang dan kemudahan kepada akses terjadinya perbuatan maksiat berupa perzinahan disebut sebagai syaitan berbentuk manusia dan sekutunya iblis, hal itu dikarenakan iblislah yang mendorong mereka untuk menyediakan fasilitas tersebut dengan dalih sebagai usaha bisnis hiburan guna menarik wisata dan sebagai syarat sebuah kota yang modern

Kesepakatan yang diciptakan oleh mereka pemilik/pengusaha fasilitas intertaiment dan amusement dengan iblis tersebut telah memberi peluang dan kemudahan terjadinya kemaksiatan yang dalam hal ini perzinahan, maka mau atau tidak mau , sadar atau tidak sadar
mereka tersebut adalah sekutunya iblis. Dan kepada mereka nantinya akan dituntut tanggung jawab, sekalipun mereka tidak turut langsung atau terlibat dalam kemaksiatan dan perzinahan tersebut.

Bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala yang dilakukan berbagai kalangan dan berbagai profesi lebih disuburkan lagi oleh maraknya penampilan tontonan adegan percintaan, adegan seks, tarian erotis dan bahkan adegan perzinahan melalui pemutan film di bioskop-bioskop, tayangan televisi dari berbagai penyelenggara siaran, video, rekaman audiovisual dan beragam bentuk lainnya termasuk gambar-gambar dan berita-berita dimedia surat kabar yang berbau pornografi, telah dijadikan tuntunan bagi para penonton, pemirsa dan pembacanya, yang tentunya tidak ketinggalan para anak baru gde dan anak-anak dibawah umur.

Mereka yang melihat berbagai adegan yang diperankan oleh para artis dan aktor, berangan-angan, kemudian berandai-andai dan selanjut diikuti dengan langkah untuk meniru dari apa yang disaksikannya. Sehingga tidak ada yang dapat menjamin bahwa apa yang ditonton itu, tidak akan dijadikan tuntunan. Pada gilirannya maraklah perbuatan mesum, kemaksiatan pemerkosaan dan bahkan tentunya perzinahan.

Siapa saja yang terlibat didalam proses pembuatan sesuatu yang dijadikan tontonan baik berupa film di bioskop, sinetron di layar kaca, viedo, rekaman audiovisual, tarian-tarian yang erotis, nyanyi-nyayian dan musik-musik yang menimbulkan rangsangan syahwat dan yang menghanyutkan, gambar-gambar dan berita-berita diberbagai media, yang kemudian apa yang ditontonkan tersebut berdampak buruk kepada masyarakat, maka mereka-mereka tersebut bertanggung jawab atas apa yang terjadi, dan mereka-mereka tersebut adalah patut disebut juga sebagai sekutu-sekutu nya syaitan. Karena mereka-mereka tersebut bersama-sama dengan syaitan sebagai aktor utama mengajak manusia melanggar norma-norma agama.

Faktor lain yang menjadi peluang terjadinya perzinahan adalah pergaulan bebas antara muda mudi remaja dan anak baru gde, sedangkan dilain pihak adanya pergaulan bebas tersebut disebabkan peluang dan kesempatan yang diberikan secara sengaja oleh keluarga dan orang tua mereka, peluang yang diciptakan tersebut dilakukan tanpa sadar yaitu dengan memperlonggar pengawasan dan disiplin anak di rumah. Para keluarga dan kedua orang tua memberikan rekomendasi kepada anak-anak remaja, putra dan putri mereka untuk keluar malam bersama menikmat malam libur, yang siapa bisa menjamin rekomendai yang diberikan tidak akan dimanfaatkan kepada hal-hal yang dilarang dalam agama.

Berkhalwat berduaan antara pasangan muda-mudi, baik mereka hanya sebagai teman sepergaulan, teman kencan atau sebagai sepasang kekasih , disitu akan hadir syaitan sebagai pihak ketiga, syaitan menggunakan kesempatan ini untuk menjerumuskan mangsanya untuk memasuki wilayah terlarang dan ujung-ujungnya menuju pintu perzinahan.

Berbagai fasilitas dan peluang yang dijadikan sarana dan prasarana oleh iblis dengan seluruh bala tentaranya berupa syaitan dari jin dan syaitan dari manusia tidak dapat diceritakan satu persatu dalam tulisan ini, namun iblis sangatlah lihai dan licik dalam memainkan perannya sebagai mak comblang perzinahan, sehingga pasangan yang telah berkeluarga, baik suami maupun isteri tidak terlepas dari tangan-tangan gurita iblis sehingga masuk kedalam ranah perzinahan. Istilah untuk perzinahan yang dilakoni oleh pasangan yang sudah berkeluarga dan beranak pinak di perhalus sebutannya dengan perselingkuhan, namun maknanya tidak lain adalah perzinahan yang sangat tidak disukai dalam islam.

Dampak Negatif Perzinahan

Perzinahan termasuk dalam katagori maksiat dan dosa, yang oleh Ibnu Qayyim Al- Jauziyah dalam bukunya Ad-Daa' wa Ad-Dawaa' menyebutkan bahwa, termasuk perkara yang seharusnya diketahui bahwasanya dosa dan kemaksiatan pasti menimbulkan mudharat (kerugian ) tidak mungkin tidak. Mudharatnya bagi hati seperti mudharat yang ditimbukan racun bagi tubuh, yaitu memiliki tingkatan yang beragam. Adakah kehinaan serta penyakit di dunia dan di akhirat yang tidak disebabkan oleh dosa dan maksiat.

Di dalam Al-Qur'an diriwayatkan begitu banyak berita tentang dijatuhkannya bala bencana dan hukuman kepada umat manusia sebagai imbalan dan kemurkaan Allah Subhanahu wa Ta'ala yang Sangat Pemberi Balasan, bagaimana Nabi Allah Adam alaihiwasallam dan isteri beliau Siti Hawa dikeluarkan dari Surga yang penuh dengan segala kenikmatan menuju bumi dengan berbagai bentuk dan segala kesulitannya, itu adalah sebagai balasan dan hukuman karena keduanya telah berbuat maksiat dan dosa padaAllah Subhanahu wa Ta'ala.

Begitu juga dengan adanya banjir besar yang menenggalamkan bumi sampai kepuncak gunung yang menenggelamkan umat manusia pada zamannya Nabi Allah Nuh alaihiwasallam, dikarenakan keingkaran dan kemunkaran kaum beliau yang tidak mau mengindahkan dakwah dan seruan Nabiyang diutus kepada mereka.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah menyebutkan, dalam musnad Imam Ahmatd , dari ummu Salamah radhyallahu anhuma ia berkata: Aku pernah mendengar Rasullulah shallalahu 'alaihi wa sallam bersabda : " Jika tampak jelas berbagai kemaksiatan pada ummatku, maka Allah akan menyamaratakan adzab dari sisi-Nya kepada mereka semua. Kemudian aku b ertanya: bukankah ada orang-orang shalih diantara mereka? Beliau menjawab: " Benar". Aku melanjutkan : "Apa yang terjadi pada mereka ". Beliau menjelaskan : "Saat itu mereka juga ditimpa bencana seperti halnya yang lain, tetapi mereka akan mendapatkan ampunan dan keridhaan Allah "

Selain dari hadits tersebut diatas dikutip pula oleh Ibnu QAayyin Al-Jauziyah hadits dalam Sunan Ibnu Majah, dari Abdullah bin 'Umar bin al-Khaththab radhyalhu anhu, Rasullulah shallalahu 'alaihi wa sallam bersabda : " Hai kaum muhajirin, ada lima perkara aku berlindung kepadaAllah dan semoga kalian tidak menjumpainya. Tiodaklah tampak perbuatan keji ( zinah ) pada suatu kaum, sampai-sampaimereka melakukannya secara terang-terangan, melainkan mereka akan ditimpa cobaan berupa berbagai wabah tha'un dan penyakit yang belum pernah dialami oleh orang-orang yang sebelum mereka. Dan seterusnya ... "

Selanjutnya disebutkan juga riwayat dari Ibnu Abid Dun-ya dari Anas bin Malik, bahwasanya dia pernah bersama seorang pria lain masuk menemui 'Aisyah radhyiallhu anhuma. Orang tadi berkata : " Wahai ummul mukminin , ceritakanlah kepada kami tentang az-Zalzalah ( hari keguncangan ). " Aisyah radhyallahu anhuma menjawab " " Apabila orang-orang`telah membolehkan zinah, meminum khamer dan menabuh alat-alat musik,maka Allah pun cemburu di langit-Nya, lantas berkata pada bumi : "Guncangkan mereka ! Berhentilah jika mereka b ertaubat dan menghentiakn perbuatan mereka . Sebaliknya, hancurkan mereka jika tidak mau.!". Pria tadi b ertanya lagi : " Wahai ummul Mukminin , apakah itu merupakan azab bagi m,ereka ?" Aisyah radhyallahu anhuma menjawab: " itu adalah peringatan dan rahmad bagi kaum mukminin, tetapi merupakan hukuman, azab. dan kemurkaan untuk orang-orang kafir."

Imam Ahmad mengisahkan dari Shafiyyyah, ia berkata " " Kota Madinah pernah mengalami gempa bumi pada masa Umar Ibnu Khaththab. Beliaupun berseru : " Wahai manusia , ada apa ini, ? Alangkah cepatnya kalian berbuat kerusakan. Seandainya bperistiwa ini terjadi loagi, aku tidak ingin tinggal b ersama kalian ditempat ini ".

Al-Hasan berkata : " Demi Allah , sesungguhnya bencana itu tidak lain adalah hukuman dari Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk manusia."

Ibnu Qayyim Al-jauziyah mengatakan bahwa, Al-Auza'i menyebutkan dari Yahya bin Abi Katsir, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah radhyallahu anhu, dia mengatakan Rasullulah shalalahu 'alaihi wa sallam bersabda :
" Jika dosa itu dilakukan secara sembunyi-sembunyi, ia hanya meudharatkan pelakunya, namun ,kalau dosa itu dilakukan secara terang-terangan dan tidak diubah, maka ia akan menimbulkan kemudharatan umum "

Dalam buku Ad-Daa' wa Ad-dawaa' oleh ibnu Qayyim Al-Jauziyah menulis bahwa, sebagian ulama salaf mengatakan : " Kemaksiatan merupakan pengantar kekafiran ; sebagaimana ciuman pengantar ji'ma, nyanyian merupakan pengantar zinah, pandangan merupakan pengantar asmara dan sakit merupakan pangantar kematian ".

Disebutkan dalam al-Hiyah, dari Ibnu Abas radhyallahu anhum, dia berkata : " " Hai pelaku dosa , janganlah kamu merasa aman dari akibat yang buruk, juga dari perkara lain yang mengikuti dosa tersebut, yang lebih besar dari dosa yang kamu perbuat "

Tiada rasa malumu terhadap apa yang ada dikanan kirimu ketika berbuat dosa itu lebih b esar dari dosa itu sendiri. , Tawamu, padahal kamu tidak tahu apa yang akan dilakukan Allah terhadapmu , juga lebih besar daripada dosa yang telah kamu lakukan. Dosa karena kegembiraanmu dengan dosa yang berhasil kamu lakukan adalah lebih besar dari pada dosa itu sendiri. Dosa karena kesedihan atas dosa yang tidak berhasil kamu lakukan lebih besar dari dosa itu sendiri.

Abu Na'im menyebutkan dari Salimbin Abil Ja'd , dari "aqbi Darda', dia berkata : " Hendaknya seseorang itu berhati-hati dari laknat yang ada dalam hati kaum mukminin, sedangkan ia tidak menyadarinya. " Beliau bertanya : " tahukah kamu apa penyebabnya ?" Aku menjawab: " Tidak.
Beliau menjelaskan " " Oramng tadi bermaksiat kepada Allah secara sembunyi-sembunyi. lalu Allahg melemparkan kebencian-Nya kedalamhati kaum mukminin, sedangkan ia tidak menyadarinya.

Disebutkan oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyah bahwa perbuatan maksiat dan dosa memberian dampak yang sangat banyak baik bagi individu pelakunya maupun kepada masyarakat luas.
Beberapa dampaktersebut dapat dikutipkan disini antara lain :

1. Maksiat menghalangi masuknya ilmu.

Ilmu ( yang dimaksudkan disini adalah ilmu agama ) adalah cahaya yang Allah masukkan
kedalam hati, sedangkan maksiat adalah pemadam cahaya tersebut.
Ketika Imam Syafi'i duduk sambil membacakan sesuatu di hadapan Imam Malik,
kesempurnaan pemahamannya membuat syaikh ini tercengang.
Kemudian Imam Malik berucap kepada Imam Syafi'i " " Sesungguhnya aku memandang
bahwa Allah telah memasukkan cahaya kedalamhatimu, maka jangankah kamu memadam-
kan cahaya tersebut dengan kegelapan maksiat'".
ImamSyafi'i mengadu kepada Waki', tentang buruknya hafalannya, Waki' pun berucap :
Ketahuilah sesungguhnya ilmu itu karunia, dan karunia Allah tidak akan diberikan kepada orang yang bermaksiat".

2. Maksiat menghalangi datangnya rizki.

Disebutkan dalam al-Musnad : " Sungguh, seorang hamba akan terhalang dari rizki karena dosa yang diperbuatnya "
Tidak ada yang dapat menerik rizki kecuali dengan meninggalkan maksiat.

3. Maksiat menghalangi ketaatan .
 
Banyak sekali keta'atan yang terputus karena dosa. Padahal, satu ketaatan, lebih baik dari dunia dan seisinya.

4. Kemaksiatan memperpendek dan menghilangkan keberkahan umur
 
Jika kebaikan memperpanjang umr, berarti kedurhakaan menguranginya. Sebagian ulama berpendapat bahwa yang dimaksud dengan berkurangnya umur bagi pelaku maksiat adalah hilangnya keberkahan umur.

5. Kemaksiatan akan melahirkan kemaksiatan lainnya yang serupa.
 
Kemaksiatan akan menanamkan benih kemaksiatan lain yang serupa. Sebagian melahirkan sebagian yangh lain. Sampai-sampai, pelakuknya sulit untuklmeninggalkan dan keluar dari maksiat tersebut.
Sebagian salaf mengatakan " " Hukuman bagi keburukan adalah munculnya keburukan setelahnya, sewdangkan ganjaran kebaikan adalah munculnya kebaikan sesudahnya."

6. Maksiat melemahkan jiwa.

Dampak inilah yang paling dikhawatirkan menimpa seseorang hamba, yaitu lemahnya hati dan kehendak akibat maksiat. Keinginan untuk bermaksiat semakin menguat, sedangkan keinginan
untukbertaubat semakin melemah., sedikit demi sedikit, sampai akhirnya keinginan untuk bertaubat hilang secara kesuluruhan.

7. Maksiat menyebakan hati tidak lagi menganggapnya sebagai hal yang buruk.
 
Hati tidak lagi menganggap maksiat sebagai perkara yang buruk karena telah menjadi suatu kebiasaan. Dalamkondisi demikian, pelaku maksiat tidak lagi peduli dengan pandangan manusia yang menganggap dirinya buruk. Sampai-sampai mereka berbangga diri dengan maksiat yang dilakukannya dan menceritakannya kepada orang lain yang tidaktahu b ahwa ia telah melakukan maksiat.

8. Maksiat mendatangkan laknat.
 
Diantara dampak maksiat adalah memasukkan pelakunya kedalam laknat Rasullulah shalalahu 'alaihi wa sallam. Beliau pernah melaknat sejumlah perbuatan maksiat.

9. Maksiat menjadi penyebab kerusakan. Diantara dampak dosa dan maksiat adalah menyebabkan kerusakan dimuka bumi , baik di udara, air dan didarat. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :
 
" Telah tampak kerusakan di darat dan dilaut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali ( kejalan yang benar ) ( QS. Ar-Ruum : 41 ) Diantara dampak maksiat bagi bumi adalah terjadinya tanah longsor, gempa bumi, banjir dan berkahnya dihilangkan.
Apabila bumi tersucikan dari maksiat, akan tampaklah d idalamnya keberkahan dari Allah. Sebaliknya, keberkahan ini terhapus oleh dosa dan kekufuran.

10.Kemaksiatan mematikan kecemburuan hati.
 
Diantara dampak dosa adalah mematikan api cemburu dari hati, yang merupakan sumber kehidupan dan kebaikan bagi jiwa manusia seperti panasnya naluri bagi kehidupan seluruh badan.
Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dalam kitab ash-Shahih Rasullulah shallalahu 'alaihi wa sallam bersabda : " Wahai umat Muhammad, tidak ada yang lebih cemburu dari pada Allah ketika salah seorang hamba-Nya yang pria ataupun wanita melakukan zinah. "

11. Maksiat menghilangkan rasa malu.

Maksiat berdampak pula kepada hilangnya rasa malu dari dalam diri manusia , sedangkan malu
itu sendiri merupakan sumber kehidupan hati dan inti dari segala kebaikan . Hilangnya rasa malu berfati hilang nya seluruh kebaikan. Dalam kitab ash-Shahih Muslim diriwayatkan bahwa Rasullulah shallalahu 'alaihi wa sallam bersabda :
" Rasa malu adalah kebaikan seluruhnya " Maksud hilangnya rasa malu dan dosa-dosa melemahkan rasa malu seseorang hamba , bahkan bisa jadi menghilangkkannya secara keseluruhan . Akibatnya pelaku tidak lagi terpengaruh atau merasa risih saat banyak orang mengetahui kondisi prilakunya yang buruk. Lebih parah lagi,banyak diantara mereka yang menceritakan keburukannya . Semua ini disebabkan hilangnya rasa malu. Jika seorang sudah sampai pada kondisi tersebut, maka tidak diharapkan lagi kebaikannya.

12. Maksiat melemahkan pengagungan terhadap Allah.

Diantara hukuman dosa adalah melemahkan pengagungan terhadap Allah Subhanahu wa Ta'ala dan kemuliaan-Nya dalam hati pelakunya. Mau tidak mau itu pasti terjadi.
Sekiranya kemuliaan dan keagungan AZllah Subhanahu wa Ta'ala terhunjamkokokhdalamsanubari seorang hamba, tentulah dia tidak berani melakukan kemaksiatan terhadap-Nya.
Orang-oramng yang berani melakukan kemaksiatan tidaklah memuliakan Allah Subhanahu wa Ta'ala sebagaimana mestinya. Bagaimana mungkin orang yang menganggap rendah perintah dan larangan-Nya akan memuliakan dan mengagungkkan-Nya sebagaimana mestinya..

13. Maksiat menyebabkan Allah mengabaikan hamba-Nya.
Dampak maksiat dan dosa adalah menyebabkan Allah mengabaikan dan meninggalkan hamba-Nya, serta menyerahkan pelakunya pada dirinya sendiri dan kepada syaitan. Inilah puncak kebinasaan yang tidak dapat lagi diharapkan lagi keselamatannya.
Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan hambanya agar bertaqwa kepada-Nya. Dia melarang hambanya yang mukmin menyerupai orang-orang yang melupakan-Nya dengan meninggalkan taqwa kepada- Nya. Allah juga mengabarkan akan menghukum orang yang tidak bertaqwa kepada-Nya dengan menjadikannya lupa kepada diri sendiri, yaitu lupa terhadap hal-hal yang mendatangkan kemaslahatan pada dirinya , dan lupa terhadap hal-hal yang menyelamatkan dirinya dari azab -Nya , serta lupa terhadap hal-hal yang akan membawanya kepada kehidupan abadi dalam kesempurnaan kelezatan, kegembiraan dan kenikmatan.
Allah menjadikannya melupakan semua itu sebagai balasan atas ketidak peduliannya terhadap
keagungan Allah dan tidak adanya rasa takut kepada-Nya, serta karena kelalaian dalam melaksanakan perintahnya.

Bagaimana mungkin seorang hamba merasa tidak membutuhkan ketaatan kepada-Nya, sedangkan tidak sekejap matapun dari urusan manusia yang tidak berada dibawah kekuasaan-Nya? Bagaimana mungkin ia melupakan zikir kepada-Nya, sehingga dia menjadikannya lupa terhadap dirinya sendiri yang akibatnya ia merugikan dan menzhalimi diri sendiri dengan sebenar-benar kezhaliman.

Solusi Meninggalkan Perzinahan

Dalam uraian tersebut diatas disebutkan beberapa dampak negatif dari perbuatan maksiat dan dosa sebagaimana yang dikemukakan oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalbukunya Ad-Daa' wa Ad - Dawaa'. Dimana begitu banyak kerugian yang diperoleh oleh manusia sebagai dampak dari menurutkan apa yang diperintahkan oleh syaitan dan sekutu-sekutunya melalui pintu nafsu dan syahwat. Kerudian yang didapatkan, tidak saja berupa kerugian yang diperoleh di dunia, tetapi yang lebih fatal lagi adalah kerugian yang akan diperoleh di akhirat berupa balasan hukuman.

Agar dapat selamat dan tidak memperoleh dampak negatif akibat perbuatan maksiat dan dosa
perzinahan seperti yang dimaksudkan diatas maka hendaknya jauhkanlah diri dan jangan dekati zinah . Itulah yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Bagi mereka yang sudah terlanjur terjerat dalam jaring-jaring perangkap yang dipasang oleh iblis dengan seluruh bala tentaranya berupa syaitan dalam bentuk jin dan syaitan dalam bentuk manusia, maka solusi yang terbaik untuk keluar dari kondisi yang sangat memojokkan dan sangat tidak menguntungkan tersebut, adalah dengan mengambil langkah yang telah ditunjukkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala melalui Al-Qur'an, dan oleh Rasullulah shallalahu 'alaihi wa sallam melalui sunnahnya. Solusi tersebut tidak lain dengan melakukan taubat yang sebenar-benarnya.

Menurut Wikipedia Taubat berarti merasa bersalah atau menyesal atas perbuatan yang tidak sesuai dengan ajaran agama. Sedangkan taubat Nasuha berarti taubat yang sebenar-benarnya dengan janji tidak akan mengulangi lagi.

Di dalam Al-Qur'an banyak sekali ayat yang membicarakan tentang taubat ini, dimana Allah Yang Maha Pengampun berjanji untuk mengampuni setiap hambanya yang berdosa karena telah berbuat maksiat dengan melanggar larangan, dan tentunya termasuk di dalamnya melakukan perzinahan.

Allah berfirman :

" Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal shalih , kemudian tetap di jalan yang benar ". ( QS. Thaahaa: 82 )

Allah berfirman :
"Dan barang siapa mengerajakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia memohon ampun kepadaAllah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang"
( QS. An-Nisaa :11o )

Juga firman Allah :
" Katakanlah : Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah . Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya, Dia lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang "
( QS.Az-Zumar" 53 )

Selain dalil-dalil berupa firman Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan taubat maka dalil-dalil lain yang memperkuat tentang taubat tersebut tidak kurang disebutkan pula dalam beberapa hadits Rasullulah shallalahu 'alaihi wa sallam .Sebagaimana yang disebutkan oleh DR. Aid al-Qarni dalam bukunya Laa Tahzan, bahwa dalam sebuah hadits shahih Rasullulah shallalahu 'alaihi wa sallam bersabda :
" Allah yang Maha Tinggi berfirman : '' Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau berdoa kepada- Ku dan mengharapkan-Ku, maka Aku akan mengampunimu atas semua dosa yang kamu lakukan dan aku tidak peduli, wahai anak Adam, andaikata dosa-dosamu itu sampai kepuncak langit kemudian kamu meminta ampunan kepada-K u niscaya Aku ampuni, dan Aku tidak peduli, wahai anak Adam seandainya kamu datang kepada-Ku dengan dosa yang besarmya seisi bumi seluruhnya, kemudian datang menemui-Ku dan tidak menyekutukan Aku dengan yang lain niscaya Aku akan datang kepadamu dengan ampunan yang besarnya seisi bumi seluruhnya. "

Kemudian DR.'Aidh al-Qarni mengutip pula sebuah hadits shahih lainnya, dimana Rasullulah shalalahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Sesungguhnya Allah membentangkan tangan-Nya pada malam hari agar orang-orang yang melakukan dosa pada siang hari bertaubat dan Dia membentangkan tangan-Nya di siang hari agar orang yang melakukan kesalahan di malam hari bertaubat, hingga nanti ketika matahari terbit dari arah barat."

Selain dua hadits shahih tersebut diatas, DR 'Aidh al-Qarni juga menyebutklan sebuah hadits shahih lainnya: " Kalian semua adalah orang-orang yang melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang melakukan kesalahan adalah orang yang bertaubat."

Dari beberapa ayat Al-Qur'an dan hadits yang tertera diatas, secara tegas dinyatakan, bahwa siapa saja dari hamba Allah yang telah melakukan perbuatan maksiat diperintahkan untuk segera bertaubat dan meminta ampunan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala atas segala dosa yang telah dilakukannya .

Permintaan ampun dan bertaubat dari seluruh perbuatan maksiat yang pernah dia lakukan haruslah diikuti dengan tindakan meninggalkan perbuatan yang telah dilakukan sebelumnya dan bertekad untuk tidak mengulanginya kembali.

Segala bentuk upaya untuk meninggalkan dan tidak mengulangi kembali perbuatan yang sama seperti sebelum bertaubat, harus diusahakan secara maksimal. Langkah yang dilakukan tersebut antara lain adalah menjauhkan diri dan tidak lagi mendekati segala macam yang digolongkan kedalam hal-hal yang dapat menjadikan diri bisa bersimpati terhadap kemungkinan terulangnya kembali perbuatan maksiat yang telah ditinggalkan.

Bagi pelaku perzinahan yang terbiasa dengan berbagai sarana dan falisitas yang menjadi pintu masuk kepada perbuatan zinah, maka pintu masuk tersebut harus ditutup mati dan tidak punya niatan untuk membukanya lagi.

Tinggalkanlah semua apa saja, yang dapat menggiring nafsu syahwat bergejolak mengajak sipemiliknya untuk memenuhi kehendak selera rendahnya.

Sebagai penutup dari tulisan ini, maka perlu diingatkan bahwa diterimanya taubat oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala dan diberikannya ampunan kepada hambanya yang meminta ampun dan bertaubat dari segala kemaksiatan oleh Allah yang Maha Pengampun dan Maha Penerima Taubat hamba-Nya, haruslah memenuhi persyaratan yang paling utama yaitu tidak berbuat syirik atau menyekutukan Allah Yang Maha Esa, yang kemudian diikuti pula dengan menjauhkan diri dari segala bentuk bid'ah.
Wallaahu Ta'ala 'alam.

Minggu, 01 Mei 2016

Pengertian Kiamat Sugra, Kiamat Kubra dan Kiamat Wustha

Hari Akhir
Hari Akhir
Pengertian Kiamat Sugra dan Kubra dan kiamat wustha - Pada kesempatan yang sebelumnya kita punya sudah berbagi mengenai pengertian iman kepada hari akhir, selain itu juga disertai dengan nama-nama hari akhir. Nama-nama hari akhir misalnya Yaumul Qiyamah, Yaumul Ba'ats. Yaumul Hisab dan lain sebagainya, lebih lanjut lagi bisa membaca artikel berikut ini : Nama-nama hari akhir. Nah, setelah mengetahui nama-nama dari hari akhir, maka selanjutnya adalah membahas mengenai macam-macam kiamat. Ada 3 macam kiamat, yaitu kiamat sughra, kiamat kubra dan kiamat wistho. Lalu apa pengertian atau definisi dari ketiga macam kiamat yang telah saya sebutkan diatas? Berikut ini adalah penjelasannya.

Pengertian kiamat sugra (kiamat kecil)

Kiamat sughra dapat disebut dengan kiamat kecil. Definisinya merupakan suatu peristiwa yang terjadi pada alam termasuk manusia, seperti meninggalnya seseorang, atau peristiwa yang sering terjadi disekitar kita seperti gempa bumi, banjir, tanah longsor, dan peristiwa-peristiwa yang lain yang dapat menyebabkan kehilangan nyawa seseorang atau beberapa orang.

Pengertian kiamat kubra (kiamat besar)

Setelah mengetahui kiamat kubra, maka selanjutnya adalah kimat kubra. Kiamat kubra ini dapat disebut dengan kiamat besar. Definisinya adalah peristiwa hancurnya alam semesta dengan semua isinya termasuk bumi, matahari, dan planet-planet lainnya. Ada banyak sekali dalil tentang kiamat kubra ini, diantaranya adalah pada Q.S. Al - Qori'ah ayat 4 dan 5 yang artinya :
Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebangan. (Ayat 4)
Dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan. (Ayat 5)
Kiamat kubra ini ditandari dengan ditiupnya terompet sangkakala oleh Malaikan Israfil. Tidak ada yang tahu kapan terjadi kiamat besar ini, kecuali Allah swt. Bahkan Nabi Muhammad saw pun tidak tahu, tetapi Rasulullah saw telah memberikan tanda-tandanya sebelum datangnya hari kiamat. Tanda-tanda kecil kiamat kubra ini adalah diutusnya Nabi Muhammad saw sebagai nabi terakhir, merajalela minuman keras (khamr) dan praktek perzinaan yang dilakukan secara terang-terangan dan lain sebagainya. Sementara itu tanda-tanda besar datangnya kiamat kubra adalah terbitnya matahari dari arah barat, lenyapnya Al Qur'an, Munculnya Ya'juj dan Ma'juj, munculnya dajjal, rusaknya Ka'bah, dan keluanya binatang ajaib yang bisa berbicara dan lain sebagainya.
Hari Akhir
Hari Akhir

Pengertian kiamat wustha

Kiamat wustha ini disebut dengan kiamat pertengahan, atau suatu peristiwa yang menyebabkan meninggalnya banyak orang atau kesengsaraan banyak orang secara bersamaan dalam waktu yang bersama-sama. Contoh dari kiamat wustho ini adalah banjir, gempa bumi, gunung meletus, dan lain sebagainya.


Demikian saja artikel tentang macam-macam kiamat, dan pengertiannya. Semoga dapat bermanfaat dan terimakasih banyak.

Sabtu, 30 April 2016

Tiga Tanda Kiamat Di Mekkah yang Sudah Muncul

Kiamat merupakan Rukun Iman ke lima yang dipercaya umat Islam pasti akan terjadi. Namun tidak satu pun makhluk mengetahui kapan peristiwa akhir kehidupan alam dunia tersebut akan berlangsung.

Akan tetapi Allah SWT melalui Rasulullah SAW sudah mengabarkan tanda-tandanya. Mekkah menjadi salah satu kota di muka bumi yang disebut Nabi akan menunjukan tanda bahwa kiamat sudah dekat.

Pertanda yang disebutkan nabi ini dahulu dianggap mustahil terjadi. Namun apa yang ada di Kota Mekkah saat ini benar-benar menunjukan kondisi seperti apa yang diucapkan oleh Nabi Muhammad dahulu. Tanda-tanda kiamat tersebut benar-benar sudah muncul di Mekkah.  Apa saja? Berikut ulasannya.

1. Bangunan Tinggi Melebihi Gunung


 
Nabi Muhammad SAW mengabarkan bahwa salah satu tanda bahwa kiamat sudah dekat adalah ketika di banyak bangunan yang tingginya melebihi gunung. Dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa bangunan-bangunan tingginya begitu menjulang. Ibnu Syaibah meriwayatkan dengan sanadnya kepada Ya’la ibn Atha’ dari ayahnya, dia berkata: pada suatu hari, aku menuntun tali kekang onta Abdullah ibn Amr, lalu beliau berkata:

“Apabila kalian telah melihat galian-galian besar di Makkah, dan bangunan-bangunannya menjulang tinggi melebihi pegunungannya, maka ketahuilah bahwa kiamat telah mendekatimu. (HR. Ibnu Abi Syaibah dan al-Arzaqi)

Dalam riwayat lain Rasulullah SAW bersabda:  "Kiamat tidak akan terjadi hingga gunung-gunung hilang dari tempatnya dan kalian melihat perkara besar yang belum kalian lihat" (HR.Thabrani).

Pada zaman kehidupan Nabi, Kota Mekkah masih sangat tandus dan tidak terbayang akan berdiri bangunan-bangunan tinggi seperti saat ini. Dan apakah yang terjadi saat ini di Mekkah?

Tidak lain dan tidak bukan kota suci umat Islam ini kini tidak ubahnya Las Vegas di Amerika Serikat. Bahkan di di halaman Masjidil Haram akan dibangun Mecca Royal Clock Hotel Tower. Tinggi gedung ini direncanakan berketinggian lebih dari 601 dan hanya selisih 200 meter dari gedung tertinggi dunia saat ini, yaitu Al Burj Khalifa Dubai.

Bagiamana dengan Arab Saudi yang saat ini tengah membangun gedung tertinggi di dunia hingga menembus awan. Rencananya, tinggi gedung bernama Jeddah Tower ini lebih dari 1 kilometer (Km) dan akan mengalahkan Burj Khalifa yang selama ini memegang rekor di Guinness World Record sebagai gedung tertinggi dunia yang ada di Dubai.

Dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa pada suatu hari malaikat Jibril menemui Rasullullah Saw dengan wujud manusia, Ia datang dengan mengenakan pakaian yang teramat putih warna rambut yang hitam kelam, Ia datang berdialog dengan Rasullullah dan memberikan pengajaran kepada sahabat. Jibril bertanya tentang Islam, Iman , dan Ihsan kemudian Jibril bertanya tentang tanda kiamat, di antara jawaban nabi ialah:

"Dan bila engkau menyaksikan mereka yang berjalan tanpa alas kaki, tidak berpakaian, fakir dan pengembala kambing (kemudian) berlomba-lomba membuat bangunan yang tinggi" (HR.Bukhari)

Di hadist lain di sebutkan, Kemudian sahabat Ibnu abbas bertanya : "Wahai Rasullullah, dan siapakah para pengembala, orang tidak memakai sandal, dalam keadaan lapar dan yang miskin itu" Beliau menjawab "Orang arab" (Musnad Ahmad, IV/332-334,NO 2926)

2. Gunung-Gunung di Mekkah Mulai Berlubang 

 
Nabi juga menjelaskan bahwa kiamat akan terjadi jika gunung-gunung di Kota Mekkah sudah berlubang. Hal ini tentu sulit dipahami oleh masyarakat pada masa kehidupan Nabi. Namun ternyata hal itu sudah terjadi saat ini.

Gunung-gunung di Kota Mekkah kini sudah berlubang dalam bentuk terowongan. Makkah juga dijuluki Kota Terowongan karena memiliki puluhan terowongan.   Pada 2011 saja,   Makkah memulai pembangunan 55 terowongan melalui pegunungan dan sejumlah ruas jalan. Sebanyak 10 di antaranya merupakan terowongan pejalan kaki dan sisanya untuk kendaraan bermotor. Jalur pejalan kaki dan kendaraan bermotor dibuat terpisah. Total panjang terowongan adalah 30 kilometer. 

Rasulullah SAW bersabda “Jika kamu lihat gunung-gunung di Mekkah ada lubang yang menembusinya” 

Selain itu,  Ibnu Syaibah meriwayatkan dengan sanadnya kepada Ya’la ibn Atha’ dari ayahnya, dia berkata: pada suatu hari, aku menuntun tali kekang onta Abdullah ibn Amr, lalu beliau berkata: "Bagaimana pendapat kalian, jika kalian hancurkan Ka’bah dan tidak menyisakan ada batu yang masih menumpuk? Mereka menjawab: oleh kita yang beragama Islam? Beliau menjawab: benar, kalian yang beragama Islam. Seseorang bertanya: lalu apa lagi? Beliau menjawab: kemudian ia akan dibangun dengan yang lebih bagus darinya. Apabila kalian telah melihat galian-galian besar di Makkah, dan bangunan-bangunannya menjulang tinggi melebihi pegunungannya, maka ketahuilah bahwa kiamat telah mendekatimu.

3. Bayangan Kabbah Tidak Lagi Tampak


 
Baginda Rasulullah SAW juga bersabda bahwa kiamat akan terjadi jika Al-Sa’ah telah membentang bayangannya sehingga bayangan Kabbah tidak lagi tampak. Al-Sa’ah merupakan salah satu dari pengertian kiamat.

Sementara di Arab, Al-Sa’ah juga bermaksud sebagai jam. Karena 1tu Sheikh mengartikan secara langsung waktu kiamat yangg hampir juga terjadi apabila bayang menara jam menutupi Kaabah. Imam As Sayuti berkata megenai perkara ini, bahwa  masanya sudah sangat hampir bila kamu ambil maksud tersebut secara langsung. Sekarang bayang-bayang menara jam sudah menutupi kabah.  Mecca Royal Clock, akan menutupi bayang-bayang Kabah.

Rabu, 20 Januari 2016

9 Hadits Tentang Akhir Zaman


9 Hadits Tentang Akhir Zaman - Assalamu'alaikum Wr. Wb. Bismillah, Alhamdulillah. Kali ini saya akan share lanjutan tentang hadits-hadits yang sudah lama di tinggalkan dan tidak di perdulikan, yaitu hadits tentang akhir zaman, padahal kita sedang hidup di akhirzaman.

Hadits 34 (H. R. Ibnu Majah)

Dari Huzaifah bin Al-Yaman r.a. berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Islam akan luntur (lusuh) seperti lusuhnya corak (warna) pakaian (bila ia telah lama dipakai), sehingga (sampai suatu masa nanti) orang sudah tidak mengerti apa yang dimaksudkan dengan puasa, dan apa yang dimaksudkan dengan sembahyang dan apa yang dimaksudkan dengan nusuk (ibadat) dan apa yang dimaksudkan dengan sedekah. Dan Al-Quran akan dihilangkan kesemuanya pada suatu malam sahaja, maka (pada esok harinya) tidak tinggal dipermukaan bumi daripadanya walau pun hanya satu ayat. Maka yang tinggal hanya beberapa kelompok daripada manusia, diantaranya orang - orang tua, laki - laki dan perempuan. Mereka hanya mampu berkata," "Kami sempat menemui nenek moyang kami memperkatakan kalimat La ilaha illallah, lalu kami pun mengatakannya juga". Maka berkata Shilah (perawi hadis daripada Huzaifah): "Apa yang dapat dibuat oleh La ilaha illallah terhadap mereka, sedangkan mereka sudah tidak memahami apa yang dimaksudkan dengan sembahyang, puasa, nusuk, dan sedekah ?" Maka Huzaifah memalingkan muka daripadanya (Shilah yang bertanya). Kemudian Shilah mengulangi pertanyaan itu tiga kali. Maka Huzaifah memalingkan mukanya pada setiap kali pertanyaan Shilah itu. Kemudian Shilah bertanya lagi sehingga akhirnya Huzaifah menjawab: "Kalimat itu dapat menyelamatkan mereka daripada api neraka". (Huzaifah memperkatakan jawapan itu tiga kali)

Hadits 35 (H. R. Tirmidzi)

Dari Ali bin Abi Thalib r.a. berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Apabila umatKu telah membuat 15 perkara, maka bala pasti akan turun kepada mereka yaitu apabila harta negara hanya beredar pada orang-orang tertentu, apabila amanah dijadikan suatu sumber keuntungan, zakat dijadikan hutang, suami memperturutkan kehendak isteri, anak derhaka terhadap ibunya, sedangkan ia berbaik - baik dengan kawannya, ia suka menjauhkan diri daripada ayahnya, suara sudah ditinggikan di dalam masjid, yang menjadi pemimpin satu kaum adalah orang yang terhina di antara mereka, seseorang dimuliakan kerana ditakuti kejahatannya, khamar (arak) sudah diminum di merata tempat, kain sutera banyak dipakai (oleh kaum lelaki), para artis - artis disanjung - sanjung, musik banyak dimainkan, generasi akhir umat ini melaknat (menyalahkan) generasi pertama (sahabat). Maka pada ketika itu hendaklah mereka menanti angin merah atau gempa bumi atau pun mereka akan dirobah menjadi makhluk lain".

Hadits 36 (H. R. Ibnu Majah)

Dari Ibnu Omar r.a. berkata: Berhadap Rasulullah SAW kepada kami (pada suatu hari) kemudian beliau bersabda: "Wahai kaum Muhajirin, lima perkara kalau kamu telah dibalakan dengannya (kalau kamu telah mengerjakannya), maka tiada kebaikan lagi bagi kamu. Dan aku berlindung dengan Allah SWT, semoga kamu tidak menemui masa itu. Perkara-perkara itu yaitu (1)tiada terzahir (nampak) perzinaan pada suatu kaum sehingga mereka berani berterus terang melakukannya, kecuali mereka akan ditimpa penyakit Tha'un yang cepat merebak di kalangan mereka, dan mereka akan ditimpa penyakit - penyakit yang belum pernah menimpa umat - umat yang telah lalu. (2)Dan tiada mereka mengurangkan sukatan dan timbangan, kecuali mereka akan dibalakan dengan kemarau dan susah mencari rezeki dan kezaliman daripada kalangan pemimpin mereka. (3)Dan tiada menahan mereka akan zakat harta benda kecuali ditahan untuk mereka air hujan dari langit. Jikalau tiada ada binatang (yang juga hidup diatas permukaan bumi ini) tentunya mereka tidak akan diberi hujan oleh Allah SWT. (4)Dan tiada mereka mungkir akan janji Allah dan Rasulnya kecuali Allah akan menguasakan ke atas mereka musuh mereka, maka musuh itu merampas sebahagian daripada apa yang ada di tangan mereka. (5)Dan apabila pemimpin - pemimpin mereka tidak melaksanakan hukum Allah yang terkandung dalam Al-Quran dan tidak mau menjadikannya sebagai pilihan, maka Allah akan menjadikan peperangan di kalangan mereka sendiri".

Hadits 37 (H. R. Bukhari)

Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Pada suatu masa ketika Nabi SAW sedang berada dalam suatu majlis dan sedang bercakap - cakap dengan orang yang hadir, tiba - tiba datang seorang A'rabi (Arab Badwi) dan terus bertanya kepada Rasulullah SAW," "Bilakah akan terjadi hari qiamat ?" Maka Nabi SAW pun meneruskan percakapannya. Maka sebahagian yang hadir berkata: "Beliau mendengar apa yang ditanyakan, tetapi pertanyaan itu tidak disukainya". Sementara yang lain pula berkata: "Bahkan beliau tidak mendengar pertanyaan itu". Sehingga apabila Nabi SAW selesai dari percakapannya beliau bersabda: "Di mana orang yang bertanya tentang hari qiamat tadi ?" Lalu Arab Badwi itu menyahut: "Ya! Akulah hai Rasulullah". Maka Nabi SAW bersabda: "Apabila amanah telah disia - siakan maka tunggulah hari qiamat". Arab Badwi ini bertanya pula: "Apa yang dimaksudkan dengan mensia - siakan amanah itu ?" Nabi SAW menjawab: "Apabila urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah kedatangan hari qiamat".

Hadits 38 (H. R. Abu Daud)


Dari Anas bin Malik r.a. berkata: Bahawasanya Rasulullah SAW bersabda: "Tidak terjadi hari qiamat sehingga umatKu bermegah - megah (dengan bangunan) masjid".

Hadits 39 (H. R. Tirmidzi)

Dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah SAW hersabda: "Akan timbul di akhir zaman orang - orang yang mencari keuntungan dunia dengan menjual agama. Mereka menunjukkan kepada orang lain pakaian yang dibuat daripada kulit kambing (berpura - pura zuhud dari dunia) untuk mendapat simpati orang ramai, dan percakapan mereka lebih manis daripada gula. Padahal hati mereka adalah hati serigala (mempunyai tujuan - tujuan yang jahat). Allah SWT berfirman kepada mereka," "Apakah kamu tertipu dengan kelembutan-Ku? Ataukah kamu terlampau berani berbohong kepada-Ku? Demi kebesaran-Ku, Aku bersumpah akan menurunkan suatu fitnah yang akan terjadi di kalangan mereka sendiri, sehingga orang yang alim (cendikiawan) pun akan menjadi bingung (dengan sebab fitnah itu)".

Hadits 40 (H. R. Ibnu Majah)

Dari 'Auf bin Malik r.a. berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Umat Yahudi telah berpecah - belah menjadi 71 golongan, maka hanya satu golongan sahaja yang masuk syurga dan yang 70 lagi akan masuk neraka. Umat Nasrani telah berpecah - belah menjadi 72 golongan, maka 71 golongan masuk neraka dan hanya satu golongan sahaja yang masuk syurga. Demi Tuhan yang diriKu di dalam kekuasaannya, umatKu akan berpecah - belah menjadi 73 golongan, dan hanya satu golongan sahaja yang masuk syurga dan 72 lagi akan masuk neraka." Sahabat bertanya: "Mana yang selamat hai Rasulullah ?" Nabi SAW menjawab: "Mereka adalah Al-Jamaah (golongan Ahlus Sunnah Wal Jamaah)".

Hadits 41 (H. R. Tirmidzi)

Dari Abdullah bin Mas'ud r.a. berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Dunia tidak akan hilang (qiamat) sehinggalah bangsa Arab akan dikuasai oleh seorang lelaki daripada keluargaKu (keturunanKu) yang namanya sama dengan namaKu".

Hadits 42 (H. R. Muslim)

Dari Huzaifah bin Asid Al-Ghifari r.a. berkata: Datang kepada kami Rasulullah SAW dan kami pada waktu itu sedang berbincang - bincang. Lalu beliau bersabda: "Apa yang kamu perbincangkan ?" Kami menjawab: "Kami sedang berbincang tentang hari qiamat". Lalu Nabi SAW bersabda: "Tidak akan terjadi hari qiamat sehingga kamu melihat sebelumnya sepuluh macam tanda - tandanya". Kemudian beliau menyebutkannya: "Asap, Dajjal, binatang, terbit matahari dari tempat tenggelamnya, turunnya Isa bin Maryam AS, Ya'juj dan Ma'juj, tiga kali gempa bumi, sekali di timur, sekali di barat dan yang ketiga di Semenanjung Arab yang akhir sekali adalah api yang keluar dari arah negeri Yaman yang akan menghalau manusia kepada Padang Mahsyar mereka".

Allahu'alam...Oke, sekian dulu postingan saya akan 9 hadits tentang akhir zaman. Jangan lupa datang lagi ke blog Info GG untuk postingan selanjutnya. Semoga bermanfaat.

Menghadapi Fitnah Akhir Zaman

بسم الله الرحمن الرحيم

 KHUTBAH PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ”.
“يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً”.
“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً”
أما بعد

Jamaah Jumat rahimakumullah

Mari kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah Ta’ala dengan ketakwaan yang sebenar-benarnya, yaitu mengamalkan apa yang diperintahkan oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam serta menjauhi apa yang dilarang oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudia keluarga, sahabat-sahabatnya, serta pengikutnya sampai akhir zaman.

Jamaah Jumat rahimani wa rahimakumullah

Akhir zaman merupakan waktu di mana fitnah datang silih berganti bagai potongan malam yang gelap. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ فِتَنٌ كَقَطْعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ

“Sebelum datang kiamat ada beberapa fitnah seperti potongan malam yang gelap.” (HR. Hakim, Shahihul Jaami’ no. 2855)
Oleh karena fitnah yang datang begitu banyak, maka dibutuhkan pegangan agar seseorang tidak terbawa arus fitnah tersebut.

Hikmah di Balik Adanya Fitnah (Cobaan)

Dengan adanya fitnah (cobaan), maka dapat diketahui orang-orang yang benar imannya dan orang-orang yang dusta. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ

“Dan Sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan Allah pasti mengetahui orang-orang yang dusta. (QS. Al ‘Ankabut: 3)

Pembagian Fitnah

Fitnah (cobaan) terbagi menjadi dua:

1. Fitnah khusus

Fitnah khusus adalah fitnah, di mana masing-masing manusia akan diuji dengan keluarganya (isteri dan anak), hartanya (lih. Al Anfal: 28) dan tetangganya. Pada umumnya cobaan itu dapat melalaikan dan menjauhkan manusia dari beribadah kepada Allah dan melupakannya dari mencari bekal untuk akhirat. Terhadap fitnah ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَتُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلآأَوْلاَدُكُمْ عَن ذِكْرِ اللهِ وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

“Wahai orang-orang beriman! Janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.” (QS. Al Munafiqun: 9)
Fitnah ini disebut juga fitnah syahwat. Fitnah ini pernah menimpa Adam ‘alaihissalam ketika ia tergoda memakan buah yang dilarang Allah, akhirnya ia dikeluarkan dari surga, setelah itu Beliau bertaubat dan Allah pun menerima taubatnya. Untuk menghadapi fitnah syahwat ini adalah dengan bersabar menjalankan ketaatan kepada Allah, bersabar menjauhi maksiat dan istiqamah di atas agamanya.

2. Fitnah umum

Fitnah umum adalah fitnah yang berkaitan dengan agamanya, inilah fitnah syubhat. Fitnah ini pertama kali menimpa Iblis karena analogi rusak yang dijadikan argumentasi untuk menolak perintah Allah untuk sujud menghormati Adam. Dalam Alquran disebutkan:

قَالَ مَامَنَعَكَ أَلاَّتَسْجُدَ إِذْأَمَرْتُكَ قَالَ أَنَاخَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِي مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُ مِن طِينٍ

“Apa yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu aku menyuruhmu?” Iblis menjawab, “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah”. (QS. Al A’raaf: 12)
Fitnah syubhat ini bagi orang yang kurang dalam ilmunya terlihat seakan-akan baik, bagus dan benar, padahal di balik itu ada bahaya yang besar, dan bahaya tersebut umumnya hanya diketahui oleh orang-orang yang dalam ilmu agamanya (ulama).
Fitnah ini juga muncul ketika Khalifah Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu terbunuh. Setelah itu, kaum muslimin berpecah belah, mereka dikuasai oleh hawa nafsu, mengkafirkan satu sama lain, bahkan sampai terjadi pembunuhan dan pertumpahan darah.
Untuk menghadapi fitnah syubhat ini adalah dengan yakin di atas kebenaran dan teguh tidak mudah berubah oleh situasi dan kondisi; berbekal ilmu syar’i.
Nah, untuk fitnah yang kedua inilah Insya Allah akan dibahas lebih rinci bagaimana cara menghadapinya.
Kamu muslimin jamaah Jumat rahimakumullah
Berikut ini kami sampaikan hal-hal yang perlu disiapkan untuk menghadapi fitnah tersebut:
  1. Menjaga tauhid dan menjauhi syirk.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

الَّذِينَ ءَامَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُوْلَئِكَ لَهُمُ اْلأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ

“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirk), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al An’aam: 82)
  1. 2.  Berpegang teguh dengan kitabullah dan sunah Rasul-Nya dengan pemahaman As Salafush Shaalih (generasi pertama Islam) dan bersatu di atasnya.
Rasulullah shallalllahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا إِنْ تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا : كِتَابَ اللهِ وَسُنَّتِيْ ، وَلَنْ يَتَفَرَّقَا حَتَّى يَرِداَ عَلَيَّ الْحَوْضَ

“Aku tinggalkan kepada kamu dua perkara; kamu tidak akan tersesat selama kamu berpegang kepada keduanya; kitab Allah dan sunahku, dan keduanya tidak akan berpisah sampai mendatangi telagaku.” (Syaikh Al Albani dalam Manzilatus sunah berkata: “Isnadnya hasan.”)
Tentang keharusan memahami keduanya (Alquran dan sunah) dengan pemahaman As Salafush Shaalih, Rasulullah shallalllahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَسَتَرَوْنَ مِنْ بَعْدِي اخْتِلَافًا شَدِيدًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَالْأُمُورَ الْمُحْدَثَاتِ فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ

“Kalian akan melihat setelahku perselisihan yang dahsyat. Maka kalian harus berpegang dengan sunahku dan sunah para khalifah yang lurus dan mendapat petunjuk. Gigitlah sunah itu dengan geraham serta jauhilah perkara yang diada-adakan (dalam agama), karena setiap bid’ah adalah sesat.” (Shahih, diriwayatkan oleh Ibnu Majah)
Sabda Beliau “sunahku” adalah sunah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Sabda Beliau “dan sunah para khalifah yang lurus…”adalah sunahnya para sahabat, yakni manhaj/jalan yang mereka tempuh dalam memahami agama, atau istilah lainnya “pemahaman mereka (para sahabat)”.
Inilah solusi agar kita tetap di atas hidayah/petunjuk ketika terjadi banyak perselisihan seperti di zaman sekarang.
Adapun tentang keharusan bersatu di atasnya, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُوا

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai.” (QS. Ali Imran: 103)
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah, terlebih di zaman sekarang, ketika musuh-musuh Islam saling bahu-membahu menjauhkan umat Islam dari agamanya dan mengadakan kerusakan dengan berbagai sarana. Kondisi seperti ini menghendaki kita bersatu di atas kitabullah dan sunah Rasulullah dengan pemahaman salaful ummah  dan bahu-membahu membendung gelombang itu. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَالَّذِينَ كَفَرُوا بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ إِلاَّ تَفْعَلُوهُ تَكُن فِتْنَةٌ فِي اْلأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ

“Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. jika kamu (hai kaum muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi fitnah (kekacauan) di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (QS. Al Anfal: 73)
Persatuan ini pun tetap memperhatikan saling nasihat-menasihati (yakni dengan beramr ma’ruf dan bernahi mungkar), tidak mendiamkan kemungkaran yang terjadi.
  1. Tetap beribadah dan beramal shalih.
Rasulullah shallalllahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الْعِبَادَةُ فِي الْهَرْجِ كَهِجْرَةٍ إِلَيَّ

“Beribadah pada saat terjadi kekacauan (banyak fitnah) seperti berhijrah kepadaku.” (HR. Muslim)
  1. Beristighfar dan bertaubat serta banyak berdzikr.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَلَوْلاَ إِذَاجَآءَهُم بَأْسُنَا تَضَرَّعُوا وَلَكِن قَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ مَاكَانُوا يَعْمَلُونَ

“Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras, dan setan pun menampakkan indah apa yang selalu mereka kerjakan.” (QS. Al An’aam: 43)
Ali radhiallahu ‘anhu berkata: “Tidaklah turun bala’ (musibah) kecuali karena dosa, dan bala’ itu tidak diangkat kecuali dengan bertaubat.”

أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُهُ العَظِيْمَ الجَلِيْلَ لِيْ وَلَكُمْ، وَلِجَمِيْعِ المُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ؛ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَحِيْمُ

KHUTBAH KEDUA

اَلحَمْدُ لِلّهِ الوَاحِدِ القَهَّارِ، الرَحِيْمِ الغَفَّارِ، أَحْمَدُهُ تَعَالَى عَلَى فَضْلِهِ المِدْرَارِ، وَأَشْكُرُهُ عَلَى نِعَمِهِ الغِزَارِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ العَزِيْزُ الجَبَّارُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ المُصْطَفَى المُخْتَار، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ الطَيِّبِيْنَ الأَطْهَار، وَإِخْوَنِهِ الأَبْرَارِ، وَأَصْحَابُهُ الأَخْيَارِ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ مَا تُعَاقِبُ اللَيْلَ وَالنَّهَار

Kaum muslimin, jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Kemudian di antara solusi agar diri kita terhindar dari fitnah adalah
  1. Kembali mempelajari agama.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَمَاكَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَآفَةً فَلَوْلاَ نَفَرَ مِن كُلِّ فِرْقَةٍ مِنهُمْ طَآئِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

“Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.” (QS. At Taubah: 122)
Rasulullah shallalllahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَيَظْهَرَ الْجَهْلُ

“Sesungguhnya di antara tanda-tanda hari kiamat adalah diangkatnya ilmu dan tampaknya kebodohan (terhadap agama).” (HR. Bukhari dan Muslim)
1. Mendekat kepada para ulama rabbani
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَى أُوْلِى اْلأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنبِطُونَهُ مِنْهُمْ

“Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan ulil Amri).” (QS. An Nisaa’: 83)
Makna “Ulil Amri” di sini adalah ulama dan umara’. Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Kami ketika timbul kekhawatiran, pikiran kami kacau dan bumi (yang luas) terasa sempit, kami mendatangi beliau (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah), kami perhatikan dan dengarkan kata-katanya sehingga hilanglah (syubhat) yang menimpa kami semuanya.”
2. Tetap bersama jamaah kaum muslimin dan imam mereka.
Hal ini berdasarkan hadits Hudzaifah yang panjang ketika Rasulullah shallalllahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan akan muncul banyak fitnah, lalu Hudzaifah bertanya tentang bagaimana sikap yang harus dilakukannya. Maka Beliau bersabda:

تَلْزَمُ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِينَ وَإِمَامَهُمْ قُلْتُ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُمْ جَمَاعَةٌ وَلَا إِمَامٌ قَالَ فَاعْتَزِلْ تِلْكَ الْفِرَقَ كُلَّهَا وَلَوْ أَنْ تَعَضَّ بِأَصْلِ شَجَرَةٍ حَتَّى يُدْرِكَكَ الْمَوْتُ وَأَنْتَ عَلَى ذَلِكَ

“Kamu tetap bersama jamaah kaum muslimin dan imam mereka.” Hudzaifah bertanya, “Jika mereka tidak memiliki jamaah dan imam (bagaimana)?” Beliau menjawab: “Jauhilah semua firqah (golongan) itu, meskipun kamu harus menggigit akar pohon sampai maut menjemputmu dan kamu berada di atasnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
3. Berlemah lembut dan tidak tergesa-gesa dalam sesuatu agar dapat menyikapi masalah dengan bijak (hikmah).
4. Bersabar dan teguh di assunnah
Berpegang dengan sunah di zaman fitnah sungguh berat, ibarat memegang bara api. Oleh karena itu, seseorang butuh bersabar. Untuk memperoleh kesabaran di antara caranya adalah dengan mengkaji Alquran dengan tafsirnya dan sunah dengan penjelasannya, memperhatikan akibat baik bagi orang-orang yang bersabar, mempelajari kisah-kisah para nabi dan para sahabat, menghadiri majlis-majlis ilmu, berkawan dengan orang-orang shalih, mengingat surga dan neraka, mengingat bahwa hidup di dunia hanya sementara, dsb.
5. Ingat, masa depan di tangan Islam
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَعَدَ اللهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي اْلأَرْضِ كَمَااسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa.” (terjemah An Nuur: 55)
Oleh karena itu, tetaplah mendalami Islam dengan benar, amalkanlah, dakwahkanlah dan bersabarlah dalam berdakwah. Jika kita sudah melakukannya, niscaya Allah akan memenangkan Islam sebagaimana Allah telah memenangkan Rasulullah shallalllahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya dahulu.
6. Berhati-hati terhadap nifak dan sarana yang mengarah kepadanya.
Al Hasan berkata, “Tidak ada yang takut terhadapnya (yakni terhadap kemunafikan) kecuali orang mukmin dan tidak ada orang yang merasa aman dari kemunafikan kecuali orang munafik.”
Di antara sarana (dalam bentuk amal) yang dapat mengarah kepada nifak adalah khianat dalam amanat, berdusta dalam bicara, ingkar janji, bertindak kasar ketika bertengkar, tidak mau mengerjakan shalat dengan berjamaah, menunda-nunda hingga hampir habis waktuya, sangat berat melakukan shalat; terutama shalat subuh dan isya, malas beribadah dsb.
7. Hati-hati jangan menyelisihi perintah Nabi shallalllahu ‘alaihi wa sallam
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَن تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa fitnah (cobaan) atau ditimpa azab yang pedih.” (QS. An Nuur: 63)
Ibnu Katsir rahimahullah berkata: “Yakni hendaknya orang-orang yang menyalahi ajaran Rasul shallalllahu ‘alaihi wa sallam batin maupun zhahir merasa khawatir dan takut “tertimpa fitnah” yakni di hati mereka berupa kekufuran, kemunafikan atau bid’ah.”
Termasuk penyimpangan di hati.
8. Berlindung kepada Allah dari fitnah.
Rasulullah shallalllahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

تَعَوَّذُوْا بِاللهِ مِنَ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ

“Berlindunglah kepada Allah dari fitnah; yang nampak maupun yang tersembunyi.” (HR. Muslim)
9. Berdo’a kepada Allah agar diberi keteguhan hati.
Hati manusia semuanya berada di antara dua jari di antara jari-jari Allah, Dia mudah membalikkannya jika Dia menghendaki (HR. Ahmad dan Muslim). Oleh karena itu, Rasulullah shallalllahu ‘alaihi wa sallam sering berdo’a dengan do’a berikut:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلىَ دِيْنِكَ
“ 
Wahai Allah yang membolak-balikan hati, teguhkanlah hatiku ini di atas agama-Mu.” (HR. Tirmidzi dari Anas, lih. Shahihul Jami’ 7864)

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اللهم صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اللهم بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اللهم اغْـفِـرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْـفِـرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. اللهم إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى. اللهم إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيْعِ سَخَطِكَ. وَآخِرُ دَعْوَانَا
أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. وَصَلى الله عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

TURUNNYA YESUS KEDUA KALI BERDASAR QURAN DAN HADIS


Dalam Quran dan Hadis, kita banyak menemukan kisah mengenai Yesus. Hal ini wajar terjadi karena semasa hidupnya, Muhammad berada diantara orang2 yang paham atau setidaknya pernah mendengar tentang Yesus. Para penulis Sirat mencatat bahwa Muhammad hidup diantara para penganut 5 agama utama, yaitu Sabean, Yahudi, Nosrania (Nasrani), Hanifiyah (Hanif), dan Pagan (Hindu Arab), kaum mayoritas yang dianggap kafir oleh Muhammad.

Artikel terkait, klik link dibawah ini;

Para penulis Sirat tidak memberikan informasi yang jelas mengenai perbedaan mendasar kepercayaan Hanifiyah dengan kepercayaan Nosrania, yang pasti keduanya mengajarkan monotheisme (tauhid), dan menentang penyembahan patung2 yang ada di Kuil Kabah saat itu. Hanifiyah disebutkan sebagai sebuah kepercayaan yang mengikuti ajaran Ibrahim, sedangkan Nosrania adalah sebuah sekte Kristen yang dikutuk karena dianggap sesat oleh Kekristenan Ortodox saat itu.

Kita tahu bahwa Muhammad begitu menghormati Yesus. Saat penyerbuan ke Mekah dan penghancuran patung2 di Kuil Kabah, Muhammad memerintahkan seluruh gambar nabi2 dan para malaikat yang terdapat didinding Kabah dihapuskan. Namun Muhammad menaruh tangannya pada gambar2 Yesus dan mengatakan “Hapuskan semuanya kecuali gambar2 dibawah tangan saya.’’ (Al-Azraqi, Akhbar Makkah, Vol 1, hl 165).

Meskipun begitu menghormati Yesus, Muhammad rupanya tidak mengetahui sejarah Yesus dengan baik. Hal ini nampak dalam kesalahan2 sejarah yang terdapat dalam Quran. Kesalahan tersebut menjadi bukti tak terbantahkan bahwa Quran bukanlah berasal dari Pencipta Alam Semesta, melainkan hanya kebohongan seorang Muhammad. Ayat2 yang menyatakan bahwa Yesus adalah sepupu Musa (QS 19:27-28), Yesus menulis Injil (QS 5:46), adanya penyaliban dijaman Firaun (QS 7:123-124), Trinitas adalah Allah, Yesus, dan Maryam, bukan Rohul Kudus (QS 5:116 & QS 5:73-75), serta banyaknya ayat yang berhubungan dengan kebutuhan seks Muhammad (QS 33:51,37,53 & QS 66:1-5) memperkuat fakta ini. Karena tidak mungkin Tuhan Pencipta Alam Semesta melakukan banyak kesalahan dan sibuk menurunkan ayat yang mengatur urusan birahi rasul utusannya.

Meski kita tidak dapat mempercayai 100% kebenaran kisah2 Yesus dalam Quran, namun setidaknya kita dapat mengetahui seperti apakah pendangan Muhammad terhadap Yesus. Berikut kami paparkan kisah2 mengenai Yesus yang terdapat dalam Quran dan hadis, mulai dari kelahiran hingga ramalan mengenai kedatangan Yesus yang kedua kali.

DIPILIHNYA PERAWAN MARIA UNTUK MELAHIRKAN YESUS.

Dan (ingatlah) ketika malaikat (Jibril) berkata, "Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, menyucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang ada di masa kamu)." (QS 3: 43)

Dan (ingatlah) Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari (roh) ciptaan Kami; dan Dia membenarkan kalimat Tuhannya dan kitab-kitab-Nya; dan adalah dia termasuk orang-orang yang taat. (QS 66: 12)

Maryam berkata, "Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-laki pun." Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril), "Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya, 'Jadilah' lalu jadilah dia. (QS 3: 47)

YESUS ADALAH KALIMAT ALLAH

Sesungguhnya, Al-Masih, Isa putra Maryam itu adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya (QS 4: 171)

(Ingatlah) ketika Malaikat berkata, "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) dari-Nya, namanya Al-Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan salah seorang di antara orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)." (QS 3: 45)

KELAHIRAN YESUS

Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pohon kurma, dia berkata, "Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan." Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah, "Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyangkanlah pangkal pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. Maka makan, minum dan bersenanghatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah, 'Sesungguhnya aku telah bernzar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini." (QS 19: 23-26)

YESUS SUDAH BERBICARA MESKIPUN MASIH BAYI

Maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata, "Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih berada dalam ayunan?" Berkata Isa, "Sesungguhnya, aku ini hamba Allah, Dia memberiku Alkitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi, dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku masih hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali." (QS 19: 29-33)

YESUS MANUSIA SUCI / TANPA DOSA

Ia (Jibril) berkata: "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci". (QS 19:19)

Kata Arab untuk “suci” diatas adalah “zakiyya”, yang artinya terbebas dari dosa. Pendapat Muhammad bahwa Yesus adalah manusia tanpa dosa tersirat pula dalam sebuah hadis;

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, "Setan telah menyentuh tubuh semua manusia dengan kedua jarinya saat manusia tersebut dilahirkan, kecuali Isa putra Maryam, karena setan gagal ketika mencoba menyentuh tubuh Isa. Setan hanya berhasil menyentuh plasentanya. (Hadis Bukhari 54:506)

MUJIZAT YANG DILAKUKAN YESUS

Dan (sebagai) rasul kepada Bani Israel (yang berkata kepada mereka), "Sesungguhnya, aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhan-mu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah sebagai bentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka dia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya, pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman. (QS 3: 49)

AJARAN YESUS UNTUK MENYEMBAH ALLAH DAN TAAT PADANYA

Dan tatkala Isa membawa keterangan dia berkata, “Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa hikmat dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu berselisih tentangnya, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah (kepada) ku”. Sesungguhnya Allah Dia-lah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia, ini adalah jalan yang lurus. (QS 43: 63-64)

Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus. (QS 43: 61)

SANGKAAN KAUM YAHUDI BAHWA MEREKA TELAH MEMBUNUH YESUS

Dan karena ucapan mereka, "Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana".(QS 4: 157-158)

YESUS TIDAK MENINGGAL TETAPI DIANGKAT KE HARIBAAN ALLAH

Dari kalangan ulama Islam sendiri terdapat perbedaan penafsiran mengenai kematian Yesus ini. Ada ulama yang menyatakan Yesus memang disalib, namun tidak sampai meninggal. Yang lain menyebutkan bahwa Yesus sama sekali tidak disalib, namun wafat sebagaimana manusia biasa. Beberapa ulama lain berpendapat bahwa Yesus tidak wafat, melainkan diangkat tubuh dan rohnya ke haribaan Allah.

Ketidakjelasan mengenai kenaikan Yesus diakibatkan tidak adanya kisah tersebut dalam Injil Ibrani milik kaum Nosrania yang menjadi acuan Muhammad. Akibat ketidaktahuannya, Muhammad juga tidak memberikan informasi yang jelas dalam Quran mengenai kenaikan Yesus. Dalam beberapa terjemahan bahasa Indonesia, kita mengetahui bahwa beberapa ayat lain yang diterjemahkan memberikan kesan bahwa Yesus wafat sebelum dia diangkat ke haribaan Allah. Ayat2 tersebut antara lain;

(Ingatlah) ketika Allah berfirman, "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku... (QS 3: 55)

"Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan) nya yaitu, 'Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu', dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu." (QS 5: 117)

Namun makna bahasa Arab dari ayat2 di atas menunjukkan bahwa Yesus tidak meninggal dalam arti yang kita pahami. Dalam bahasa Arab, kata yang diterjemahkan dalam ayat2 tersebut menjadi “meninggal” adalah kata “tawaffa” dan berasal dari kata “wafa” yang artinya memenuhi / mengabulkan. Tawaffa tidak berarti “kematian” tetapi merupakan aksi “penarikan jiwa kembali”.Dalam ayat lain, terdapat kata “tawaffa” yang tidak berarti kematian;

Dan Dialah yang menidurkan kamu (yatawaffakum) di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur(mu) yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan. (QS 6: 60)

Kata yang digunakan untuk “yatawaffakum” dalam ayat ini adalah sama dengan kata yang digunakan dalam surat Ali Imran QS 3 ayat 55. Dengan kata lain, dalam kedua ayat tersebut, kata “tawaffa” digunakan dan maknanya jelas bahwa seseorang tidak mati dalam kondisi tidurnya. Karena itu, apa yang dimaksudkan di sini adalah “menarik jiwa kembali”. Makna yang sama juga berlaku pada ayat berikut:

Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir. (QS 39: 42)

Menurut Muhammad, saat manusia sedang tidur, Allah menarik jiwa orang tersebut kesuatu tempat, kemudian mengirim kembali jiwa ketubuhnya ketika orang tersebut akan bangun, karena waktu kematiannya belum digariskan oleh Allah. Dalam konteks ini, dalam tidurnya, seseorang tidaklah wafat dalam arti kematian. Hanya untuk periode yang temporal, jiwa meninggalkan tubuh dan tetap pada dimensi yang lain. Ketika kita terbangun, jiwa pun kembali ke dalam tubuh.

Jadi dalam Quran terdapat tiga makna dalam istilah “wafat”: wafat kematian, wafat tidur, dan yang terakhir adalah wafat diangkat kepada Allah, sebagaimana yang terjadi pada Yesus. Kesimpulannya, kita dapat mengatakan bahwa menurut Muhammad, Yesus kemungkinan berada pada suatu tempat yang khusus, diangkat keharibaan Allah.

YESUS AKAN DATANG KEMBALI KE BUMI

Tidak ada satupun ayat dalam Quran yang secara eksplisit menyatakan bahwa Yesus akan datang kembali ke dunia, meski demikian banyak ayat yang jika ditelaah lebih lanjut menyiratkan perihal kedatangan Yesus yang kedua kali. Salah satu ayat yang mengindikasikan hal tersebut adalah Surat Ali Imran ayat 55;

(Ingatlah) ketika Allah berfirman, “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Aku-lah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang kamu selalu berselisih padanya”. (QS 3: 55)

Pernyataan Muhammad dalam ayat, “...dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat...” sangat penting untuk dianalisis. Kalimat ini merujuk kepada sekelompok orang yang secara teguh mengikuti ajaran Yesus dan kelompok tersebut akan berada di atas / menjadi penguasa atas orang2 kafir sampai hari kiamat. Pertanyaannya, siapakah dan dimasa apakah orang2 yang taat ini ada?

Dimasa kehidupan Yesus, jumlah manusia yang taat atau menjadi pengikut Yesus sangatlah sedikit, mereka adalah kelompok minoritas diantara bangsa Yahudi dan bangsa Romawi. Setelah kenaikan Yesus, para pengikut taatnya mengalami penindasan luar biasa dari Pemerintahan Romawi. Dalam hal ini, tidaklah mungkin bila dikatakan bahwa umat Nasrani terdahulu atau para pengikutnya selama periode tersebut secara fisik merupakan penguasa bagi orang-orang kafir di dunia. Jadi secara logis ayat ini tidak dimaksudkan kepada mereka.

Bagaimana dengan umat Nasrani masa kini? Benarkah mereka adalah umat yang taat kepada Yesus dan menjadi penguasa atas orang2 kafir? Jika kita melihat maksud Muhammad dalam Surat al-Maaidah ayat 73 tentulah bagi Muhammad umat Nasrani masa kini bukanlah orang2 yang taat kepada Yesus. Mayoritas umat Nasrani masa kini masih meyakini doktrin Trinitas, hanya sekelompok kecil umat Nasrani yang menentang doktrin Trinitas. Dimata penganut absolut monotheisme seperti Yahudi dan Hanifiyah, menyetarakan Allah dengan Zat lainnya adalah kafir. Hal itu pulalah yang diyakini Muhammad, hal ini nampak dalam ayat berikut;

Sesungguhnya, kafirlah orang-orang yang mengatakan, "Bahwasannya Allah salah satu dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa.... (Surat al-Maaidah: 73)

Berdasar ayat diatas, jelaslah bahwa yang dimaksud sebagai para pengikut taat Yesus yang menjadi penguasa atas orang2 kafir bukanlah umat Nasrani masa kini. Dan bukan pula umat Islam masa kini, karena umat Islam hanyalah minoritas diantara umat Nasrani dan orang2 kafir didunia ini. Lalu kapankah para pengikut Yesus yang sejati akan menjadi mayoritas dan menjadi pemimpin atas orang2 kafir?

Satu satunya jawaban adalah bila Yesus turun ke dunia untuk kedua kalinya. Menurut Muhammad, Yesus akan turun kembali kedunia untuk mempersatukan umat manusia kepada Islam. Seluruh umat Islam didunia akan taat kepada Yesus, dibawah hukum Islam yang dibawa Muhammad. Para ahli hadis mengatakan bahwa ada beberapa hadis yang membahas masalah ini, dimana Muhammad mengatakan bahwa Yesus akan turun sebagai pemimpin di antara umat manusia sebelum hari kiamat. Hadis ini sampai pada derajat mutawatir. Hal ini berarti bahwa hadis tersebut diriwayatkan oleh banyak orang dari setiap generasi para sahabat yang tidak mungkin diragukan lagi otentisitasnya.

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, "Tidak ada seorang nabi pun antara saya dan Isa. Sesungguhnya, dia akan turun ke bumi. Maka jika kalian melihatnya, kenalilah dia. Dia adalah seorang laki-laki dengan ukuran sedang, berkulit putih kemerah-merahan. Dia memakai dua baju kuning terang. Kepalanya seakan-akan ada air yang mengalir walaupun sebenarnya ia tidak basah. Dia akan berperang melawan manusia untuk membela Islam. Dia akan menghancurkan salib, membunuh babi, menghapuskan jizyah. Allah akan menghapuskan semua agama di zamannya kecuali Islam. Isa akan menghancurkan Dajjal dan dia akan hidup di bumi selama empat puluh tahun dan kemudian dia meninggal. Kaum muslimin akan menyembahyangkan jenazahnya". (Hadis Abu Dawud 4310)

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, "Demi Zat Yang jiwaku berada di tangan-Nya, putra Maryam benar-benar akan segera turun ke tengah-ketengah kamu sebagai hakim yang adil. Dia akan menghancurkan salib, akan membunuh babi, dan akan menghapuskan jizyah. Harta saat itu akan melimpah sehingga tidak ada seorang pun yang akan menerimanya. Sehingga sujud satu kali saja kala itu jauh lebih baik dari dunia dan isinya". (Hadis Bukhari 34:425)

Jabir bin Abdullah berkata, "Saya mendengarkan Rasulullah bersabda, 'Umatku tidak akan berhenti berperang untuk membela yang benar hingga datang hari kiamat'. Rasulullah lalu bersabda, 'Kemudian, turunlah Isa bin Maryam dan pemimpin mereka berkata, 'Ke sinilah dan pimpinlah kami dalam sembahyang', namun dia akan berkata, 'Tidak! Sebab sebagian kalian adalah pemimpin untuk sebagian yang lain, sebagai penghormatan Allah terhadap umat ini'" (Hadis Muslim 293)

Itulah kedatangan Yesus kedua kalinya menurut anggapan seorang narsisis dan psikopat seperti Muhammad, dimana Yesus akan menegakkan kembali hukum2 Islam yang telah dibawa Muhammad. Selain Surat Ali Imran ayat 55, masih terdapat beberapa ayat lain yang menyiratkan kedatangan Yesus untuk kedua kalinya, salah satunya adalah Surat az-Zukhruf ayat 61 yang menyatakan bahwa Yesus adalah salah satu tanda akan datangnya hari kiamat.

Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu, janganlah kamu ragu-ragu tentang hari kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus. (Surat az-Zukhruf: 61)

Tafsiran dari ayat ini menjelaskan bahwa Yesus adalah salah satu tanda atau prasyarat akan datangnya hari kiamat. Menurut Muhammad, pada akhir zaman nanti Yesus akan datang kembali ke bumi. Secara logika Yesus telah hidup enam abad sebelum hadirnya Muhammad, jadi kita tidak dapat mengartikan kedatangan Yesus yang pertama kali sebagai tanda kiamat. Sehingga hal yang paling memungkinkan sebagai tanda datangnya hari kiamat adalah kedatangan Yesus yang kedua kali. (lihat Tafsir Ath Thabari 6:21, Tafsir Ibnu Katsir 2:415 dan Adhwaul Bayan 7:129-130).

Dalam Sahih Muslim terdapat hadis yang menyatakan bahwa Yesus akan turun ke tengah2 umat manusia pada akhir zaman, sebagai pertanda datangnya hari kiamat. Hadis tersebut telah sampai pada derajat mutawir, jadi tidak diragukan lagi keotentikannya.

Hudzaifah bin Usaid al-Ghiffari mengatakan, "Rasulullah tiba-tiba menghampiri kami ketika kami sedang sibuk membahas beberapa masalah. Rasulullah lalu bersabda, 'Sedang mendiskusikan apa kalian?' Kami berkata, 'Kami sedang membicarakan hari akhir (kiamat).' Rasulullah lalu bersabda, 'Hari kiamat tidak akan tiba sebelum kalian semua melihat tanda-tandanya sebelum itu.' Rasulullah lalu menyebutkan tanda-tanda kiamat itu berupa asap, Dajjal, binatang melata (daabbah), terbitnya matahari dari sebelah barat, turunnya Isa bin Maryam ke bumi, Ya'juj dan Ma'juj, dan terjadinya gerhana di tiga tempat (satu gerhana di sebelah timur, satu lagi di barat, dan satu lagi tanah Arab), dan akhirnya adalah keluarnya api dari Yaman dan menggiring manusia pada tempat berkumpul mereka .'" (Hadis Muslim 6931)

Dari keseluruhan pemaparan diatas, tak diragukan lagi bahwa Muhammad menyaring informasi tentang Yesus, kemudian memasukkannya ke dalam Quran sesuai dengan versinya sendiri.

YESUS DIUTUS BAGI BANGSA ISRAEL

Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani Israel. (QS 43:59)

Dengan mengutip ayat diatas, sebagian muslim beranggapan bahwa Yesus hanyalah nabi yang diutus untuk bani Israel. Argumen ini diperkuat dengan petikan dari Injil bagi orang Yahudi, Injil Matius, tanpa melihat informasi dari kitab Injil lainnya. Benarkah itu yang dimaksudkan Muhammad dalam Qurannya? Dijaman Muhammad Kekristenan telah merambah keseluruh daratan Eropa dan Asia, termasuk tanah Arabia, tempat Muhammad berada. Muhammad tahu bahwa ajaran Yesus bersifat universal, meskipun Yesus lahir diantara bangsa Israel. Coba kita bandingkan pola pikir tersebut dengan ayat mengenai Muhammad dan Quran dibawah ini;

Dan ini (Al Qur'an) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Umulkura (Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. Orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Al Qur'an), dan mereka selalu memelihara sembahyangnya. (QS 6:92)

Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al Qur'an dalam bahasa Arab supaya kamu memberi peringatan kepada umulqura (penduduk Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (kiamat) yang tidak ada keraguan padanya. Segolongan masuk surga dan segolongan masuk neraka. (QS 42:7)

Kedua ayat diatas menyatakan bahwa tujuan Muhammad adalah memperingatkan penduduk kota Mekah dan sekitarnya. Mengapa orang Mekah dan sekitarnya? Karena diayat lain Muhammad menyatakan;

Tetapi mengapa mereka (orang kafir) mengatakan: "Dia Muhammad mengada-adakannya". Sebenarnya Al Qur'an itu adalah kebenaran (yang datang) dari Tuhanmu, agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang belum datang kepada mereka orang yang memberi peringatan sebelum kamu; mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk. (QS 32.3)

agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai. (QS 36.6)

Sebab Muhammad berdakwah bagi orang Mekah dan sekitarnya adalah karena orang tersebut belum pernah diberi peringatan. Para ahli kitab, yakni Yahudi dan Nasrani telah memiliki nabi pemberi peringatan dan kitab mereka sendiri. Satu-satunya orang yang belum menerima kitab adalah orang Arab, khususnya orang Arab di Mekah dan sekitarnya. Itulah maksud dan tujuan Muhammad dengan Qurannya, namun seperti biasa, setelah perampokannya sukses dan menjadi penguasa, ambisi Muhammad pun membengkak;

(Al Qur'an) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengannya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran. (QS 14.52)

Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. (QS 21:107)

Bahasa Arab ayat 14:52 berkata “Hatha balaghun lilnnasi”. Kata “nas” berarti sekelompok orang, berapa saja jumlahnya. Bisa orang yang berkumpul dalam satu ruangan. Bisa mengacu pada penduduk satu kampung, satu kota, ataupun satu negara tapi tidak berarti umat manusia secara keseluruhan. Kata “nas” yang sama banyak ditemukan di Quran, contohnya dalam ayat 7:116, Musa menjawab: "Lemparkanlah (lebih dahulu)!" Maka tatkala mereka melemparkan, mereka menyulap mata orang dan menjadikan orang banyak itu takut, serta mereka mendatangkan sihir yang besar (menakjubkan). Dapatkah dikatakan yang terkena sihir adalah seluruh umat manusia? Bukan, hanya sekelompok orang saja! Jika kita beranggapan kata “nas” pada ayat 2:185, 3:94 dan 21:107 diartikan seluruh umat manusia, bukan dalam arti hanya sekelompok orang, maka dengan demikian kita mengakui bahwa terjadi pertentangan dalam Quran, karena ayat 6:92, 42:7, 32:3 dan 36:6 menegaskan bahwa tujuan Muhammad adalah memberi peringatan kepada orang Mekah dan sekitarnya!

YESUS MEMBAWA PESAN AKAN DATANGNYA MUHAMMAD

Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: "Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)" Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata". (QS 61:6)

(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka. (QS 7:157)

Benarkah Yesus meramalkan datangnya Muhammad? Tak ada satupun ayat dalam Injil yang menyinggung mengenai nabi dari tanah Arab bernama Ahmad. Lihatlah tanggapan versi Kristen mengenai topik ini di link berikut (klik disini).

Jika ditelaah secara seksama, perkataan Yesus dalam Injil yang sangat mungkin berhubungan dengan Muhammad dan ajarannya ada dalam ayat berikut;

"Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.” (Matius 7:15)
“..., bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah”. (Yohanes 16:2)

Namun bisakah kita mempercayai kedua ayat diatas? Kita selalu diajarkan bahwa Injil yang ada sekarang telah mengalami banyak perubahan, bukan Injil yang sama seperti saat pertama kali ditulis. Baik Bible ataupun Quran memang telah mengalami perubahan. Namun dengan penelitian sejarah secara mendalam, kita dapat membuktikan bahwa kedua kitab tersebut tetap dapat dipertanggung jawabkan keotentikannya. Perlu diketahui bahwa naskah asli dari kedua kitab ini telah musnah, yang ada kini hanyalah salinan / copyannya saja!

Saat masa awal kekristenan, para pengikut Yesus mengalami penindasan luar biasa dari pemerintah Romawi, mereka disiksa dan dibunuh karena kepercayaannya pada Yesus. Karenanya pengikut Yesus secara tersembunyi menulis Injil, menyalinnya dan menyebarkannya. Meski pemerintah Romawi memerintahkan untuk membakar tulisan2 yang terkait dengan Yesus, namun tetap saja terdapat ribuan naskah yang terselamatkan dengan cara disembunyikan. Ribuan naskah dan manuskrip inilah yang nantinya disusun kembali menjadi sebuah kitab. Perbedaan antar Bible biasanya terjadi karena masalah penerjemahan. Silahkan klik artikel terkait di Kesahihan Bible.
Hal yang berbeda terjadi pada penyusunan Quran. Ayat2 Quran disusun justru saat Islam sedang dalam masa jayanya. Dimana Arab sedang melakukan agresi militer untuk menjajah dan memaksakan ideologi Islam kepada bangsa2 yang berhasil ditaklukkannnya. Saat itu Kalifah Abu Bakar merasa khawatir dengan banyaknya penghafal Quran yang tewas dalam upaya agresi tersebut, karenanya ia memerintahkan Zaid bin Thabit untuk mengumpulkan potongan ayat2 Quran dari berbagai sumber agar disusun menjadi sebuah buku (Hadis Bukhari 61:509). Kumpulan ayat2 ini tidak disebarkan namun disimpan oleh Kalifah Abu Bakar, dan setelah dia mati, lalu disimpan oleh Kalifah Umar dan diserahkan pada anak perempuan Umar yang bernama Hafsa, yang juga adalah janda Muhammad.
Dikarenakan banyak beredarnya versi Quran yang berbeda satu sama lain, maka kalifah selanjutnya, yaitu Utsman bin Affan meminjam kumpulan ayat Quran yang dipegang oleh Hafsa untuk disalin ulang dan diperbanyak, tak lupa ia memerintahkan untuk membakar seluruh naskah Quran yang berbeda dengan Quran versinya tersebut (Hadis Bukhari 61:510). Kita tak tahu mengapa Utsman memerintahkan untuk membakar Quran2 lain yang berbeda dengan versinya, padahal Quran versinya tersebut belum mendapatkan pengesahan dari ahli2 Quran yang direkomendasikan oleh Muhammad (Hadis Bukhari 61:521). Silahkan klik artikel lengkapnya di Sejarah Penyusunan Quran.

Selain dikatakan bahwa Alkitab telah diubah dan berubah, beberapa muslim seringkali mengkritik Alkitab, dengan menyatakan bahwa Alkitab mengandung hal2 yang tidak masuk akal, cabul, dan juga mengandung kesalahan2 sains. Kami katakan benar, kedua kitab ini, baik Bible maupun Quran berisi hal2 yang absurd, cabul dan mengandung kesalahan2 sains. Namun orang Yahudi dan Kristen tidak pernah mengklaim bahwa kitab mereka adalah perkataan Tuhan langsung, kata demi kata. Bible ditulis oleh puluhan manusia, dalam rentang waktu ribuan tahun. Di beberapa kitab anda dapat mengetahui nama penulisnya dari nama kitab itu sendiri. Ketika anda membaca Injil, anda tidak dibuat percaya bahwa Allah lah yang sedang berbicara. Selalu manusia, yang memberitakan pesan Tuhan dalam perkataan manusia itu sendiri.

Jika anda mendengarkan sebuah pembicaraan atau melihat sebuah kejadian, anda mungkin menceritakannya pada teman apa yang anda ketahui. Tapi karena anda menggunakan perkataan, ungkapan dan gaya bahasa anda sendiri akan sangat mungkin anda membuat beberapa kesalahan. Para pendengar anda tahu itu. Karenanya mereka dapat mentoleransi kesalahan2 anda dan menggunakan kecerdasan mereka sendiri untuk mengenggam inti pesannya. Anda tidak secara otomatis menjadi seorang pembohong jika anda salah. Itu sebabnya bahkan jika ada ratusan kesalahanpun dalam Bible; semakin sulit bagi orang Kristen dan Yahudi untuk sakit hati. Mereka melihat pesannya, bukan pada pengirim pesannya. Mereka melihat isinya, bukan pada tempatnya. Dan inti pesan dari Bible adalah kasih sayang Sang Maha Pencipta kepada manusia.

Jika satu pesan didengar oleh 20 orang, tiap orang menyampaikannya dengan cara berbeda2. Tidaklah mungkin semuanya menceritakan kisah yang persis sama dengan perkataan yang persis sama pula. Rinciannya mungkin bervariasi tapi sepanjang anda melihat kekonsistenan dalam semua cerita itu, anda akan tahu bahwa yang mereka sampaikan adalah kebenaran. Itulah seharusnya yang menjadi cara kita untuk menafsirkan kontradiksi dalam Bible.

Quran adalah fakta yang berbeda sama sekali. Quran hanya bersumber dari satu orang saja yaitu Muhammad. Quran mengaku isinya adalah 100% perkataan Tuhan langsung, kata demi kata, sehingga saat kita membaca Quran, kita harus percaya bahwa Tuhanlah yang sedang berbicara pada kita, bukan penulis kitab tersebut. Disinilah perbedaannya, jika ini perkataan Tuhan langsung, tidak bisa, tidak boleh, dan tidak mungkin terdapat satupun kesalahan. Jika terdapat satu saja kesalahan, tidak mungkin itu perkataan Tuhan, dan jika bukan perkataan Tuhan maka Quran adalah sebuah kebohongan.
Mungkinkah Tuhan sebodoh yang digambarkan dalam Quran? Ia berbicara tentang Musa dan Yesus, namun tak tahu silsilah keduanya, Ia berbicara tentang Trinitas, tapi tidak paham apa itu Trinitas. Dua kesalahan ini saja sudah menggugurkan klaim bahwa Quran berasal dari Tuhan. Jelas sudah bahwa Quran hanyalah kebohongan, kesalahan demi kesalahan dalam Quran bukanlah karena ketidaktahuan Tuhan, melainkan kebodohan dari si pencipta Quran, Muhammad.
Kita bisa saja memaklumi kebodohan orang2 Arab diabad ke 7 yang menjadi korban kebohongan psikopat ini, tapi dapatkah kita memaklumi orang2 terpelajar saat ini, yang masih tetap ingin dibodohi? Jika para muslim mampu berpikir rasional, dua kesalahan ini sudah cukup untuk membuat mereka melihat bahwa Muhammad adalah narsisis yang memalsukan Tuhan dan bukan seorang nabi. Tuhan khayalan Muhammad adalah personifikasi dari egonya sendiri, seorang sadis, seorang psikopat, yang haus akan pemujaan. Betapa menyedihkan, karena hingga saat ini jutaan muslim masih percaya pada kebohongan Muhammad. Ini adalah tragedi, yang harus kita atasi bersama!
Klik artikel berikutnya dibawah ini;